Resensi Film-Bhayu MH

(James Bond 007) Casino Royale

Year : 2006 Director : Martin Campbell Running Time : 144 minutes Genre : , , , , , ,
Movie review score
5/5

Jalan Cerita

Setelah membunuh Kepala Seksi MI-6 yang berkhianat serta kontaknya yang berusaha menjual informasi rahasia, James Bond menerima sebutan “double-0 status” dan disebut sebagai “007”. Ia kemudian bepergian ke Madagascar untuk mengejar Mollaka. Orang ini adalah ahli pembuat bom terkemuka yang bisa disewa siapa saja. Setelah kejar-mengejar hingga ke kedutaan besar, Bond membunuhnya dan meloloskan diri dengan merekayasa ledakan.

Melacak telepon seluler Mollaka, Bond mendapati adanya sebuah pesan dari Alex Dimitrios. Diketahui bahwa dia adalah seorang associate bankir dan ahli keuangan teroris bernama Le Chiffre. Investasinya meliputi aksi jual-cepat saham di sejumlah perusahaan sukses memakai uang client-nya. Ia pun merancang serangan teroris untuk menghancurkan nilai saham, tujuannya mengambil keuntungan besar bagi dirinya sendiri.

Bond memburu Dimitrios ke Bahama. Di sana ia menggoda istrinya Solange Dimitrios. Setelah menerima sebuah panggilan telepon, Solange mengungkapkan bahwa suaminya terbang ke Miami. Bond mengikuti petunjuk itu dan membunuh Dimitrios di sana. Ia lantas mengikuti tangan kanan Le Chiffre bernama Carlos di Bandara Internasional Miami. Bond mencegah upaya Carlos yang hendak menabrakkan truk pengangkut bahan bakar ke prototype pesawat Skyfleet. Carlos pun dibunuh Bond.

Merasa kehilangan dan dalam tekanan untuk mendapatkan kembali uang client teroris yang dipakainya, Le Chiffre melibatkan diri dalam turnamen beresiko tinggi “Texas Hold’Em”. Lokasinya di Casino Royale, Montenegro. Dengan kekalahannya, diharapkan Le Chiffre akan membantu pemerintah Inggris sebagai balasan atas perlindungannya dari kejaran para kreditornya. Bond pun disusupkan ke turnamen itu.

Di dalam kereta menuju Montenegro, Bond bertemu Vesper Lynd, seorang agen keuangan Inggris yang bertugas melindungi kepentingan pemerintah, terutama uang US$ 10 juta yang akan dipertaruhkan Bond. Setibanya di Montenegro, Bond bertemu kontak MI-6 René Mathis, yang mengatur agar Kepala Polisi dan letnan Le Chiffre ditangkap. Keduanya sudah lama diincar karena disua dan membuat Le Chiffre makin tertekan.

Saat bertaruh, Bond kalah. Sementara Vesper menolak memberinya US$ 5 juta untuk meneruskan bermain. Jengkel karena kesalahannya, Bond hendak membunuh Le Chiffre. Tetapi sebelum terlaksana, temannya Felix Leiter mengungkap jatidirinya sebagai agen CIA. Leiter manwarkan untuk memberikan Bond pinjaman dengan imbalan penahanan Le Chiffre. Bond setuju dan kembali ke arena permainan judi.

Secar cepat, Bond berhasil mengembalikan uangnya yang hilang. Le Chiffre yang mengetahui langkah Bond berupaya membunuhnya dengan menaruh racun di minuman Bond yang diantarkan oleh pacarnya Valenka. Tetapi ia berhasil lolos dengan bantuan Vesper. Bond akhirnya berhasil memenangkan turnamen itu. Dan uang hasil kemenangannya didepositkan di rekening bank Swiss. Segera setelahnya, anak buah Le Chiffre menculik Vesper dan menjadikannya pancingan untuk menangkap Bond.

Demi menyelamatkan Vesper, Bond mengorbankan diri. Le Chiffre menyiksanya untuk mendapatkan password rekening bank. Tiba-tiba masuk Mr. White yang membunuh Le Chiffre karena tak bisa dipercaya.

Bond siuman di sebuah rumah sakit di Lake Como. Ia lantas memerintahkan Mathis agar ditahan, karena menurut Le Chiffre dia adalah agen ganda. Bond mengakui kepada Vesper bahwa ia jatuh cinta kepada wanita itu, dan memasukkan surat pengunduran dirinya kepada M. Pasangan itu lantas berwisata ke Venice. Di sana, Bond menyadari bahwa kemenangannya tak pernah didepositkan ke rekening Bendahara. Menyadari bahwa Vesper telah mencuri uang itu, dia mengejar Vesper dan seorang pria yang diberikannya uang ke sebuah gedung yang tengah dibangun.

