Resensi Film-Bhayu MH

Contagion

Year : 2011 Director : Steven Soderbergh Running Time : 106 mins. Genre : , , , , , , ,
Movie review score
3/5

Film ini mengerikan, karena menceritakan bagaimana kiamat bisa terjadi karena virus yang gejalanya mirip influenza biasa.  Korban pertama bernama Beth Emhoff yang tewas setelah ia pulang dari perjalanan bisnis ke Hongkong. Saat ibunya dibawa ke Rumah Sakit dan meninggal di sana, putra bungsunya yang sempat melihat sang ibu sekarat di dapur rupanya terpapar virus yang sama. Saat Mitch ayahnya –suami Beth- tiba di rumah, anak itu sudah tewas dengan mulut berbusa. Di Hongkong sendiri, 10 warga sudah tewas karena virus yang sementara diduga sebagai Chrysantemum complex dengan gejala mirip SARS (Severe Accute Respiratory Syndrome).

Saat jenazah Beth diotopsi dan tulang tengkoraknya dibuka, dua dokter bedah kaget karena mendapati gejala yang belum pernah mereka lihat sebelumnya. Dengan segera CDC (Centers for Disease Control & prevention) pun bersidang, karena cuma dalam beberapa hari sudah ada beberapa penderita di Amerika Serikat. Laporan juga diterima dari Hongkong, China dan Monte Carlo bahwa ada korban dengan gejala serupa.

Pemerintah AS meresons serius dan cepat. Bahkan laporan sudah diberikan kepada WHO (World Health Organization) karena penyakit tersebut terjadi beberapa negara. Epidemic Intelligence Service officer Dr. Erin Mears  bekerja keras untuk mengungkapkan virus itu. Demikian juga Dr. Leonora Orantes yang melacak perjalanan Beth Emhoff termasuk ke Macao. Di Washington, Dr. Ellis Cheever pun berupaya melakukan upaya terutama di bidang diplomasi kebijakan. Pendeknya, semua pihak bekerja keras agar identitas virus itu terungkap dan penyebarannya bisa dieliminasi.

Ada pula seorang blogger bernama Alan Krumwiede yang peduli pada masalah kesehatan. Ia pun tertular penyakit itu dan mencoba zat kimia bernama forsythia. Ternyata, zat itu bisa menunda gejalanya. Karena pembaca blognya banyak, apotek pun diserbu penduduk yang merasa tertular, bahkan kemudian terjadi kerusuhan. Bahkan upaya pemerintah menyediakan virus MEV-1 pun sempat ditentang oleh Krumwiede. Dengan tersedianya anti-virus, seolah masalah selesai. Mitch sempat menemukan dokumentasi foto milik almarhumah istrinya. Dari situ, penonton tahu ada pembawa (carrier) penyakit yang tidak terdeteksi. Namun, sebenarnya sumber utama virus ini tidak diketahui oleh para karakter dalam film. Malah, penonton-lah yang diberi tahu di akhir film mengenai perjalanan virus yang melibatkan beberapa jenis binatang melintasi berbagai negara.

Film ini beralur cepat dan menegangkan. Penonton seakan diajak untuk ikut larut dalam keterbatasan waktu. Pemainnya banyak dan properti yang digunakan tak tanggung-tanggung, misalnya kendaraan militer bahkan stadion sepakbola. Ini tentu menunjukkan keseriusan pembuatnya. Hanya saja di sini tidak ada musuh, selain virus itu sendiri. Tidak ada zombie, alien atau hal-hal fantasi lain. Ini terasa sangat riil hingga bagi yang update berita dan situasi dunia, bisa tertular kecemasan. Karena apa yang diceritakan film ini sangat mungkin terjadi dalam situasi dunia saat ini. Hanya saja, bagi penikmat film aksi, menyaksikan film ini agak membosankan. Karena tentu tidak ada adegan tembak-menembak atau perkelahian.

Leave a Reply