Resensi Film-Bhayu MH

(James Bond 007) Die Another Day

Year : 2002 Director : Lee Tamahori Running Time : 133 minutes Genre : , , , , , ,
Movie review score
4/5

Jalan Cerita

Korea Utara jadi sasaran sang agen rahasia Inggris James Bond kali ini. Ia menyusup ke pangkalan militer Korut untuk menyelidiki keberadaan Kolonel Tan-Sun Moon yang secara tidak sah memperdagangkan berlian berdarah dari Afrika untuk senjata. Tetapi keberadaan Bond dibongkar oleh asisten Moon yang mengetahui identitasnya sebagai agen rahasia Inggris. Sang kolonel berupaya membunuh Bond yang kabur sehingga terjadi kejar-mengejar dengan menggunakan hovercraft. Bukannya berhasil membunuh Bond, sang kolonel malah tewas. Meski berhasil lolos dari kejaran sang kolonel, tetapi Bond kemudian ditangkap oleh sepasukan Korea Utara lainnya yang dipimpin oleh ayah sang kolonel, Jenderal Moon.

Bond ditahan selama 14 bulan di penjara Korea Utara. Ia juga mengalami penyiksaan fisik. Ia kemudian dibebaskan sebagai bagian dari pertukaran tawanan dengan Zao. Bond dibius dan dipertemukan dengan M, hanya untuk diinformasikan bahwa ia diskorsing. Statusnya sebagai “agen 00” ditangguhkan karena M kuatir Bond telah membocorkan informasi selama ditahan Korut. Bond yakin bahwa dirinya dijebak oleh “agen ganda” di dalam pemerintahan Inggris dan bertekad mengungkap pengkhianatannya. Dengan keahliannya, Bond berhasil meloloskan diri dari tahanan agensinya sendiri dan menuju ke Hongkong. Di sana, ia mendapatkan informasi dari agen China bahwa Zao berada di Kuba.

Di Havana-Kuba, Bond bertemu dengan agen NSA Giacinta ‘Jinx’ Johnson. Ia mengikutinya ke sebuah klinik terapi gen, dimana pasien dapat memperoleh penampilan baru terutama di wajah dengan merestrukturisasi DNA. Bond mendapati bahwa Zao berada di dalam klinik dan berusaha membunuhnya, tetapi Zao dapat meloloskan diri. Dia meninggalkan liontin yang di dalamnya terdapat berlian yang diidentifikasi sebagai “berlian berdarah”. Tetapi di sana ada lambang perusahaan milik milyuner Inggris Gustav Graves.

Di Blades Club-London, Bond bertemu dengan Graves yang didampingi asistennya Miranda Frost. Tanpa diketahui oleh Graves, Miranda adalah juga agen MI-6 yang menyamar. Setelah melalui sejumlah tes, Bond diundang oleh Graves ke Islandia untuk menyaksikan suatu demonstrasi ilmiah. Tak lama kemudian, M memulihkan status “agen 00” Bond dan menawarkan bantuan untuk penyelidikan. Di istana es-nya, Graves memamerkan satelit cermin barunya yang mengudara di orbit Bumi. “Icarus”, nama satelit itu, mampu mengumpulkan energi surya ke satu daerah tertentu di Bumi dan menyediakan sinar matahari sepanjang waktu untuk pengembangan tanaman. Artinya, tempat itu bisa mengalami siang lebih panjang atau malah tanpa malam sama sekali.

Jinx yang berupaya menyusup ke pusat kendali Graves tertangkap oleh Zao. Bond menyelamatkannya dan kemudian menyingkap fakta bahwa Kolonel Moon masih hidup. Moon menggunakan teknologi terapi gen untuk mengubah penampilannya, sehingga ia menjadi serupa Gustav Graves.

Bond mengejar Graves, tetapi lantas Frost muncul untuk mengungkapkan identitas dirinya sebagai pengkhianat yang telah membuat Bond ditahan di Korut. Ia memaksa Bond keluar dari fasilitas Graves. Dengan menggunakan mobil Aston Martin Vanquish, Bond menyelamatkan Jinxy yang kembali ditangkap. Zao mengejarnya dengan kendaraannya sendiri, kejar-mengejar terjadi di atas istana es yang mencair cepat. Bond akhirnya berhasil membunuh Zao dengan menjebaknya berada di bawah tempat lilin dari es yang runtuh. Jinx yang sempat tenggelam diselamatkan dan berhasil disadarkan kembali oleh Bond.

Bond dan Jinx mengejar Graves dan Frost ke semenanjung Korea dan melompat ke pesawat pengangkut barang milik Graves. Di dalam pesawat, Graves mengungkapkan identitas aslinya kepada ayahnya, dan tujuan sebenarnya dari satelit Icarus: memotong jalur menuju “Zona Demiliterisasi Korea” dan dengan sinar matahari yang difokuskan ke daratan, membuat tentara Korut lebih mudah menginvasi Korea Selatan serta menyatukan kedua Korea dengan paksa. Terkejut karena rencana itu, Jenderal Moon berupaya mencegahnya, tetapi ia malah dibunuh oleh anaknya sendiri.

Bond yang sudah berada di dalam pesawat berupaya menembak Graves alias Kolonel Moon. Tetapi ia dicegah oleh salah satu prajurit. Dalam pertarungan, sebuah tembakan mengenai tabung bahan bakar dan membuat pesawat menurun ketinggiannya secara drastis. Bond pun akhirnya berkelahi tangan kosong melawan Graves, sementara Jinx berusaha mengambil alih kendali pesawat. Frost menyerang Jinx, memaksanya untuk mempertahankan dirinya sendiri di sebuah pertarungan pedang. Setelah pesawat melewati sinyal Icarus dan kemudian rusak, Jinx membunuh Frost. Graves berupaya melarikan diri dengan menggunakan parasit, tetapi Bond lantas membuka parasitnya, membuat Graves terlempar keluar pesawat menuju salah satu mesinnya. Kejadian itu bukan saja membunuhnya, tetapi juga mematikan sinyal Icarus. Bond bersama Jinx meloloskan diri dari pesawat yang mulai hancur dengan menggunakan helikopter yang ada di dalam perut pesawat pengangkut itu. Bersama mereka, dibawa juga peti berlian milik Graves.

Leave a Reply