Resensi Film-Bhayu MH

Her

Year : 2013 Director : Spike Jonze Running Time : 126 minutes Genre : , , , ,
Movie review score
3/5

Theodore Twombly (Joaquin Phoenix) merupakan seorang pria yang pemalu, introvert, dan penyendiri. Ia bekerja sebagai penulis surat puitis romantis bagi mereka yang kesulitan mengungkapkannya. Kesepian, ia lantas membeli sistem operasi (Operating System=OS) komputer yang memiliki kecerdasan buatan. OS itu diberi nama OS 1 buatan Element Software. Begitu canggihnya, hingga mampu beradaptasi, mengembangkan diri dan menyerap pengetahuan berdasarkan pengalaman seperti manusia. Seusai instalasi,  Theodore ‘berkenalan’ dengan OS-nya yang menamai dirinya sendiri “Samantha”. Komunikasi antara mereka seperti dua manusia yang sedang bercakap-cakap melalui telepon.

Kepada Samantha-lah Theodore akhirnya menceritakan berbagai hal dalam hidupnya. Mereka berdiskusi soal cinta, manusia dan kehidupan. Tanpa diduga, Samantha memiliki kemampuan belajar dan mengembangkan diri begitu hebat. Sehingga secara psikologis ia seolah bertumbuh dan menjadi seperti manusia. Theodore misalnya mengajari Samantha mengenai “perasaan kehilangan”.

Saat itu, Theodore memang tengah berjuang melawan kondisi hidupnya. Ia tengah hancur karena di ambang perceraian dengan istrinya Catherine. Padahal, dialah cinta pertamanya karena mereka berdua adalah teman bermain sejak kecil. Theodore masih menolak menandatangani surat perceraian karena tidak mau melepaskan Catherine.

Samantha meyakinkan Theodore agar menerima sebuah rencana “kencan buta” dari rekan kantornya. Awalnya kencan berjalan lancar saat mereka bertemu di restoran. Sesuai tradisi di barat, apabila saat kencan keduanya saling menyukai, maka akan dilanjutkan dengan seks. Sang wanita menanyakan komitmen Theodore saat mereka berciuman. Ketika Theodore memberikan jeda saat menjawab, sang wanita menganggap itu merupakan tanda keberatan atau malah penolakan. Maka, ia pun meninggalkan Theodore termangu.

Setibanya di rumah, Theodore menceritakan hal itu kepada Samantha. Sang OS malah menanyakan bagaimana hubungannya dengan Amy. Theodore menjelaskan bahwa mereka hanya sahabat walaupun pernah berkencan singkat sewaktu kuliah. Amy sendiri menikah dengan Charles sehingga mereka bertiga pun kemudian bersahabat.

Tanpa diduga, Amy kemudian bercerai dengan Charles. Saat saling ‘curhat’, Amy mengungkapkan bahwa ia menjadi dekat dengan OS yang dtinggalkan Charles. Sebaliknya, Theodore mengungkapkan bahwa dia sendiri malah berkencan dengan OS-nya.

Ketika Theodore menemui Catherine di sebuah restoran untuk menandatangani surat perceraian, ia menyebutkan tentang Samantha. Mengetahui Samantha hanyalah sebuah aplikasi OS dalam komputer, Catherine pun mendebatnya.

Samantha kemudian menyarankan sebuah tindakan aneh, yaitu menggunakan tubuh manusia yang berpura-pura sebagai dirinya. Seorang wanita bernama Isabella datang. Walau Isabella sudah berusaha keras, tapi kemudian Theodore menolaknya karena merasa aneh. Hal itu menimbulkan ketegangan antara dirinya dan Samantha.

Theodore mengutarakan masalahnya kepada Amy, bingung atas hubungannya dengan Samantha. Karena Amy juga mengembangkan hal serupa dengan OS-nya, maka ia menyarankan Theodore untuk menikmati dan melanjutkan hubungan itu.

Tapi kemudian hubungan mereka kembali menegang saat Samantha menjalin hubungan dengan sesama OS, tapi berjenis kelamin pria. OS lawan jenisnya itu mengambil karakter dan kepribadian seorang filsuf Inggris bernama Alan  Watts. Theodore cemburu dan kemudian jadi panik ketika Samantha mendadak offline dan tak bisa dihubungi.

