Resensi Film-Bhayu MH

Kolase sejumlah Poster Film yang edar di 2014

Kolase sejumlah Poster Film yang edar di 2014

Tahun 2014 ditutup dengan kegembiraan besar seperti biasa bagi insan perfilman Hollywood. Dari segi pemasaran, hampir semua film yang diluncurkan mampu menutupi biaya produksinya. Penghasilan dari 10 besar film terlaris sepanjang 2014 saja mencapai hampir US$ 60 Milyar! Bila dirupiahkan, angka ini tambah mencengangkan karena dengan kurs US$ 1 = Rp 10.000,00 saja –supaya mudah– berarti setara dengan Rp 600 Trilyun! Wow banget deh!

Lengkapnya, inilah daftar tabel data 10 besar film terlaris sepanjang 2014:

 

Rank Title Studio Worldwide gross
1 Transformers: Age of Extinction Paramount Pictures $1,091,404,499
2 The Hobbit: The Battle of the Five Armies Warner Bros. / New Line Cinema / MGM $955,113,783
3 Guardians of the Galaxy Marvel Studios $774,176,600
4 Maleficent Walt Disney Pictures $758,654,942
5 The Hunger Games: Mockingjay – Part 1 Lionsgate Films $752,100,229
6 X-Men: Days of Future Past 20th Century Fox $748,121,534
7 Captain America: The Winter Soldier Marvel Studios $714,766,572
8 The Amazing Spider-Man 2 Columbia Pictures $709,582,323
9 Dawn of the Planet of the Apes 20th Century Fox $708,835,589
10 Interstellar Paramount Pictures / Warner Bros. $672,974,414

Resep film laris ala Hollywood yang sudah membaku sejak dekade 2000-an tampaknya masih diikuti. Kita bisa melihat dari daftar itu bahwa semua film bertema fantasi, dengan sub-tema superhero. Sebagian diangkat dari komik, bekerjasama dengan perusahaan pemegang hak cipta dan lisensi asli karakternya. Ada pula yang diangkat dari novel, tentu dengan memberikan hak bagi penulis dan penerbit bukunya. Resep ini seolah jaminan mutu, sehingga film-film superhero dari komik maupun novel pun dibuat sebagai serial franchise dengan jumlah sekuel minimal tiga film.

Khusus untuk tahun ini, tidak ada film animasi yang berhasil menembus 10 besar pemasukan. Ini berbeda dengan tahun sebelumnya dimana ada Frozen (2013) yang menduduki peringkat pertama dan Despicable Me 2 (2013) di peringkat ketiga. Padahal di bulan Juli ada Pokémon the Movie: Diancie and the Cocoon of Destruction (2013) yang diangkat dari karakter serial televisi laris. Juga ada Penguins of Madagascar (2013) di bulan November. Tetapi meski keduanya tidak mengalami kerugian, tapi tidak cukup membukukan angka “box office” memadai untuk menembus 10 besar.

Pemasaran film Hollywood masih mengandalkan kawasan Amerika Utara yaitu Amerika Serikat dan Kanada. Pemasukan dari kawasan ini saja sudah membukukan lebih dari 60 persen pemasukan. Sekitar 20 persen lagi dari beberapa negara maju di Eropa Barat seperti Inggris, Prancis, dan Jerman. Sementara kawasan lain di dunia termasuk Asia dan Australia hanya menyumbang 20 persennya. Kawasan Afrika sangat jarang diupayakan ditembus oleh perfilman Hollywood karena kondisi negara dan penduduknya yang relatif miskin. Eropa Timur pun demikian, tetapi ada faktor lain karena perbedaan budaya mengingat negara-negara di sana sebagian besar adalah bekas anggota Pakta Warsawa sekutu Uni Sovyet sebagai Blok Timur di era Perang Dingin.

Maka, bila hendak membahas pemasaran film Hollywood, maaf-maaf saja, peran Amerika Utara dan Eropa Barat masih terlalu besar. Kita di Indonesia sebagai bagian dari Asia, cuma menyumbang peran kecil saja. Jadi, apabila ada film yang misalnya diboikot atau tidak tayang di negara selain di dua wilayah itu, tidaklah menjadi permasalahan besar bagi produser. Tapi, justru akan jadi masalah apabila pasar (dan kritikus) di sana menolaknya. Bisa dipastikan, film tersebut akan jadi “box office bomb”.

 

Sumber:


Categories: Tinjauan

Leave a Reply