Resensi Film-Bhayu MH

Blitz

Year : 2011 Director : Elliott Lester Running Time : 97 mins. Genre : , ,
Movie review score
2/5

Jason Statham kembali bermain sebagai jagoan bertampang dingin. Ia berperan sebagai Sersan polisi bernama Brant yang keras dan gemar menyelesaikan masalah dengan kekerasan. Namun, ia sebenarnya andalan karena hampir selalu bisa menyelesaikan kasus. Dan kasus yang menjadi kisah film ini adalah pembunuhan sejumlah polisi. Dimulai dari wanita polisi bernama Sandra Bates (26 th) dari Camberwell, seorang polisi patroli, bahkan kemudian Chief Inspector Bruce Roberts.

Karena memerlukan keahlian dari polisi berpengalaman, Sersan Porter Nash dari West London Branch ditempatkan sebagai acting Inspector di Southeast division tempat Brant bekerja. Nash dan Brant kemudian bekerja sebagai satu tim membongkar misteri pembunuhan.

Si pembunuh yang haus publikasi konyolnya malah menelepon Harold Dunlop, seorang jurnalis dari The Post. Saat baru seorang polisi yang terbunuh, ia mengatakan akan membunuh 8 orang lagi. Bahkan ia meminta disebut dengan “The Blitz”, kependekan dari “Blitzkrieg” yang dalam bahasa Jerman berarti “serangan kilat”.

Sebenarnya, pembunuhnya sudah diketahui cukup cepat. Itu karena seorang gelandangan informan Brant malah berhasil melacak keberadaan mobil milik si pembunuh yang disimpan di tempat parkir. Sayangnya, saat ia baru saja mendapatkan uang dari Dunlop karena menjual ceritanya, ia malah dibunuh Barry Weiss, si pembunuh polisi.

Meski berhasil menangkap Weiss, karena kurang bukti justru ia harus dilepaskan. Dan ending film ini agak di luar dugaan karena tidak seperti diharapkan kebanyakan penonton yang pro keadilan.

Meski lumayan sebagai film drama-thriller, tapi film ini membosankan saat ditonton. Kecuali Anda penyuka detail seperti saya, kalau Anda menonton di bioskop mungkin akan meninggalkannya sebelum berakhir. Seperti Collateral (2004), film ini memotret hidup seperti drama apa adanya. Meskipun ini kehidupan polisi, tapi realitas yang ditampilkan seolah tanpa polesan. Tidak banyak adegan aksi apalagi baku-tembak, karena ini lebih mirip film-film Alfred Hitchcock.

Leave a Reply