Resensi Film-Bhayu MH

Annapolis

Year : 2006 Director : Justin Lin Running Time : 117 mins. Genre : , , , , ,
Movie review score
1/5

ANNAPOLIS: PERJUANGAN PEMUDA MEWUJUDKAN IMPIAN

Annapolis adalah nama sebuah kota di Maryland- Amerika Serikat. Kota di tepi laut itu adalah tempat salah satu akademi angkatan laut A.S. berada. Tepat di seberangnya, terdapat galangan kapal tempat kapal-kapal perang dibuat. Dan di tempat itulah Jake Huard bekerja bersama ayah dan kakaknya. Sebagai tukang las, Jake masih teringat janjinya kepada almarhumah ibunya bahwa ia akan menjadi perwira Angkatan Laut.

Sampai suatu hari ia dikunjungi oleh Letnan Commander Burton dan menyampaikan undangan masuk U.S. Naval Academy keesokan harinya. Undangan mendadak itu membuat ayahnya tampak sedih, namun Jake justru gembira. Ia sempat mengadakan pesta perpisahan di bar bersama teman-temannya, dimana di saat itu atas desakan teman-temannya ia menggoda seorang gadis cantik di bar. Jake salah mengira gadis itu pelacur, dan terpaksa meminta maaf saat gadis itu menjelaskan. Terdorong oleh rasa bangganya, Jake mengatakan dirinya adalah calon kadet A.L. dan siap memberikannya tur keliling akademi kepada gadis yang mengaku bernama Ali itu.

Tanpa dinyana, di hari pertamanya di akademi wanita yang digodanya di bar ternyata adalah salah satu instrukturnya. Tapi hal itu tidak menghalangi saling ketertarikan antara Midshipman 2nd Class Ali dengan Midshipman 4th Class Jake Huard.

Kisah selanjutnya berkisar pada perjuangan para taruna di dalam akademi. Kepala Instruktur Midshipman Lieutenant 1st Class Cole menerapkan standar tinggi terutama karena ia adalah mantan Marinir A.S. Dan mereka segera tahu bahwa Jake lemah secara akademis sehingga menjadi bulan-bulanan. Sementara dari segi fisik, teman sekamar Jake yang bernama Nance adalah yang terlemah. Itu karena ia bertubuh gemuk.

Dan di satu tes halang-rintang akhir tahun, Nance gagal karena terlambat 4 detik. Sebagai pemuda harapan kotanya, Nance sangat malu sehingga mencoba bunuh diri dengan melompat dari jendela kamar. Terdorong emosi setia kawan, Jake menyerang Cole yang memutuskan Nance gagal. Tindakan indisipliner menyerang atasan itu biasanya berakibat pemecatan. Namun, karena Jake harus tampil di final  turnamen kelas berat tinju antar anggota, sidangnya ditunda. Di final The Brigades –nama turnamen itu-, Jake berhadapan dengan Cole instrukturnya. Meski hasil akhirnya Cole menang angka, tapi semangat Jake menimbulkan simpati. Selama persiapan, Jake terus dibantu oleh Ali dan akhirnya juga Loo, teman kadetnya yang juara tinju amatir di kotanya.

Pasca kejuaraan, dalam sidang ternyata atasannya merekomendasikan agar ia tidak dipecat. Akhirnya Jake dan Nance bersama seluruh kadet berhasil menamatkan tahun pertamanya.

Secara umum, film ini lemah dari segi logika. Bagaimana mungkin masa depan kadet di sebuah akademi ditentukan oleh pertandingan tinju? Juga bagaimana seorang kadet malah dibantu oleh seniornya. Demikian pula terlalu banyak waktu luang yang terlihat saat di akademi. Demikian pula postur dan karakter para kadet, rasanya tidak sesuai standar sebuah akademi angkatan laut. Dugaan saya benar. Kepala Pusat Penerangan Angkatan Laut tidak menyatakan film ini tidak didukung baik oleh Angkatan Laut AS maupun oleh Kementerian Pertahanan. Tak heran banyak kelemahan di sana-sini dan mengakibatkan film ini jeblok di pasaran.

Leave a Reply