Resensi Film-Bhayu MH

Batman: The Dark Knight Rises

Year : 2012 Director : Christopher Nolan Running Time : 165 mins. Genre : , , , , ,
Movie review score
4/5

Inilah sekuel terakhir dari trilogi Batman garapan sutradara Christopher Nolan. Ia berhasil menghidupkan Batman yang semula “komik banget” menjadi semacam “urban legend” kiwari. Dimulai dari Batman Begins, kemudian The Dark Knight dan diakhiri dengan The Dark Knight Rises. Rasanya, tak pernah Batman menjadi “sehidup” ini sebelum digarap oleh Nolan.

Di kisah ini, jagoan kita akhirnya bertemu lawan sepadan. Sosok yang sudah lama dipenjara dan nyaris dilupakan, kini menghantui kembali. Pasca kematian Jaksa Agung Harvey Dent di sekuel The Dark Knight, sudah delapan tahun kota Gotham aman tenteram. Itu karena Dent Act yang berhasil memenjarakan hampir semua penjahat terutama mafia. Hanya Batman dan Comissioner Gordon yang tahu kisah sebenarnya, bahwa Harvey Dent sebenarnya tidaklah semulia itu. Karena dialah sebenarnya The Two Face, penjahat musuh Batman yang nyaris menghancurkan Gotham city.

Sementara itu, Bane berhasil mengalahkan para penjaganya di pesawat dan kabur. Ia menghimpun kekuatan dengan tujuan membalas dendam pada Bruce Wayne. Bane adalah salah satu murid kesayangan Ra’s al Ghul, guru Bruce Wayne yang ternyata adalah penjahat yang berniat menguasai dunia. Pasca padepokannya di guunung berhasil dihancurkan Bruce, ternyata Liga Bayangan sebagai kelompok pengikutnya masih eksis.

Konflik meruncing dengan terlibatnya Selena Kyle alias Cat Woman yang mencuri kalung mendiang ibu Bruce, Martha Wayne. Ia juga mengambil sidik jari Bruce dengan tujuan untuk memfitnahnya. Ia menyerahkan cetakan sidik jari itu kepada Peter Stryver, asisten kompetitor bisnis Bruce yang bernama John Daggett. Kyle juga menculik seorang anggota Kongres, namun Stryver mengkhianatinya sehingga polisi bisa menemukan mereka. Tapi malang, Gordon malah sempat ditangkap Bane. Saat akhirnya lolos, Gordon diselamatkan John Blake, polisi patroli yang pernah mengenali Bruce sebagai Batman. Blake pun dipromosikan Gordon sebagai detektif.

Bruce mundur dari dunia, ia sangat berduka atas tewasnya Rachel Dawes kekasihnya. Bahkan perusahaannya pun tidak diurusi lagi dan ia menghentikan proyek reaktor fusi sehingga Wayne Enterprises merugi. Karena kuatir Daggett akan bisa mengambil alih perusahaannya, maka Bruce meminta Miranda Tate sebagai salah satu direksi mencegahnya.

Kyle sebagai Catwoman menemui Batman. Ia mengajaknya menemui Bane di sarangnya. Saat itu, Bane mengemukakan identitasnya sebagai murid Ra’s al Ghul. Tanp disadari Bruce, Bane sudah mempersiapkan segalanya. Bahkan Batcave pun dijebolnya hingga perlengkapan dan persenjataan Batman direbut. Batman dikalahkan dan dilucuti, Bruce kemudian dibuang ke penjara mengerikan di sebuah negara eks Uni Sovyet. Penjara itu terletak di sebuah lubang mirip sumur besar. Mustahil tampaknya lolos dari situ, karena satu-satunya jalan keluar adalah dengan memanjat dinding batu terjal dan tajam. Bruce pun memulihkan diri dan berlatih lagi di dalam penjara. Ia terinspirasi kisah seorang anak kecil yang konon mampu memanjat dinding itu dan meloloskan diri.

