Resensi Film-Bhayu MH

Men In Black (MIB) 3

Year : 2012 Director : Barry Sonnenfeld Running Time : 106 mins. Genre : , , , , , , ,
Movie review score
4/5

Film ini diawali dengan adegan seorang wanita membawa kue ke sebuah fasilitas penjara. Di penjara Lunar Max yang berada di Bulan itu ditahan seorang alien pembunuh bernama Boris the animal. Adegan ini mengingatkan saya pada X-Men dimana Magneto dibebaskan dari penjara plastiknya oleh Mystique.

Dengan mudah Boris mengalahkan para penjaga dan membebaskan diri. Ia lantas pergi ke Bumi dengan niat membalas dendam kepada Agen K, terutama karena dialah yang membuat lengan kirinya buntung. Boris sendiri berasal dari planet Boglodites yang senang menginvasi planet lain dan menghancurkannya. Dan berkat keberhasilan Agen K menghentikan Boris pada 16 Juli 1969, Bumi dilindungi dengan sistem pertahanan bernama ArcNet. Ini mencegah invasi alien terutama dari Boglodite.

Menyadari hal ini, Boris mencari Jeffrey di toko elektronik miliknya. Ia adalah anak dari Obadiah Price, penjahat yang juga ditahan di Lunar Max namun malah dibunuh Boris. Dari Jeffrey inilah didapatkan perangkat penjelajah waktu yang bentuknya mirip stop watch. Tanpa disadari oleh siapa pun, Boris telah berhasil membunuh K di tahun 1969, sehingga ia tak eksis lagi di tahun 2012. Saat Agen J pergi ke kantor pun, ia mendapati kenyataan bahwa Agen K sudah tewas 40 tahun lalu. Dan di saat bersamaan armada pesawat luar angkasa Boglodites menyerbu Bumi. Agen J pun mencari Jeffrey dan dengan bantuannya ia pun menyusul ke tahun 1969.

Perjuangan Agen J nyaris gagal justru saat ia bertemu dengan Agen K muda. Ia justru ditangkap dan nyaris dihapus ingatannya. Untunglah Agen K memilih percaya pada cerita Agen J bahwa ia datang dari masa depan. Mereka berdua terus berusaha mencari jalan menemukan Boris. Di tahun 1969, ada dua Boris. Satu yang asli dari tahun 1969 masih lengkap memiliki dua tangan dan yang berasal dari tahun 2012 hanya memiliki satu tangan. Agen K dan J harus bertarung dengan keduanya. Akankah mereka berhasil? Tentunya jawabannya ya. Karena ini film bertema “jagoan pasti menang”. Tapi yang menarik di disimak adalah caranya. Karena di film ini kejadian yang dialami para karakter dikaitkan dengan sejarah.

Ya, bagi penyuka sejarah, akan tahu bahwa film ini mencampur-adukkan fakta sejarah dengan fiksi. Misalnya tanggal 16 Juli 1969, adalah saat diluncurkannya Apollo 11 ke Bulan. Di awal film pun diperlihatkan bahwa Lunar Max berada tepat di zona pendaratan Apollo 11 dimana tertancap bendera A.S. Ada pula pelesetan lucu yang menyatakan bahwa Andy Warhol (1928-1987) –seniman terkenal masa Flower Generation- adalah samaran dari Agen W. Tapi berbeda dengan Men In Black 2 (2002) dimana Michael Jackson tampil cameo sebagai Agen M, di sini Andy Warhol diperankan aktor lain karena saat film ini dibuat tahun 2011 yang bersangkutan sudah lama wafat. Kejadian bersejarah ketiga yang jadi ‘cantolan’ film ini di tahun 1969 adalah saat New York Mets yang di awal musim terseok-seok, akhirnya memenangkan pertandingan final baseball secara dramatis di Shea Stadium. Tiga fakta sejarah yang digabungkan dengan fiksi MIB ini membuat film lebih terasa hidup dan ‘nyantol’ dengan kenyataan.

Meski ini film komedi, tapi sebagai film sains-fiksi juga menggabungkan teorema jembatan Einstein-Rosen tentang wormhole dan teori butterfly effect. Perjalanan waktu Agen J ke tahun 1969 dari 2012 jelas merupakan time travel melalui wormhole. Sementara tindakan-tindakan kecil yang saling berkait satu sama lain seperti disaksikan Griffin dari Archanan merupakan pengejawantahan dari teori butterfly effect. Misalnya saat di akhir film agen K lupa memberikan tips di bar menyebabkan sebuah meteor nyaris menghantam Bumi.

Detail film ini mengagumkan. Terutama penyajian ulang keadaan di tahun 1969. Bukan sekedar dandanan para pemain dengan banyak figuran yang khas Flower Generation, tapi juga mobilnya. Misalnya saja untuk mobil resmi MIB di tahun 2012 digunakan Ford Taurus SHO, sementara untuk tahun 1969 digunakan Ford Galaxie 1964. Tentu saja ini sponsor. Tapi detilnya itu lho… Juga saat Agen J ditangkap polisi saat memasuki Coney Island di tahun 1969 karena mengendarai mobil mewah –saat itu di A.S. kaum kulit berwarna masih didiskriminasi- terdapat papan iklan di belakangnya. Bagi penggemar MIB akan ngeh papan itu berisikan iklan para tokoh MIB. Satu alien yaitu Roman the Fabulist telah terbunuh oleh Boris, sementara dua lainnya belum muncul di film ini karena tahunnya masih belum sampai. Salah satunya adalah Frank The Pug yang diiklankan sebagai “The Incredible Speaking Pug”, salah satu penampil di Coney Island.

Humor-humor lucu bertebaran di sepanjang film. Walau di Indonesia tidak semua membuat penonton tertawa karena memerlukan kecerdasan, tidak semata slapstick ala OVJ. Misalnya saja pernyataan J yang mengatakan “saya baru sadar bahwa semua model adalah alien”. Atau saat Andy Warhol alias Agen W menemui Agen K muda, asistennya memberitahu bahwa Yoko –tentu yang dimaksud adalah Yoko Ono pasangan John Lennon-nya The Beatles- datang, Andy menolaknya dengan mengatakan sedang memfilmkan “temannya memakan hotdog”. Ini mengingatkan saya pada film pendek buatan 1982 yang dibesut oleh pembuat film Denmark, Jørgen Leth. Di film yang berjudul 66 Scenes from America itu salah satu scenenya menggambarkan Andy Warhol memakan hamburger dari Burger King selama 4 menit. Demikian pula saat O muda mengajak pimpinan MIB saat itu untuk bertemu dengan delegasi Viagrans yang dikatakan memiliki pil baru. Penonton dewasa tentu akan tahu pil apa itu… 😀

Film ini asyik sekali sebagai hiburan. Lucu tapi ceritanya membuat penasaran. Adegan aksi yang ada tidak membuat ngeri meski di sini banyak darah bermuncratan, karena itu darah alien. Aliennya juga lucu-lucu bentuknya, tidak menakutkan. Tentu saja berbeda dengan film alien “serius” seperti Alien Versus Predator (2004) misalnya. Terbukti pasar menyambutnya dengan baik. Biaya penggarapan yang besar –mencapai 215 juta dollar- tertutupi pemasukan lebih dari 624 juta dollar di seluruh dunia. Wow!

Leave a Reply