Resensi Film-Bhayu MH

Batman Begins

Year : 2005 Director : Christopher Nolan Running Time : 141 mins. Genre : , , , , ,
Movie review score
4/5

Batman yang lebih manusiawi adalah pencitraan dari film ini. Setelah film-film bioskop tentang Batman sebelumnya begitu mengedepankan sosok superhero-nya, film reboot ini adalah film yang lebih menonjolkan sosok Bruce Wayne.

Jalan Cerita

Dimulai dari masa kecil Bruce Wayne yang berteman akrab dengan Rachel Dawes. Satu saat, Rachel menemukan mata anak panah kuno Indian di tanah keluarga Wayne. Bruce merebutnya dan berlari dari kejaran sahabatnya. Malang, ia terjatuh ke sebuah sumur. Di dalamnya, ternyata sumur itu terhubung ke sebuah gua kuno yang dihuni banyak kelelawar. Akibatnya, Bruce pun trauma dan mengidap phobia pada binatang malam itu.

Kenangan itu menghantuinya terus hingga Bruce dewasa. Ia terbangun di sebuah penjara di China dimana ia menghajar enam narapidana lain. Di sel isolasi, ia dikunjungi seseorang yang mengaku bernama Henri Ducard, utusan dari Ra’s al-Ghul seorang tokoh kriminal. Ia mengatakan Bruce akan dibebaskan keesokan harinya dan menawarinya untuk bergabung dengannya. Ducard juga mengatakan di kaki gunung ada bunga biru yang sangat langka, bila Bruce berhasil menemukannya dan membawanya ke puncak gunung, ia akan diterima sebagai murid Ra’s al-Ghul.

Di sana, ia belajar mengatasi ketakutannya pada kelelawar. Karena menurut Ducard ,”Untuk menguasai ketakutan orang lain, kita harus menguasai rasa takut kita sendiri.” Bruce pun terngiang saat ia diangkat ayahnya dari sumur yang penuh kelelawar. Ayahnya menanyakan pertanyaan retoris, “Untuk apa kita jatuh? Untuk belajar bangkit lagi.”

Satu saat, ia diajak orangtuanya untuk menonton opera. Sialnya, ceritanya mempertontonkan kelelawar sehingga trauma Bruce muncul. Ia pun meminta pulang lebih awal sebelum pertunjukan selesai. Mereka bertiga keluar lewat pintu belakang. Sialnya, di sana mereka dicegat perampok yang kemudian diketahui bernama Joe Chill. Meski sudah diberikan uang, perampok itu menginginkan kalung mutiara yang dikenakan ibu Bruce. Perampok itu menembak Martha Wayne, tepat saat itu Thomas Wayne menghalangi laju peluru. Tapi akibatnya keduanya tewas. Bruce dibawa ke kantor polisi. Di saat traumatis itu, seorang polisi berseragam bernama James Gordon menenangkannya. Ia menyampirkan mantel Thomas untuk menutupi tubuh Bruce yang menggigil. Kelak, James Gordon ini akan jadi sahabat Batman. Bruce pun diasuh oleh kepala rumah tangga yang setia, Alfred Pennyworth. Sementara itu Rachel pergi bersama ibunya keluar kota.

Kembali ke masa pelatihan di padepokan Ra’s al-Ghul, Bruce diajari cara mengatasi rasa bersalah dan amarahnya. Ia diberi pelatihan bela diri. Dari sinilah kelak Batman mendapatkan banyak ketrampilan dan keahlian. Termasuk pula ciri khasnya yaitu sarung tangan dengan gerigi tajam.

Seusai menjalani pelatihan di Himalaya, Bruce kembali ke rumahnya, Wayne Manor. Ia pulang untuk menghadiri sidang pembebasan bersyarat pembunuh orangtuanya. Saat itu sudah 14 tahun berlalu semenjak orangtua Bruce dibunuh. Joe Chill akhirnya dibebaskan lebih awal karena ia bersedia bersaksi untuk melawan pimpinan kelompok mafia Gotham city yang bernama Carmine Falcone. Karena kecewa pada keputusan pengadilan yang dipimpin Hakim Faden, Bruce membawa pistol dan berencana membunuh Joe Chill. Tapi ternyata ia dibunuh lebih dulu oleh anak buah Carmine Falcone.

Bruce yang dibawa oleh Rachel mengatakan ia senang Joe Chill tewas. Tapi Rachel malah marah. Ia membawa Bruce ke daerah kumuh Gotham city dan menunjukkan klub milik Carmine Falcone. Bruce mendatanginya namun cuma untuk dipermalukan.

Seusai ia diusir dari klub Carmine Falcone itulah Bruce mulai berkelana, mencuri hingga dipenjara. Ia mengalami petualangan sebagai orang miskin, dimulai dengan memberikan seluruh uangnya dan menukar mantelnya dengan seorang gelandangan.

