Resensi Film-Bhayu MH

Mission: Impossible IV – Ghost Protocol

Year : 2011 Director : Brad Bird Running Time : 132 mins. Genre : , , , , , ,
Movie review score
4/5

Ini film keempat dari serial Mission Impossible. Meski di judul yang dipasang di poster angka 4-nya tidak terlihat. Tom Cruise masih dipercaya sebagai Ethan Hunt, agen utama IMF  (Impossible Mission Force, bukan International Monetary Fund lho). Ia kali ini didukung oleh Benji Dunn dan Jane Carter sebagai anggota timnya. Kedua orang itu pula yang membebaskan Ethan dari penjara Russia. Meski sempat ditentang, di luar prosedur Ethan ngotot membawa sumbernya, Bogdan.

Setelah bebas, barulah Ethan tahu kalau rekan mereka Agen Trevor Hanaway tewas dibunuh oleh Sabine Moreau di Budapest. Kejadian ini digambarkan di awal film dan diteruskan karena Benji dan Jane ada di lokasi saat Trevor terbunuh. Karena saat bertugas Trevor sedang mencegah seorang kurir yang bekerja untuk “Cobalt”, maka tentu dugaan mengarah pada penjahat itu. Masalahnya, hanya pihak Russia yang memiliki data siapakah Cobalt. Untuk itulah Ethan dan Benji menyusup masuk ke dalam Kremlin. Sialnya, saat Ethan berusaha menuju titik penjemputan, bom meledakkan Kremlin. Ia yang masih berada di lapangan parkir pun pingsan.

Saat terbangun, ia berada di rumah sakit dengan tangan diborgol ke ranjang. Agen FSB Russia bernama Sidorov mencoba menginterogasinya, terutama karena Ethan memakai jaket yang bila dibalik merupakan seragam jenderal Russia palsu. Untungnya, Ethan berhasil lolos memanfaatkan paper clip (penjepit kertas) milik seorang suster yang diletakkan di ranjangnya.

Ethan kemudian bertemu menteri yang membawahi IMF. Sialnya, kendaraan mereka terlacak dan sang Menteri terbunuh. Sesaat sebelum terbunuh, sang menteri memberitahu kalau presiden mengaktifkan “Ghost Protocol”. Itu artinya, seluruh kegiatan IMF dibekukan sehingga Ethan tak punya dukungan lagi. Ia juga sempat memberikan flash disk berisikan data rincian misi Ethan berikutnya. Ethan berhasil meloloskan diri bersama seorang analis, William Brandt. Berdua, mereka mencari stasiun tersembunyi IMF yang berada di sebuah gerbong kereta api yang tengah berjalan. Di situlah mereka bertemu dengan Agen Jane dan Benji.

Di dalam kereta api, Ethan menyimak isi flash disk. Sebelumnya, di dalam mobil saat masih bersama menteri, Brandt memberikan informasi bahwa identitas Cobalt adalah Kurt Hendrick. Dia adalah seorang ahli nuklir Russia kelahiran Swedia, yang hendak memicu perang nuklir. Tugas mereka adalah menghentikan transaksi antara Moreau yang memegang kode peluncuran misil nuklir –yang dirampas dari Trevor- dengan tangan kanan Cobalt bernama Wistrom. Tempat transaksi adalah di Burj al Khalifa, Dubai-Uni Emirat Arab. Di gedung tertinggi di dunia itu terjadi aksi-aksi seru, termasuk adegan Ethan memanjat kaca cuma dengan sarung tangan khusus. Sayangnya, usaha mereka gagal dan kode berhasil dibawa Wistrom, yang ternyata adalah Hendricks yang menyamar.

Dari Bogdan yang membawa Ethan ke sepupunya yang seorang pedagang senjata, mereka tahu Hendricks akan berada di Mumbai-India. Ia menjual sebuah satelit bekas militer Soviet kepada taipan telekomunkasi India bernama Brij Nath. Dengan kecantikan dan kemolekannya, Jane berhasil memaksa Nath memberikan kode untuk menonaktifkan satelit. Tapi Hendricks cukup cerdik karena sudah mengantisipasinya dengan virus. Itu membuatnya mampu memberikan perintah peluncuran peluru kendali nuklir kepada kapal selam kelas Delta III milik Russia di Pasifik untuk menembakkannya ke San Fransisco. Tim berjuang untuk membelokkan arah rudal nuklir itu termasuk Ethan yang berhadapan dalam pertarungan satu lawan satu melawan Hendricks.

Seusai misi, tim kembali berkumpul di Seattle. Ethan mengenalkan anggota tim pada Luther Stickell dan memberikan penugasan baru. Benji dan Jane menerima tapi Brandt menolak. Ia merasa bersalah atas kematian Julia istri Ethan di Croatia. Saat masih berada di Burj al Khalifa, Ethan dan kawan-kawannya melihat Brandt mampu mengimbangi Ethan dalam perkelahian sehingga mencurigai ia sejatinya bukan analis. Brandt pun membuat pengakuan bahwa ia mantan agen lapangan yang justru bertugas melindungi Julia, tapi gagal. Ethan pun menguak satu rahasia bahwa kematian Julia sudah direncanakan dan dibuat agar Ethan bisa masuk ke dalam penjara Russia. Tujuannya adalah agar bsai mengorek informasi tentang Hendricks. Di akhir film, terlihat seorang wanita yang berjalan memasuki toko bersama pasangannya. Ethan mengamati dari kejauhan dan wanita itu pun sempat melempar senyum membalas tatapannya. Ternyata itu adalah Julia. Dia masih hidup.

Well, tak banyak komentar atas film ini. Pemasukan nyaris 700 juta dollar A.S. dengan biaya pembuatan ‘hanya’ 150-an juta dollar A.S. membuktikan film ini diterima pasar dengan baik. Secara teknis, tak ada keraguan pada kehebatan tim pembuat film ini. Efek khususnya luar biasa, nyaris tanpa cela. Mata saya sampai terasa sakit saat Ethan berlari mengejar Hendricks di tengah badai pasir Dubai. Saya sendiri sangat sulit membedakan serial Mission Impossible ini dari serial James Bond, yang jadi standar film-film aksi-spionase. Pendeknya, tak rugi dan tak bakal bosan menontonnya. Bahkan berkali-kali sekali pun. Sikat!

Leave a Reply