Di tengah baku-tembak, penunjang gedung yang berada di atas air itu runtuh. Bond membunuh pria tersebut dan mencoba menyelamatkan Vesper. Tetapi dia malah mengunci dirinya sendiri di dalam sebuah lift berangka baja dan membiarkan dirinya tenggelam bersama runtuhnya bangunan. Mr. White melihat dari balkon di dekat situ dan pergi dengan uangnya.

Bond kembali bergabung dengan MI-6 dan mendapati fakta bahwa Vesper punya pacar Prancis-Aljazair yang telah diculik oleh organisasi kriminal di belakang Le Chiffre. Mr. White mengiriminya surat ancaman dan memaksanya bekerjasama. Bond juga diinformasikan bahwa Vesper setuju mengirimkan uang kemenangan sebagai ganti atas hidup Bond. Bond lantas menemukan sebuah pesan dari Vesper dengan nama dan nomor telepon White, yang dia gunakan untuk menemukan White. Setelah melukai dan menangkap White, Bond memperkenalkan dirinya sendiri, “Namaku Bond – James Bond.”

Kritik Film

Eva-Green-on-the-set-of-Casino-Royale-by-Greg-Williams-600x459Bagi saya yang pria, ini film serial James Bond dengan “Bond Girl” paling cantik dan seksi yang pernah saya lihat. Pemilihan Eva Green sebagai Vesper Lynd terasa begitu penuh gereget. Di samping itu, agak unik juga karena di akhir cerita ia tidak dibunuh oleh Bond. Padahal, bagi penggemar Bond, seolah sudah jadi kelaziman apabila “Bond Girl” dibunuh di akhir film setelah pada pertengahan film sempat ditiduri oleh sang jagoan.

Selain Eva, justru pemilihan Daniel Craig menggantikan Pierce Brosnan sebagai James Bond banyak dikritisi. Sosok Craig yang berotot dan agak pendek, terasa terbanting dibandingkan Brosnan yang tinggi, tampan, charming dan dandy. Tetapi justru itulah perubahan yang hendak dibuat oleh Eon Productions selaku pemegang hak cipta serial film franchise ini. Dalam film serial ke-21 di seri James Bond ini, dikisahkan James Bond sebagai agen MI-6 yang hidup dan beroperasi di masa kini.

Sesuai trend film superhero yang lebih manusiawi, di film ini pun James Bond ditampilkan sisi-sisi lemahnya. Contoh paling gamblang adalah pakaian yang tidak selalu rapi. Sebenarnya ini sudah dimulai sejak Brosnan, tetapi memang gaya sang aktor mempengaruhi. Di film Bond sebelumnya, sang agen rahasia malah selalu memakai tuxedo ke mana pun atau minimal berjas-dasi. Dan meskipun berkelahi atau baku-tembak, setelan yang dikenakan selalu rapi. Di film ini, Bond yang sempat tertangkap justru diperlihatkan disiksa dengan brutal. Ia ditelanjangi memperlihatkan otot Craig yang keren, walau berakibat adegan ini disensor di banyak negara.SVOD-L-Casino-Royale-Iconic-Moments

Perbedaan lain dari serial Bond sebelumnya, untuk pertama kalinya karakter Miss Moneypenny tidak ditampilkan sama sekali dalam film. Padahal, sang sekertaris direktur MI-6 ini biasanya diperankan sebagai ‘jembatan’ antara Bond dengan M, pimpinan MI-6.

Secara cerita, karena film ini berdasarkan pada novel karya Ian Fleming yang legendaris, tentu tak bisa terlalu jauh melenceng. Malah, film ini diminta oleh Eon secara khusus kepada sutradara Martin Campbell agar sedekat mungkin dengan gaya penulisan novelnya tahun 1953. Walau justru penyesuaian ada pada setting suasana yang kiwari. Tetapi andaikata mengabaikan hal itu, logika awam akan mempertanyakan mengapa sampai perlu serepot itu cuma untuk menjebak Le Chiffre. Padahal, tinggal tangkap atau datangi saja untuk meminta kerjasamanya.

Apa pun, nama James Bond seakan jadi jaminan kesuksesan. Tak ada film Bond yang jeblok di pasaran. Dengan biaya produksi US$ 150 juta, ia meraih pemasukan hampir 4 kali lipat sebesar US$ 599 juta.

Leave a Reply