Bruce lantas kembali ke padepokan Ra’s al-Ghul dan meneruskan pelatihan ninjutsunya. Ia berupaya keras mengendalikan amarahnya. Namun, saat pelatihan terakhir dan didapuk sebagai pemimpin, Bruce menolak saat diperintahkan membunuh seorang petani. Bruce tambah melawan saat Ra’s al-Ghul mengatakan ia akan ditempatkan di Gotham sebagai pemimpin pasukan kegelapan (League of Shadows). Dan tujuan mereka adalah menghancurkan Gotham karena dianggap sarang kejahatan.

Bruce tetap menolak dan malah menghancurkan padepokan sekaligus membunuh Ra’s al-Ghul. Akan tetapi ia menyelamatkan Henri Ducard yang menjadi gurunya selama ini. Bruce pun meninggalkan Henri Ducard pada seorang wanita penduduk asli. Bruce pun kembali ke Gotham dijemput oleh Alred dengan pesawat pribadinya. Di dalam pesawat, Alfred memberitahu bahwa wali yang mengendalikan Wayne Enterprises yaitu Earle mengubah perusahaan menjadi perusahaan publik. Saham milik Bruce akan dilikuidasi, namun sebelum pergi 7 tahun lalu, Bruce sudah menyerahkan sahamnya pada Alfred.

Di pengadilan, Rachel jengkel karena psikiater Dr. Jonathan Crane untuk ketiga kalinya menyatakan anak buah Falcone gila. Dan ia menyarankan sebagai ahli agar mereka tidak masuk penjara melainkan dirawat di Arkham Asylum miliknya. Carl Finch atasan Rachel mengingatkan agar gadis muda itu berhati-hati.

Dalam rapat direksi Wayne Enterprises, Earle meyakinkan agar mereka menerima kontrak pembuatan senjata. Ia tidak tahu kalau Bruce Wayne kembali dan ingin mengenal perusahaan yang didirikan ayahnya. Ia pun meminta agar dibawa ke Divisi Sains Terapan yang digawangi Lucius Fox. Kawan lama ayahnya ini dulu adalah anggota direksi, namun disingkirkan Earle. Di divisi inilah ia mendapati banyak peralatan prototype yang kelak akan digunakannya sebagai Batman, termasuk mobil canggih bernama Tumbler. Ia dibantu Alfred dan Fox mempersiapkan peran barunya itu.

Setelah siap, Batman pun merangsek ke dermaga pelabuhan tempat Falcone sedang bersiap menyelundupkan narkoba. Ia berhasil mengalahkan para mafia itu. ia lantas menemui Rachel dan memberikan bukti untuk bisa memenjarakan Falcone. Gordon yang saat itu sudah menjadi Sersan Detektif pun menemukan Falcone terantai di sebuah lampu sorot. Polanya di angkasa membentuk citra kelelawar. Meski begitu, Komisaris Loeb tidak senang pada tindakan yang dianggapnya main hakim sendiri itu.

Di kantor direksi Wayne Enterprises, Earle mendapat laporan salah satu kapal mereka diserang. Celakanya, isinya adalah senjata prototype. Pemancar gelombang mikro untuk menguapkan persediaan air musuh di perang gurun. Tentunya anak buah Ra’s al-Ghul yang merampasnya.

Saat menyerbu pelabuhan, Batman mendapati ternyata tidak semua narkoba ada di sana. Ia pun menengarai bahwa ada seorang detektif korup bernama Flass yang terlibat. Dari situ, ia mendapatkan informasi bahwa sisa narkoba dibawa ke Dr. Crane. Saat ia ke sana, ia kalah karena disemprot racun halusinogen. Ia diselamatkan Alfred dan Fox membuat penawar racunnya.

Atasan Rachel yaitu Finch pun curiga. Ia mendatangi pelabuhan karena muatan kargo yang dari Singapura hanya berisi 246, sesampai di Gotham bertambah jadi 247. Tapi ia ditembak. Sementara Fox malah dipecat oleh Earle saat ia bertanya mengapa sang CEO menanyakan apakah isi muatan berkode 47-B, 1-ME. Itu adalah pemancar gelombang mikro yang hilang.

Sementaraitu, Rachel mencoba mencari informasi langsung ke Arkham Asylum. Ia menghendaki agar psikiater kota Gotham diizinkan menginspeksi tempat itu. Akan tetapi ia dibius dan tak sadarkan diri. Bruce yang seharusnya menghadiri pesta ulang tahunnya sendiri di Wayne Manor malah menjadi Batman dan meluncur ke sana. Ia berupaya menyelamatkan Rachel setelah bertarung dengan Dr. Crane dan anak buahnya. Ia pun berpesan agar Rachel membawa penawar racun buatan Fox kepada Gordon.

