Resensi Film-Bhayu MH

(Die Hard 5) A Good Day to Die Hard

Year : 2013 Director : John Moore Running Time : 97 minutes Genre : , , ,
Movie review score
3/5

Jalan Cerita

Aktor gaek Bruce Willis ternyata masih bertaji. Film yang lekat dengan dirinya sebagai detektif polisi bernama John Mc. Clane ini membuktikan ia masih mampu melakukan adegan aksi. Bagus sekali untuk orang seusianya. 

Kali ini John Mc. Clane melakukan perjalanan ke Russia untuk menyelamatkan putranya yang tengah ditahan karena melakukan pembunuhan. Rekannya Murphy di NYPD membantunya melacak putranya yang membunuh seorang boss mafia bernama Anton. Lucy putri tertuanya menginginkan ikut bersama ayahnya, tapi tentu saja John menolak.

Di Russia, seorang bernama Yuri Komarov ditahan karena dituduh mendalangi protes melawan pemerintah. Penuduhnya adalah calon Menteri Pertahanan, Viktor Chagarin. Sementara Jack Mc. Clane menawarkan kepada polisi untuk bersaksi melawan Yuri Komarov. Ia mengatakan Yuri Komarov menyewanya untuk membunuh Anton.

Saat John tiba di Russia, ia langsung menuju pengadilan Taganskaya. Diantar oleh sopir taksi yang baik hati sampai menggratiskan biayanya, kedatangannya tepat saat Yuri dan Jack dibawa masuk. John mengamati situasi dan melihat ada truk berlapis baja parkir di samping gedung pengadilan. Ia merasa aneh karena truk itu baru datang setelah kedua terdakwa masuk. Tiga mobil BMW menyusul masuk ke bagian belakang dan orang di dalam truk meledakkan ketiga mobil itu menggunakan detonator. Truk itu kemudian menurunkan segerombolan orang bersenjata lengkap dan masuk melalui lubang yang terjadi akibat ledakan.

Jack mengajak Yuri kabur. Karena para penyerbu adalah musuh Yuri. Namun saat ia keluar mengendarai van, John memergokinya. Yuri berupaya kabur, tapi kembali diyakinkan John untuk naik ke van. Para penyerbu mengejarnya. John memutuskan ikut membuntuti dengan truk. Saat Jack menghubungi pusat komando operasi untuk meminta penjemputan, diputuskan operasi batal karena ia terlambat 6 menit. Ia diperintahkan membawa Yuri ke rumah perlindungan. Namun, para penyerbu masih membuntuti. Mereka bahkan menembak truk yang ditumpangi John dengan RPG (Rocket Propeller Grenade). John lantas merampas sebuah jeep dan melanjutkan pengejaran. Saat sedang sibuk, Lucy putrinya menelepon. Agak ironis karena John sedang dalam situasi ‘hidup-mati’.

Van yang dikendarai Jack ditabrak oleh truk yang dikendarai Alik, pimpinan penyerbu. Tepat saat genting, John tiba dan menyeruduk truk itu hingga terguling. Jack yang semula hendak meninggalkannya akhirnya berbalik menjemput ayahnya. Saat tiba di rumah perlindungan, barulah John menyadari bahwa Jack adalah agen rahasia CIA. Mereka disambut oleh Mike Collins, rekan Jack yang rupanya mengenali John.

Rupanya CIA memerlukan file untuk menjatuhkan Chagarin. Yuri memilikinya namun ia mengkuatirkan keselamatan putrinya. Saat masih bernegosiasi, segerombolan orang bersenjata lengkap menyerbu. Collins tewas, memaksa John ikut baku-tembak. Mereka lantas meloloskan diri dan menuju Hotel Ukraina, tempat kuncinya disimpan.

Mereka sempat berhenti untuk beristirahat di sebuah mal. Saat Jack pergi, John berbincang dengan Yuri sebagai sesama ayah. Yuri menyebut Jack “krutoi”, bahasa Russia yang berarti “tangguh”. John dan Yuri sama-sama menyesali sedikitnya waktu yang diluangkan sewaktu anak mereka kecil. Tanpa mereka ketahui, pembicaraan itu didengar oleh Jack. Saat Jack bingung mencari jalan masuk, John menyogok salah satu petugas hotel untuk mendapatkan kartu akses.

