Resensi Film-Bhayu MH

Fast & Furious 6

Year : 2013 Director : Justin Lin Running Time : 130 minutes Genre : , , , , , , ,
Movie review score
3/5

Film ini merupakan satu dari sedikit serial film bertemu racing (balap). Pertama kali rilis di tahun 2001, serial Fast & Furious (FF) kini sudah mencapai 6 seri dan direncanakan akan terus berjalan. Bagi penyuka balap dan mobil-mobil keren, film ini akan memanjakan minat kita. Tapi bukan mobil keren ala James Bond yang selalu menggunakan mobil sponsor terbaru ,film ini justru menggunakan aneka mobil berbagai tahun yang “dioprek”. Khas anak-anak balapan liar.

Bila di seri film pertama hingga keempatnya Dominic Toretto (Vin Diesel) sekedar bertarung melawan rekan-rekannya sesama pembalap, sejak FF-5 ia dan timnya memiliki misi tertentu. Di film ini, mereka bertarunguntuk melawan geng lain pimpinan Owen Shaw.

Film dimulai dengan Dom –panggilan “gaul” Dominic Toretto- dan Brian O’Conner (Paul Walker) memacu kendaraannya di jalan pegunungan yang berliku. Mereka berdua menuju ke sebuah biara, dimana mereka disambut oleh Elena dan dua orang biarawati. Ternyata disanalah Mia dirawat dan baru saja melahirkan seorang putra yang kemudian diberi nama Jack. Bumper film yang tampil setelahnya memberikan sedikit kilas-balik (flash back) dari sekuel film sebelumnya, FF-5.

Penonton diasumsikan telah menonton sekuel sebelumnya dimana Dom dan kelompoknya melakukan aksi perampokan di Rio de Janeiro. Perampokan yang sangat sukses dimana mereka berhasil menggondol brankas berisi emas senilai ratusan juta dollar milik mafia. Hasil itu membuat mereka merencanakan pensiun. Dom mendapatkan kekasih baru yaitu Elena Neves (Elsa Pataky), setelah kekasihnya sesama pembalap Letty Ortiz (Michelle Rodriguez) diduga tewas dalam FF-4. Sisa anggota geng Dom pun hidup dalam kenyamanan.

Di Moskow, terjadi perampokan besar. Sebuah konvoi militer Russia diserang. Sebuah komponen satelit dicuri dan penghadangan itu hanya perlu waktu 90 detik. Agen khusus Luke Hobbs (Dwayne “The Rock” Johnson) yang merupakan agen Diplomatic Security Service (DSS) –ini lembaga fiktif- ditugaskan untuk menyelidiki. Ia dibantu oleh Riley Hicks (Gina Carano) lulusan terbaik akademi yang baru bergabung dengannya setelah berbagai penugasan mengesankan termasuk di Afghanistan. Hobbs mendapatkan kabar bahwa Interpol berhasil menangkap salah satu anggota kelompok penyerang. Maka, ia dan Riley pun menuju London untuk menginterogasinya dengan cara yang brutal.

Hobbs mencari Dom untuk memintanya bergabung dengan Emergency Response Team. Ia menemuinya di villa mewahnya. Dom tinggal bersama Elena yang di FF-5 adalah agen yang bekerja di bawah Hobbs, namun membelot setelah membantu Dom melakukan kejahatan. Untuk menarik perhatian Dom agar mau membantunya, Hobbs menyerahkan foto pengintaian seminggu sebelumnya yang menunjukkan Letty ternyata masih hidup.

Dom pun mengumpulkan timnya yang terserak di berbagai penjuru dunia. Ia menelepon Tej Parker (Chris Bridges) berada di kampung halamannya, juga Roman Pearce (Tyrese Gibson) yang sedang terbang dengan jet pribadinya bertuliskan “It’s Roman, Bitch!” Han Seoul-Oh (Sung Kang) bersama kekasihnya Gisele Yashar (Gal Gadot) di Tokyo malah dijemput oleh sekelompok polisi. Dan terakhir Dom menemui sendiri adik kandungnya Mia Toretto (Jordana Brewster) yang hidup damai bersama suaminya Brian O’Connner dan putranya yang baru lahir.

