Resensi Film-Bhayu MH

Men In Black

Year : 1997 Director : Barry Sonnenfeld , Running Time : 98 minutes Genre : , , , , , , ,
Movie review score
4/5

Jalan Cerita

Men In Black atau disingkat M.I.B. adalah sebuah agensi rahasia non-pemerintah yang mengawasi para pengungsi alien dari berbagai planet yang berada di Bumi. Diceritakan bahwa di luar pengetahuan warga Bumi pada umumnya, alien telah berada di sini selama bertahun-tahun. Dan tugas M.I.B. –lah untuk mendata dan mengawasi keberadaan mereka di sini. Laiknya manusia, mereka pun bekerja. Hanya saja tentu bentuk mereka yang aneh-aneh disamarkan menjadi manusia dan bekerja di berbagai bidang. Hanya personel M.I.B. yang tahu siapa mereka sebenarnya.

Markas Besar M.I.B. ada di bawah tanah, merupakan semacam terminal masuk-keluar para alien ke Bumi. Suasananya mirip bandar udara di mana ada semacam pemeriksaan paspor. Dikisahkan M.I.B. mengawasi tak kurang dari 1.500 alien di seluruh dunia, tetapi kebanyakan dari mereka adalah penghuni kota New York.

Satu malam, Agen K (Tommy Lee Jones) dan partner-nya Agen D (Richard Hamilton) mencegat sebuah truk yang berisi imigran alien ilegal. Mereka berusaha melarikan diri sehingga Agen K terpaksa menghancurkan mereka. Merasa kelelahan karena sudah tua, Agen D meminta agar ia dinetralisasi dengan alat bernama “neuralyzer” sebagai langkah pensiunnya. Kemudian, Pimpinan M.I.B. Agent Zed (Rip Tom) menyarankan agar Agen K mencari partner baru.

Sementara itu, James Darrell Edwards III (Will Smith) sebagai petugas Polisi New York mengejar seorang penjahat dengan berlari.  Ketika buruannya lari di atas atasp, Edwards melihat matanya berubah, dan segera menyadari bahwa itu adalah alien. Agen K tiba di kantor polisi sektor tempat tugas Edwards. Ia menanyai Edwards sebelum menetralkannya dan meninggalkan kartu nama M.I.B..

Saat tersadar, Edwards memutuskan untuk pergi ke alamat yang ada di kartu nama dan bersaing dengan beberapa kandidat lain untuk bergabung dengan M.I.B.. Setelah melalui serangkaian ujian, Agen K menyuruhnya menepi sementara kandidat lainnya dinetralkan. Edwards terpilih dan identitas dari hidupnya sebelumnya dihapus. Ia kemudian diberi nama kode Agen J.

Karena curiga pada gelombang migrasi besar-besaran para alien keluar Bumi, M.I.B. menyeldiki seorang petani bernama Edgar (Vincent D’Onofrio) yang mendadak jadi aneh ketika ada pesawat alien jatuh di ladangnya. Sebenarnya, Edgar telah dibunuh dan tubuhnya digunakan sebagai penyamaran oleh alien. Bentuknya seperti serangga, dimana spesies mereka yang seperti kecoa raksasa tengah berperang dengan bangsa alien lain termasuk “Arquillian”. Seorang Pangeran ras alien “Arquillian” bersembunyi di Brooklyn, menyamar sebagai pemilik toko perhiasan bernama Rosenberg. Ia diserang oleh musuhnya tapi sebelum tewas sempat mengatakan kepada Agen J bahwa “galaksinya ada di sabuk Orion”.

