Resensi Film-Bhayu MH

Gone

Year : 2012 Director : Heitor Dhalia Running Time : 95 minutes Genre : , , , , , , ,
Movie review score
1/5
Pemeran Karakter
Amanda Seyfried Jill Conway
Daniel Sunjata Sgt. Powers
Jennifer Carpenter Sharon Ames
Wes Bentley Det. Peter Hood
Sebastian Stan Billy
Katherine Moennig Det. Erica Lonsdale
Michael Paré Lt. Ray Bozeman
Joel David Moore Nick Massey
Nick Searcy M. Miller
Hunter Parrish Trey
Emily Wickersham Molly Conway
Socratis Otto Jim LaPointe (Digger)
Jordan Fry Jock
Ted Rooney Henry Massey
Amy Lawhorn Tanya Muslin
Susan Hess Dr. Mira Anders
Jeanine Jackson Mrs. Cermak

Jalan Cerita

Jillian “Jill” Conway tinggal di Portland, negara bagian Oregon di Amerika Serikat. Bersamanya juga ada saudarinya Molly, seorang mahasiswi. Jauh sebelummnya, Jill pernah diculik oleh seorang pembunuh berantai yang menaruhnya di dalam lubang vertikal di satu tempat di dalam Portland Forest Park yang luasnya 5.100 hektar. Jill menemukan sisa-sisa mayat manusia, dan menggunakan potongan tulang untuk menusuk penculiknya serta melarikan diri dari lubang menggunakan tangga tali penculiknya. Ketika kepolisian Portland tidak mampu menemukan lubang itu, dan mengetahui bahwa Jill telah pernah berobat ke institusi psikiatri setelah kematian orangtuanya, mereka justru percaya bahwa penculikan itu hanyalah khayalan di kepala Jill belaka. Mereka malah mengirim Jill kembali ke fasilitas psikiatri.

Setahun kemudian, Jill bekerja sebagai pelayan di sebuah restoran setempat di sisi sebuah pemakaman. Dia dan seorang rekannya Sharon Ames mendapatkan tip yang besar dari seorang pelanggan. Sepulangnya ke rumah dari bekerja, Jill terkejut mendapati Molly hilang. Ia ingat adiknya itu akan menghadapi ujian esok harinya dan meminta Jill membangunkannya lebih pagi. Pacar Molly yang bernama Billy mengatakan kepada Jill bahwa ia juga belum mendengar kabar dari Molly. Ia juga memberikan informasi bahwa Molly tidak muncul saat ujian. Jill merasa yakin bahwa pembunuh berantai yang pernah menculiknya kini telah menculik Molly.

Ketika melapor kepada polisi, mereka justru tidak percaya kepadanya. Letnan Ray Bozeman, Sersan Powers dan Detektif Erica Lonsdale semuanya mengabaikan klaimnya. Mereka malah mencari-cari dalih lain penyebab hilangnya Molly, menuduh semua itu cuma khayalan Jill belaka. Tetapi seorang detektif pembunuhan baru bernama Peter Hood mengatakan pada Jill kalau ia percaya padanya. Ia memberikan Jill kartu namanya bila sewaktu-waktu Jill perlu bantuannya.

Jill berkeliling menanyai tetangganya dan ada yang ingat melihat sebuah mobil van dengan nama perusahaan pembuat kunci terparkir di depan rumahnya pada tengah malam. Jill menemukan perusahaan itu dan bicara dengan pemiliknya Henry Massey serta pengemudinya yang ternyata putranya sendiri bernama Nick. Mereka berdua menyangkal mengetahui sesuatu, membuat Jill membobol van dan menemukan bon dari toko peralatan. Ia curiga melihat daftar belanjaan di sana. Ketika Nick datang, Jill menodongnya dengan pistol dan memaksanya mengungkap apa yang terjadi. Akhirnya Nick mengakui bahwa pada malam itu van tersebut disewa seorang lelaki. Ia mengatakan pria penyewa itu bernama “Digger”.

Nick lantas melaporkan penodongan dirinya dengan pistol kepada polisi. Mendapatkan laporan itu, polisi justru hendak menahan Jill, apalagi mengingat riwayatnya yang pernah berobat ke psikiater membuat dia tidak boleh memiliki senjata api. Jill meneruskan penyelidikannya ke toko peralatan dan mengetahui bahwa nama asli Digger adalah Jim La Pointe. Ia juga berhasil menemukan tempat tinggalnya di sebuah hotel untuk para pejalan. Setelah berhasil menghindari kejaran polisi, Jill segera menuju ke hotel tersebut. Setelah mendobrak masuk ruangan LaPointe, Jill menemukan peralatan seperti lakban dan makanan binatang yang pernah diberikan penculiknya dulu, dan sekotak korek api dari tempat Jill bekerja.