Kepada tim yang berkumpul di tempat persembunyian mereka, Hobbs mengutarakan mengenai kejadian di Moskow. Ia menerangkan tersangkanya yang jadi sasaran mereka adalah Owen Shaw (Luke Evans),seorang mantan Mayor di pasukan khusus Inggris: Special Air Services (SAS). Ia meminta Dom dan timnya untuk ikut dalam Emergency Response Team untuk memburu Shaw. Itu karena selain merampok di Moskow, ia juga telah melakukan satu perampokan lain. Diduga Shaw sedang membangun Nightshade Device, sebuah ICBM (Inter Continental Ballistic Missile) berteknologi modern yang mampu mematikan sistem pertahanan militer selama 24 jam. Ini tentu berbahaya bila jatuh ke tangan teroris. Hobbs juga mengungkapkan lagi kemungkinan masih hidupnya Letty yang diduga tewas dalam FF-4. Tej meminta syarat tambahan kepada Hobbs: pengampunan penuh dari pemerintah atas status kriminal mereka. Hobbs pun akhirnya setuju.

Tim Dom pun beraksi kembali. Tangkapan Interpol yang diinterogasi Hobbs dilepaskan agar membawa mereka kepada Shaw. Ia menemui Shaw di tempat persembunyiannya, namun Shaw menyadari jebakan itu dan membunuhnya. Upaya penangkapan oleh polisi London dan tim Dom gagal. Itu karena Shaw memiliki dua mobil balap modifikasi yang berhasil mengalahkan mereka. Di samping itu, Shaw dibantu oleh Vegh (Clara Paget) yang mengendarai mobil serupa dengan Shaw. Sementara itu Dom yang memburu Letty malah kemudian ditembak oleh kekasihnya yang mengalami amnesia. Peluru yang menembus dada kanan Dom itu berjenis 5.45 X 18 mm FMJ pistol bullets Spitzer yang ditembakkan dari satu jenis pistol khusus bernama PSM.

Tim Dom kemudian berbagi tugas. Hobbs dan Tej mencari mobil untuk mereka gunakan, dan Tej membeli dari pelelangan mobil-mobil sport keren. Han, Roman, Riley dan Gisele melacak bengkel yang mampu membuat mobil yang dikendarai Shaw. Pemilik bengkel menekan tombol telepon genggamnya yang dibiarkan menyala saat Riley dan Gisele bicara dengannya. Telepon itu diterima oleh Jah (Joe Taslim) yang kemudian mengangsurkannya kepada Shaw. Sementara itu Dom dan Brian mencari penjual pistol PSM yang digunakan Letty. Letty yang kini bekerja untuk Shaw datang bersama Jah dan seorang pria kulit hitam lainnya. Mereka menembaki bengkel tempat Gisele dan Riley sedang menginterogasi pemiliknya. Pemilik bengkel kemudian tertembak dan dari mulutnya didapatkan satu nama pemesan mobil-mobil itu: Arturo Braga (John Ortiz).

Adegan selanjutnya terjadi kejar-mengejar dan baku-hantam antara anggota kelompok Dom dan Shaw. Bagi orang Indonesia, di segmen ini aktor Indonesia Joe Taslim unjuk kemampuan laganya dengan berkelahi melawan Han dan Roman sekaligus. Dan ia menang. Letty juga menang melawan Elena sehingga keduanya bisa meloloskan diri.

Kembali ke markas masing-masing, tim Shaw maupun Dom berkonsolidasi. Gisele memberikan informasi tentang Braga yang ternyata mantan bosnya yang merupakan kepala mafia Meksiko. Brian juga memberitahu bahwa Braga kini dipenjara  di Los Angeles karena Brian menangkapnya. Dari koneksi Braga itulah diketahui bahwa Letty bekerja untuknya, dan Braga bekerja untuk Shaw. Maka ketika Braga dipenjara, maka Letty pun membantu Shaw. Dengan bantuan temannya Stasiak (Shea Whigham) yang masih jadi agen FBI, Brian menyusup ke dalam penjara untuk mengorek informasi dari Braga. Ia berhasil melacak niat Shaw.