Mereka lantas bertemu Irina Solnyschka  –putri Yuri- di balairung hotel. Namun, putrinya itu ternyata mengkhianati ayahnya dan menodongkan senjata ke kepalanya. Ia datang bersama Alik dan gerombolannya. Yuri dibawa pergi oleh Irinia. Namun saat Alik hendak membunuh John dan Jack, ternyata Jack membawa pisau Russia HPC-2 yang biasanya dipakai untuk bayonet. Ia bisa memutus zip-tie yang mengikat mereka. Keduanya lantas melawan dan terjadi baku-tembak. Yuri kabur bersama Irina dan beberapa anak buahnya dengan helikopter militer Russia Mil Mi-24. Anak buah Yuri yang tersisa di dalam balairung tewas, tapi Yuri dengan helikopternya berputar untuk menembaki John dan Jack. Mereka berdua lantas melompat ke sebuah struktur penopang pekerja bangunan dan berhasil meloloskan diri.

Saat beristirahat itulah Jack mengungkapkan dokumen yang dipegang Yuri sangat penting untuk menjatuhkan Chagarin. Itu karena Chagarin memiliki akses ke senjata pemusnah massal dan terorisme. Bahkan meledaknya Chernobyl disebut sebagai percobaan senjata yang gagal.

Mereka berdua lalu mencuri mobil mewah dari parkir sebuah klub tempat berkumpul para petinggi Chechnya. Di bagasinya penuh senjata karena pemilik klub tak ingin senjata dibawa masuk. Dengan mobil itu mereka menuju ke Chernobyl. Itu karena sebelumnya Yuri mengatakan dokumen yang mereka inginkan ada di Prypiat, Chernobyl di Ukraina.

Di dalam bangunan di kota yang telah ditinggalkan karena ledakan reaktor nuklir itu, ternyata Irina dan Yuri telah merencanakan sesuatu yang besar. File untuk mengkhianati Chagarin ternyata tak pernah ada. Itu hanya siasat mereka untuk merampas uranium yang tersisa di reaktor tersebut yang standarnya cukup untuk senjata. Alik pun dibunuh Yuri, lantas ia menelepon Chagarin untuk memberitahukan bahwa ia merencanakan semuanya. Chagarin sendiri lantas dibunuh oleh anak buah Yuri.

Mc.Clane anak-beranak heran mengapa begitu banyak truk yang datang. Padahal katanya yang diambil hanya file. Mereka baru sadar bahwa Yuri telah menipu mereka. Keduanya pun masuk dan menangkap Yuri. Irina dan anak buahnya mencoba membantu. Tapi saat akan kabur, tentu dihalangi oleh Mc.Clane. Jack mengejar Yuri dan John mengejar Irina yang lari dengan helikopter Mil Mi-26. Ia menembakkan cannon ke arah Jack untuk membantu ayahnya. John berupaya menghalangi dengan mengemudikan sebuah truk. Jack yang hendak dibunuh Yuri malah berhasil membunuhnya dengan mengarahkannya ke putaran baling-baling rotor belakang helikopter. Marah atas kematian ayahnya, Irina berupaya menabrakkan helikopter itu sebagai aksi bunuh diri. Tapi baik John maupun Jack berhasil lolos dan selamat, dan justru Irina yang tewas.

Dalam epilog film, sekembalinya ke New York, mereka sekeluarga kembali berkumpul. John, Jack dan Lucy. Jack pun sadar bahwa ayahnya telah berupaya memberi yang terbaik untuk keluarganya.

Kritik Film

Dengan teknologi perfilman ditunjang teknologi informasi semaju sekarang, sulit untuk membuat film yang “wow”. CGI (Computer Graphic Imagery) seolah adalah solusi dari segalanya. Namun, film ini berhasil memberi kejutan. Adegan-adegannya dahsyat dan keras. Begitu nyata hingga penonton akan terbelah dua: antara kagum dan ngeri. Walau bisa jadi tetap ada rekayasa grafik, namun terlihat kalau banyak adegan diambil langsung di lapangan.

Dengan genre “jagoan pasti menang” sudah pasti penonton tak perlu kuatir. Sesulit apa pun kondisinya, jagoan akan selamat. Meski bagus juga di film ini diceritakan di beberapa bagian mereka bisa babak-belur juga. Adegan kejar-kejaran di jalan antara Jack, Alik dan John adalah yang paling top. Saya sampai terlongong-longong melihatnya. Keren banget!

Kalau ada yang kurang adalah justru peran Irina yang tidak dieksplorasi. Tidak ada romansa pula di film ini. Padahal, penonton –terutama pria- pasti ingin menikmati lebih jauh keeksotisan Yulia Snigir. Keterlibatan CIA juga cuma diperlihatkan selintas di awal film. Tidak terlihat kedigdayaan agensi rahasia negara super-power itu. Selebihnya cuma one man show –eh two man ding– saja.

Walau begitu, saya tetap memberi nilai lumayan untuk film ini. Cukup sayang kalau dilewatkan. Termasuk pula kita bisa melihat pemandangan Moskow yang tentu termasuk jarang tampil di film Hollywood.

 

Leave a Reply