Resensi Film-Bhayu MH

Inception

Year : 2010 Director : Christopher Nolan Running Time : 148 mins. Genre : , , , , ,
Movie review score
4/5

Ini salah satu film kesukaan saya. Apa sebabnya? Karena berkaitan dengan relativitas waktu dan ruang. Meramu teori relativitasnya Einstein dan teori psikoanalisa mimpinya Freud, film ini membincangkan tentang lapisan-lapisan mimpi. Walau membingungkan bagi yang sulit ‘mengkhayal’ atau ‘berwawasan luas’, film ini sangat menantang bagi penyuka genre sains-fiksi.

Inti ceritanya sebenarnya sederhana: bagaimana seseorang mampu memasuki dunia mimpi hingga tiga tingkat. Itu berarti mimpi dalam mimpi dalam mimpi. Tidak bisa lebih jauh lagi karena akan terjatuh ke dalam limbo. Ini sebenarnya istilah Bible untuk menyebut neraka bagi anak kecil atau dunia tanpa batas ruang dan waktu. Di dalam mimpi level ketiga itulah sebuah ide bisa ditanamkan sehingga saat bangun sang pemimpi akan merasakan bahwa ide itu adalah murni dari dirinya sendiri.

Di film ini, Cobb (Leonardo Di Caprio) ditugasi oleh Saito (Ken Watanabe) untuk mengintervensi pikiran Robert Fischer Jr. (Cillian Murphy). Itu karena dia adalah pewaris tahta kerajaan bisnis energi milik ayahnya Maurice Fischer (Pete Postlethwaite), pesaingnya. Cobb sebagai pemimpin bekerja bersama timnya yang masing-masing memiliki tugas sendiri. Salah satunya adalah Ariadne (Ellen Page) yang bertugas sebagai arsitek dunia mimpi yang akan mereka masuki bersama. Ya, kemampuan “berbagi mimpi” ini juga hal yang tidak lazim kita kenal sehari-hari.

Jalan ceritanya tidak saya gambarkan di sini karena cukup rumit. Alur penceritaannya bukan sekedar maju (linear forward) atau mundur (flashback), tapi berganti-ganti. Bahkan antar tiga dimensi mimpi pun ditaruh dalam alur berurutan sehingga bisa membingungkan penonton yang biasa berpikir linear.

Apa yang menarik dari film ini justru jalan cerita dan akhirnya yang sulit ditebak. Ada pula karakter-karakter kejutan seperti Mal (Marion Cotillard) yang akan muncul mengganggu misi Cobb dan kawan-kawan. Secara subyektif, film ini bagi saya sangat menarik. Bahkan bagi yang sulit mengerti film ini dengan sekali tonton, bisa saja mengulanginya beberapa kali agar mudeng. Karena seperti trilogi The Matrix, film ini benar-benar mengusung tema dan cerita yang sangat baru dan tidak biasa.

3 Responses so far.

  1. Regina says:

    Bingung Mas waktu nonton film ini… gak ngerti… ceritanya sulit dinalar 🙁

  2. bangun faqih says:

    film yang cukup menyita pikiran buat mencerna ceritanya (nyampe 2x nonton), yang paling menarik dari film ini adalah konsep tingkatan dalam mimpi dan limbo. overall good movie 🙂

Leave a Reply