Dom meminta Han mencari lokasi balapan liar di London. Setelah ditemukan, ia pun turun ke sana dan menantang Letty balapan. Di saat itulah Dom memberikan informasi  kepada Letty sendiri mengenai siapa sebenarnya dirinya.

Di bawah komando Hobbs mereka bergerak untuk mencegah Shaw mencuri chip komputer tersebut. Penyelidikan menunjukkan bahwa kemungkinan besar Shaw akan menyerang basis militer NATO di Spanyol. Karena chip itu akan dibawa ke sana. Maka, adegan aksi yang merupakan klimaks film ini pun berlangsung. Di sini tampak adegan dahsyat yaitu tank militer curian Shaw yang dikendarai Jah melindas mobil-mobil di jalan tol Spanyol. Menurut kisah behind the scene yang saya baca, adegan itu riil dengan menggunakan tank betulan melindas sekitar 250 mobil betulan! Jadi bukan rekayasa dengan CGI!

Ketika Shaw akhirnya ditangkap, cerita seolah berakhir. Tapi ia rupanya menyandera Mia yang membuat mereka terpaksa melepasnya pergi bersama chip komputer. Agen Riley malah berkhianat dan ikut pergi bersama Shaw. Shaw dan Riley yang pergi dengan jip tidak dibiarkan oleh Dom dan kawan-kawannya. Tanpa diduga, ia merencanakan pelarian dengan mencoba menaikkan mobilnya ke pesawat kargo militer buatan Russia An-21. Di sini aksi seru kembali terjadi untuk mencegah Shaw kabur. Dalam usaha itu, Gisele terjatuh dari atas mobil yang tergantung kabel ke pesawat saat mencoba menyelamatkan Han dari Klaus (Kim Kold). Pengorbanan itu tak sia-sia karena pesawat itu berhasil digagalkan terbang dan jatuh terbakar.

Di akhir film, Dom dan timnya berkumpul untuk merayakan keberhasilan mereka dengan pesta barbeque. Elena yang sempat mendampingi Dom memilih kembali bertugas sebagai agen bersama Hobbs. Tentu karena ia melihat Dom sudah mendapatkan kembali kekasihnya Letty. Pada  post credit title, aktor laga Jason Statham terlihat tampil cameo. Menandakan akan adanya sekuel berikutnya untuk serial laris ini.

Bagi saya, sekuel FF-6 ini kurang menantang. Tidak ada hal baru selain keterlibatan tank dan pesawat militer besar dalam aksi kejar-mengejar. Banyaknya karakter juga membuat bingung. Apalagi bagi penonton yang tidak mengikuti sekuel sebelumnya. Lha wong yang mengikuti saja bisa lupa jee. Biar begitu, karakterisasi cukup tergali. Walau seringkali diceritakan cuma dengan narasi saja. Misalnya saja tentang apa-siapanya Shaw, didapat penonton cuma dari briefing Hobbs kepada tim Dom di awal film. Bagaimana dia dari seorang tentara berubah menjadi penjahat, tidak jelas. Akar film ini yang menunjukkan kecepatan dan aksi dari balapan liar juga tidak terlalu tampak. Film ini malah seperti jadi film aksi kriminal perampokan (heist movie) alih-alih film tentang balap. Saat saya membaca referensi, rupanya ini memang disengaja untuk meraup pasar penonton lebih luas. Alurnya cepat dan jalan ceritanya ketat, sehingga bagi penonton yang kurang konsentrasi menyimak bisa kehilangan momentum.

Bhayu

One Response so far.

  1. Marcus S says:

    Scene-nya Joe Taslim lumayan… tapi kok saya nggak nemu perkataan bahasa Indonesianya ya? Soalnya pas wawancara di infotainment kan ada….

Leave a Reply