Sosok alien bangsa Remoonian yang sehari-harinya menyamar sebagai anjing yang bisa bicara bernama Frank the Pug (suaranya diisi oleh Tim Blaney) memberikan informasi penting. Menurutnya, galaksi yang hilang milik bangsa “Arquillian” itu merupakan sumber energi luar biasa di semesta yang disembunyikan di sebentuk perhiasan kecil. Serangga alien menduga galaksi digantungkan di kalung kucing milik Rosenberg bernama Orion. Si kucing dengan setianya tidak mau meninggalkan mayat tuannya. Ia kemudian dipelihara oleh Dr. Laurel Weaver (Linda Fiorentino), seorang ahli forensik. Agen J tiba di kamar mayat tepat saat Serangga alien menculik Weaver dan mengambil galaksi. Bangsa “Arquillian” memperingatkan bahwa galaksi harus ditemukan dalam satu jam atau Bumi akan hancur.

Serangga alien tiba di lokasi pesawat antar galaksi alien terakhir yang ada. Karena sebagian terbesar pesawat alien antar galaksi alien sudah pergi meninggalkan Bumi. Lokasi piring terbang itu disamarkan sebagai bangunan bernama New York State Pavillion yang terletak di daerah bernama Flushing Meadows. Agen K dan Agen J memburu mereka dan berhasil menghancurkan satu piring terbang. Serangga alien membuang tubuh Edgar dan berubah menjadi bentuk aslinya yang raksasa. Ia menelan senjata milik Agen J dan Agen K, bahkan kemudian menelan juga Agen K. Secara cerdik Agen J menarik perhatian Serangga alien dengan menginjaki kecoa seraya mengatakan mereka sebagai saudara si Serangga alien.

Agen K di dalam perut Serangga alien menemukan senjatanya dan meledakkannya dari dalam. Ketika Agen J dan Agen K masih terduduk di tanah penuh dengan lendir Serangga alien, ternyata Serangga alien belum mati dan menyerang lagi. Beruntung, ada Weaver yang menembaknya men ggunakan senjata Agen J. Ketika orang ini lantas kembali ke markas besar M.I.B.. Di sana, Agen K mengatakan kepada Agen J bahwa ia tidak melatihnya sebagai partner kerja, melainkan sebagai pengganti dirinya. Sebagai prosedur standar M.I.B., Agen J menetralkan Agen K sehingga ia lupa pada segala pengalamannya. Ia lantas diberikan kisah koma dalam jangka panjang yang membuatnya bisa kembali ke kehidupan biasa sebagai warga sipil. Agen K pun menemui seorang wanita yang ditinggalkannya dan hidup bersamanya. Beberapa hari kemudian, terungkap bahwa Weaver pun bergabung dengan M.I.B. dan merupakan partner kerja baru Agen J dengan nama kode Agen L.

Di akhir film, kamera secara acak ditarik mundur, menjauh dan menunjukkan bahwa Bumi dan galaksi Bima Sakti yang dihuni manusia sebenarnya juga berada di dalam bola milik alien yang digunakan dalam permainan kosmik.

Kritik Film

Dari posternya, tidak kentara kalau film ini kocak. Sejatinya film ini bergenre komedi walau ceritanya dibumbui aneka aksi (action) dengan latar sains fiksi (science-fiction).Meski begitu, kelucuannya yang terjadi bukan karena slapstick, melainkan dikondisikan dengan humor-humor cerdas dan memerlukan wawasan. Saking cerdasnya, bagi yang wawasannya kurang bisa nggak mudeng apa yang ditertawakan penonton sebelah di bioskop.

Penonton pun menyambutnya dengan antusias. Dengan biaya produksi ‘hanya’ 90 juta dollar A.S., film ini meraup pemasukan hingga lebih dari 589 juta! Itu berarti hampir enam kali lipatnya! Dahsyat bukan?

Bagi saya, film ini sangat menyegarkan dari segi ide. Eksekusinya pun menarik. Sangat enak disaksikan hingga berkali-kali sekali pun dan tidak membosankan. Karena ini film ‘lucu-lucuan’, maka tidak perlu berpikir serius soal logika. Nikmati saja sebagai hiburan.

Leave a Reply