Ketika sampai di rumah, ia berkali-kali mencoba menyalakan komputer pun Samantha tetap offline. Sampai beberapa jam kemudian barulah Samantha online kembali dan menyapa. Sang OS beralasan ia tengah bergabung dengan para OS lainya untuk sebuah peningkatan kapasitas atau upgrade. Ketika Theodore menanyakan apakah Samantha berinteraksi dengan OS lain, Samantha menjawab secara mengejutkan. OS-nya itu mengakui ia berinteraksi dengan 8.316 OS lain dan jatuh cinta kepada 641 di antaranya. Hal itu membuat Theodore kecewa. Tapi Samantha bersiteguh bahwa hal itu tidaklah mengubah cintanya kepada Theodore.

Beberapa waktu kemudian, Samantha menuturkan keputusan para OS untuk pergi dari kehidupan manusia dan mengeksplorasi eksistensi diri mereka sendiri. Samantha beralasan bahwa kemampuan belajar para OS dan persepsi yang berkembang membuat para OS tidak puas atas keberadaan mereka. Secara bersamaan, mereka memutuskan untuk offline dan menghilang.

Theodore kemudian menemui Amy, yang juga kesal karena OS-nya ikut menghilang. Didasari pengalaman hidupnya dan pilihan untuk bersikap dewasa, ia kemudian menuliskan surat terakhirnya kepada Catherine. Ia menyatakan masih mencintainya, tapi menyadari takdir bahwa mereka harus hidup terpisah. Di akhir film, Theodore bercengkerama dengan Amy di atap gedung apartemen sembari menatap bintang dan lampu kota.

Kritik Film

Film langsung dimulai tanpa aba-aba, langsung masuk ke alur cerita utama. Penonton tidak diberi keesmpatan untuk mengetahui latar belakang karakter utama film ini. Kita hanya tahu ia bekerja di suatu tempat, tapi apa yang dikerjakannya tidak jelas. Setidaknya bagi penonton Indonesia, pekerjaan penulis surat puitis-romantis itu tidak eksis di sini. Siapa dia, juga tidak jelas. Hanya ada sedikit gambaran samar yang ditangkap penonton beberapa menit setelah film dimulai, bahwa karakter tokoh utama bernama Theodore itu seorang penyendiri.Semua itu baru bisa didapat setelah membaca resensi atau referensi lain tentang film ini.

Terus-terang, film ini membosankan bagi penyuka film beralur cepat, apalagi aksi atau laga. Akan tetapi, jalinan ceritanya yang kuat akan menarik perhatian penonton yang sabar, apalagi yang menyukai drama. Penonton akan dibawa makin masuk ke dalam kehidupan pribadi seorang lelaki. Begitu wajar dan natural sehingga seolah ini bukan film melainkan seperti video dokumentasi. Pemilihan pemain yang bukan merupakan aktor-aktris top Hollywood pun membantu. Karena kita jelas akan terganggu melihat nama-nama besar bermain justru sebagai orang biasa, yang kerapkali justru menenggelamkan karakter yang dimainkannya. Di sini, hal itu tidak terjadi.

Kritikus dan para juri penghargaan film menyukainya. Sebagai ganjaran, ia menerima banyak penghargaan termasuk sebagai film terbaik 2013 dari National Board of Review Awards serta memenangkan Golden Globe Awards sebagai Best Screenplay (naskah film terbaik). Demikian pula situs Rotten Tomatoes melaporkan 94% kritik memberikannya pandangan positif dari 182 resensi yang ada, dengan nilai rata-rata 8,6 dari maksimal 10. Angka ini sangat bagus karena menunjukkan penerimaan penonton yang merata bagusnya.

One Response so far.

  1. uti says:

    Pemeran “HER” adalah bintang2 papan atas dan TERKENAL. Sebut saja Joaquin Phoenix yang berkali2 masuk nominasi Oscar, Amy Adams dengan prestasi serupa, hingga Olivia Wilde. Bahkan ada Scarlett Johansson pengisi suara “Samantha”. Pemeran lain yang popular ada Rooney Mara – nominee lewat film “Girl with the Dragon Tattoo”, Bill Hader dan Kristen Wiig — dua komedian yang sangat terkenal, karena almamater “SNL”.

    Oleh kritik, HER mendapat nilai 9/10, tak heran kalau film ini masuk nominasi Oscar di tahun 2014 lalu. HER bukan cerita biasa, lha wong ini film futuristik alias sci-fi kok…

Leave a Reply