Pendek kata, Bruce berhasil memanjat keluar penjara dan kembali ke Gotham. Ia menghubungi teman-teman setianya untuk mempersiapkan diri melawan Bane. Maka Kyle, Tate, Gordon, Blake, Alfred Pennyworth dan tentu saja Lucius Fox bahu-membahu melawan Bane dan pasukan League of Shadows. Bane sementara itu berhasil memperdaya para polisi kota Gotham hingga seluruhnya terjebak di dalam gua-gua tambang. Kota Gotham minus perlindungan polisi dan Bane berhasil mengubah reaktor fusi milik Wayne Enterprises menjadi bom nuklir. Dengan bom itu ia mengancam Gotham agar tidak mendapatkan bantuan dari luar. Jembatan penghubung Gotham dengan kota lain dijaga.

Bane dan pasukannya meletuskan suatu revolusi sosial. Warga yang dianggap kaya ditangkapi dan dihukum mati, salah satunya dengan cara menyeberangi danau es yang sangat dingin. Pengadilan dipimpin oleh Dr. Jonathan Crane yang gila. Para napi di penjara Blackgate Penitentiary dibebaskan dan membuat Gotham kacau-balau. Akhirnya, para polisi berhasil dibebaskan oleh Kyle dan berhadapan dengan pasukan League of Shadows.

Batman pun berhadapan satu-lawan-satu dengan Bane. Tapi saat akan menang, Melinda Tate menusuknya. Batman kaget. Tate mengungkapkan bahwa dirinya sebenarnya adalah anak Ra’s al Ghul yang bernama Talia. Dan dialah, bukan Bane, yang memanjat naik penjara itu. Barulah setelah itu ia kembali menolong Bane yang telah menjadi pelindungnya selama di penjara. Jadi, mereka berdua sudah lama kenal dan saling menganggap saudara. Bahkan Talia sepertinya menjanjikan Bane sebagai suami.

Meski Bane kalah, Talia berusaha membawa lari bom nuklir dengan truk. Fox berusaha melacak dan akhirnya Talia berhasil dikalahkan dengan bantuan Kyle. Batman membawa bom yang sudah terpasang detonator waktunya itu menjauh dari Gotham dan akhirnya meledak di atas lautan. Diasumsikan Batman tewas sehingga ia pun dinobatkan sebagai pahlawan dan dibuatkan patungnya.

Di akhir film, rumah keluarga Bruce yaitu Wayne Manor dihibahkan kepada kota sebagai panti asuhan. Dan sisanya diwariskan kepada Alfred. Saat menyelidiki sisa-sisa The Bat, Fox menyadari bahwa fungsi auto-pilotnya yang rusak telah diperbaiki Bruce. Gordon juga menemukan bahwa Bat signal telah dibetulkan. Saat mengunjungi Florence-Italia, Alfred melihat Bruce sedang bersantai bersama Kyle. Di Gotham, Blake yang memutuskan pensiun dini sebagai polisi mencari jejak Batman dan berhasil menemukan Batcave.

Bagi saya, dari segi jalan cerita, film ini cukup rumit. Plotnya penuh kejutan. Apalagi penafsiran Nolan memang cukup bagus. Saya sangat suka adegan Bruce di penjara. Kisahnya menginspirasi untuk terus berjuang walau keadaan sesulit apa pun. Penampilan aneka kendaraan seperti Batmobile, The Bat aircraft dan Batpod-motorcyle-nya keren. Walau begitu, saya sepertinya agak tak ikhlas kalau harus memberi lima bintang. Karena ada beberapa kejanggalan. Sebutlah seperti saat pasukan polisi dan League of Shadows berhadapan, mereka malah tawuran dengan tangan kosong, padahal masing-masing pihak memegang senjata api. Toh, sebagai film yang berasal dari komik, tetap saja film ini mantap untuk dinikmati.

Leave a Reply