Resensi Film-Bhayu MH

Jack Reacher

Year : 2012 Director : Christopher McQuarrie Running Time : 130 minutes Genre : , , , , , ,
Movie review score
1/5

Film ini diangkat dari buku karya Lee Child, penulis yang kurang dikenal di Indonesia. Tapi di A.S.,bukunya cukup laris. Berkisah tentang pembunuhan lima orang secara tiba-tiba di tengah hari. Pembunuhan dilakukan oleh seorang penembak jitu (sniper) yang dengan segera dapat diketahui identitasnya. Dia adalah veteran tentara A.S. bernama James Mark Barr.

Begitu ditangkap, Barr langsung meminta agar polisi menghadirkan Jack Reacher. Dari catatan yang ada, Reacher adalah seorang mantan polisi militer yang sebelumnya bertugas di lapangan. Ia tentara penuh tanda jasa sebelum mengundurkan diri dari dinas kemiliteran dan menghilang begitu saja. Konon mustahil menemukannya. Tapi begitu melihat Barr di berita televisi disebutkan sebagai pembunuh lima orang, Reacher justru yang mendatangi kantor jaksa wilayah.

Ketika ia dibawa mengunjungi Barr yang masih koma, jaksa wilayah dan detektif Emerson mencoba mengorek lebih jauh. Tapi Reacher menolak dan saat itulah Helen Rodin datang. Ia adalah pengacara Barr –kebetulan juga putri sang jaksa wilayah- yang kemudian meminta Reacher bekerja padanya. Penyelidikan Reacher yang ternyata pernah menangani kasus Barr sewaktu masih aktif di kemiliteran malah membawa ke fakta-fakta lain. Dari arah tembakan dan posisi penembak, Reacher curiga ada penembak kedua. Di samping itu, dari karakter Barr dan kemudian juga profil para korban, ternyata ada konspirasi di baliknya. Apalagi kemudian ada upaya membunuh Reacher dan memojokkannya, serta di akhir film malah Helen Rodin diculik. Misteri di film ini tentu adalah apakah Barr bersalah atau ada penembak lain?

Bagi saya, menyaksikan film ini menimbulkan kesan mbulet (bahasa Jawa, artinya berputar-putar) yang tak perlu. Banyak detail yang terbuang percuma sekedar untuk merangkai cerita. Misalnya saja mengenai profil Barr saat di kemiliteran atau posisi penembak yang seharusnya lebih baik dari atas jembatan daripada dari gedung parker. Terlihat bagus, tapi ya lewat begitu saja. Mudahnya menemukan rangkaian kisah ini membuat kening justru berkerenyit. Termasuk pula saat Reacher dengan bantuan Helen kemudian menemukan lokasi tempat latihan menembak yang ternyata pernah digunakan Barr. Bahkan pemiliknya Martin Cash kemudian ikut membantu Reacher. Agak terlalu “sinetron” sih…

Di samping itu, saya merasa cukup terhibur dengan akting Tom Cruise. Sayangnya, tidak ada affair antara Reacher dengan Helen. Padahal, kalau itu terjadi bisa jadi bumbu yang menyegarkan. Kematangan akting Tom membuat cerita hidup, meski banyak latar-belakang para karakter cuma diceritakan dengan dialog antara Reacher dengan Helen saja. Penyelidikan mengenai lawan dan motif pembunuhan juga terkesan terlalu kebetulan. Toh Tom yang seolah bermain “sendirian” mampu menghidupkan film ini. Yeah, lumayan lah bagi penyuka teori konspirasi, niscaya akan terhibur dengan pelik-meliknya penyelidikan. Meski saya tetap bingung hingga akhir film tentang motif utama orang-orang itu memfitnah Barr apa…

Leave a Reply