Ia kembali ke Wayne Manor tepat waktu dan mengusir para tamunya pulang dengan tujuan menyelamatkan mereka. Karena di sana sudah ada Ra’s al-Ghul dan anak buahnya yang menunggu. Ia baru menyadari bahwa gurunya yaitu Henri Duncan itulah Ra’s al-Ghul asli, sementara yang diperkenalkan sebagai Ra’s al-Ghul cuma peniru (impersonator) untuk menyamarkan. Bruce pun berkelahi dengan mereka namun dapat dikalahkan sehingga rumahnya dibakar habis.

Ra’s al-Ghul melanjutkan aksinya untuk menghancurkan Gotham. Dimulai dari pulau Narrows lokasi Arkham Asylum dengan menguapkan air di sana. Untuk mencegah bencana meluas ke Gotham, jembatan penghubung ke pulau itu diangkat. Batman menyadari bahwa bencana tetap bisa meluas melalui monorail yang di bawahnya terdapat pipa air minum kota. Maka, ia pun mencoba mencegah Ra’s al-Ghul yang sudah mengangkut pemancar gelombang mikro itu. Dalam pertarungan, Batman mengalahkan Ra’s al-Ghul dan membiarkannya mati bersama kereta yang jatuh ke bawah tanah.

Batman menjadi pahlawan. Bruce pun membeli kembali Wayne Enterprises melalui perusahaan payung dan mengganti Earle dengan Fox. Gordon dipromosikan menjadi Letnan dan memutuskan bekerjasama dengan Batman. Ia memanggil Batman dengan lampu sorot, menunjukkan citra kelelawar di awan, inilah yang kemudian disebut Bat-signal. Saat Batman datang, Gordon menunjukkan ada penjahat gila lain yang senang meninggalkan tanda khusus: kartu Joker. Batman berjanji akan menyelidiki dan menghilang. Bersiap untuk sekuel berikutnya.

batman-begins-movie-poster-2005-1020292204

Kritik Film

Saya tidak akan berkomentar banyak. Film ini memang ditunggu pecinta film, terlebih lagi Batmania. Memuaskan karena ada banyak jawaban atas pertanyaan mengenai asal-muasal Batman dan kebiasaannya. Saat menyaksikan di bioskop, penonton akan terpukau pada kemegahan set kota Gotham hingga detail perlengkapan Batman. Tak mengecewakan bagi mereka yang menyukai fantasi. Namun saat menyaksikan kepingan cakram padatnya, ada beberapa bloopers yang terlihat. Tapi itu rasanya tak mengurangi kenikmatan menonton film karena cuma beberapa detik, malah mili-detik. Seperti di beberapa segment terlihat kota Gotham yang seperti lukisan, karena memang cuma matte. Juga adegan Bruce mengintai Rachel dari balik telepon umum saat sahabatnya itu mengkonfrontir Dr. Crane di pengadilan. Terlihat jelas Bruce ada di pinggir jalan, sementara Rachel masih ada di dalam gedung pengadilan yang tertutup. Pegimane ceritanye bise ngeliat tuh?

Saya pribadi sangat menyukai permainan Katie Holmes sebagai Rachel Dawes yang menggoda. Imut menggemaskan. Sementara Christian Bale yang didapuk sebagai Bruce Wayne dan Batman bermain cukup bagus. Karena di film ini ada empat karakter kepribadian yang dimainkannya. Sebagai Batman yang menggemparkan, playboy milyarder yang flamboyan, pemuda peragu dan Bruce yang sedang mencari jati dirinya dalam kemarahan. Tapi bagi saya pribadi yang gemar membaca komiknya sejak kecil, sosok Michael Caine sebagai Alfred Pennyworth-lah yang paling pas. Ia menggambarkan bukan hanya sebagai pembantu biasa, tapi juga asisten serba bisa dan pengasuh yang penyayang.

Jangan tanya soal efek khusus, dengan biaya US $ 150 juta sudah pasti digarap maksimal. Dan itu tak sia-sia karena pemasukan lebih dari US $ 374 juta mampu menutupinya. Penonton dibuat terkesan dengan Bat-mobile baru yang dimunculkan, yaitu kendaraan bernama Tumbler. Ini memang tidak ada di film-film Batman sebelumnya. Terkesan realistis dan nggak ngayal, membuat siapa pun yang ‘tahu mobil’ ingin memilikinya, seperti diucapkan Gordon saat melihatnya.

Pendek kata, film ini sangat asyik untuk dinikmati. Selain ada beberapa motivasi dan pelajaran hidup di dalamnya. Terutama saat Bruce masih kecil dan dalam gemblengan Ra’a al-Ghul di gunung. Bahwa kita harus mampu mengalahkan rasa takut kita agar bisa menemukan tujuan hidup.

Leave a Reply