Jill lantas mengunjungi Sharon teman kerjanya. Terungkaplah bahwa LaPointe adalah pemberi tip murah hati yang biasa datang untuk makan malam. Sharon memberikan nomor telepon LaPointe kepada Jill. Ia pun setuju meminjamkan mobilnya kepada Jill karena tahu temannya itu dikejar polisi. Dengan sengaja, Jill menelepon LaPointe yang ternyata sudah menunggunya. Pria itu memberikan lokasinya di sebuah tempat dalam Forest Park. Jill menemukan sebuah situs kemah kecil dimana di dalamnya ia menemukan foto-foto para korban LaPointe sebelumnya. Pada saat bersamaan, Molly berhasil melepaskan lakban yang mengikat tangannya dan meloloskan diri. Tetapi ia menyadari bahwa ternyata ia ditahan di bawah rumahnya sendiri selama ini. Powers dan Lonsdale yang menemuinya terkejut mendengar cerita Molly. Mereka akhirnya percaya bahwa Jill benar dan tidak berkhayal. Dugaannya saat itu Jill sedang menemui si pencuilik tetapi tidak diketahui lokasinya.

Di hutan, Jill menemukan lubang dimana LaPointe pernah menahannya. Tiba-tiba, LaPointe muncul dari sebuah tempat persembunyian dan menyergap Jill, menariknya ke dalam lubang. Pria itu berusaha membunuh Jill dengan potongan tulang yang pernah digunakan Jill untuk menusuk dirinya saat melarikan diri dahulu. Dalam perkelahian, Jill mencabut revolver-nya dan menembak LaPointe. Dengan susah payah Jill mendaki naik ke atas lubang, sementara LaPointe berupaya menangkap kakinya dan menariknya turun kembali.

Meski sulit, Jill berhasil naik dan menarik tangga tali yang ada, menjebak LaPoiinte di dalam lubang. Berbalik dalam posisi mengancam, Jill meminta LaPointe memberitahukan dimanakah Molly berada dengan janji tidak akan menembaknya. Pria itu mengungkapkan bahwa Molly diikatnya di ruang bawah tanah rumahnya sendiri. Ia pun mengaku menggunakan Molly hanya sebagai perangkap untuk memancing Jill. Marah, Jill menuangkan bensin ke dalam lubang. Ketika LaPointe memohon agar Jill menepati janji untuk tidak membunuhnya, dengan enteng Jill menjawab, “Aku bohong” dan menjatuhkan lentera ke dalam lubang. LaPointe pun terbakar dan tewas. Jill membuang revolver-nya dan pulang ke rumah. Menemukan Molly baik-baik saja bersama polisi.

Ketika Molly ketakutan pada kemungkinan kembalinya si penculik, Jill menenangkannya dan berkata bahwa LaPointe telah mati. Ketika Power bertanya tentang pria yang ditemuinya, secara sinis Jill menjawab, “Itu cuma khayalanku.”

Beberapa waktu kemudian, di kantornya Bozeman menerima paket tanpa nama pengirim. Di dalamnya ada foto-foto para korban LaPointe termasuk Jill. Disertakan pula sebuah peta yang menunjukkan satu lokasi di dalam Forest Park dimana polisi bisa menemukan lubang tempat LaPointe dan para korbannya berada. Menyadari bahwa selama ini ia telah salah tentang Jill, Bozeman memanggil Powers dan memerintahkannya untuk membuka kembali semua kasus wanita hilang yang mereka terima laporannya.

Kritik Film

Ide film ini bagus, tetapi ada banyak sekali kelemahan dalam eksekusinya. Sebagai pembanding, film dengan tema penculikan terbaik menurut saya adalah serial franchise film Taken (2008,2012,2014). Pemilihan aktor Liam Neeson sebagai eks agen CIA Bryan Mills begitu kuat.

Sementara di film ini sebaliknya, karakter Jill Conway yang diperankan Amanda Seyfried terasa gamang, atau istilahnya ‘nanggung’. Ia adalah korban selamat dari penculikan, tetapi tidak setegar karakter yang dimainkan Gillian Anderson di Closure (2007).

Begitu gampangnya polisi menuduh Jill sebagai pengkhayal tanpa mengecek lebih dulu latar belakang ceritanya juga agak menyalahi prosedur di dunia nyata. Secara paradoks, Jill malah begitu mudahnya melakukan penyelidikan dan menemukan pembunuhnya. Terlepas dari si pembunuh memang ingin menjebak Jill yang berhasil kabur dari genggamannya, tetapi cara Jill menemukan perusahaan pembuat kunci yang mobil vannya dilihat tetangga terlalu mudah.

Alur film yang menampilkan adegan saat Jill diculik secara flash-back terlalu tidak jelas. Tidak menampilkan ketakutan dan penderitaan korban sebagaimana halnya dalam serial Saw (2004,2005,2006,2007,2008,2009,2010) atau mnimal P-2 (2007).

Sepertinya, film ini juga gagal di pasaran. Pendapatannya hanya US$ 18 juta-an saja. Tidak diketahui berapa persisnya biaya produksinya. Tetapi rasanya lebih daripada itu mengingat lokasi pembuatan film yang di beberapa tempat termasuk di hutan. Saya sangat tidak merekomendasikan film ini, Jelek!

Leave a Reply