Resensi Film-Bhayu MH

Pacific Rim

Year : 2013 Director : Guillermo del Toro Running Time : 132 minutes Genre : , , , , , ,
Movie review score
4/5

2013, Bumi mendadak diserang oleh alien yang berasal dari sebuah portal antar-dimensi di dasar laut Pasifik. Bukan berasal dari luar angkasa dan bintang-bintang. Alien itu diberi nama “Kaiju”, yang memang berasal dari bahasa Jepang. Bentuknya juga sangat mirip “godzilla”, monster legendaris yang berasal dari negara itu.

Kaiju pertama yang diberi julukan “Knifehead” bisa dilumpuhkan dengan susah-payah oleh angkatan bersenjata dengan pesawat, tank dan peluru kendali (missile). Tapi manusia segera menyadari kalau Bumi terancam oleh gelombang kedatangan monster kaiju berikutnya. Maka, dunia bersatu untuk membuat senjata baru. Bentuknya robot yang seukuran dengan kaiju, lebih tinggi dari gedung pencakar langit. Percobaan pertama hanya menggunakan satu pilot sebagai pengendali, tapi ternyata itu terlalu berat karena otak sang pilot terhubung secara syaraf dengan chip komputer robot. Akhirnya diputuskan untuk menggunakan dua pilot. Masing-masing pilot mengendalikan satu sisi belahan otak robot yang diberi nama “Jaeger”.

Ternyata ini ampuh, jaeger mampu mengatasi infiltrasi kaiju. Para pilotnya dengan cepat menjadi selebritis. Bahkan kaiju serta jaeger kemudian dijadikan komoditi. Mulai dari mainan, acara TV hingga kemudian organ tubuh kaiju yang mati pun diperjualbelikan.

Hingga suatu ketika, di tahun 2020, kaiju yang datang ternyata makin kuat dan seolah berevolusi. Dalam satu misi di Alaska, jaeger bernama “Gipsy Danger” dikalahkan oleh kaiju. Salah satu pilot yaitu Yancy tewas saat otaknya masih terhubung dengan pilot lainnya yaitu Raleigh Beckett. Sistem kendali jaeger memang menghubungkan secara syaraf kedua otak pilot sehingga mereka berbagi segala isi otak termasuk kenangan.

Akhirnya di tahun 2025, proyek jaegers dibatalkan. Sebagai gantinya, dibangun tembok raksasa di Samudra Pasifik untuk menahan laju kaiju. Marshall Stacker Pentecost kecewa dan mendirikan kelompok perlawanan. Ia pun mencari Raleigh yang pensiun dini dan menjadi pekerja proyek dinding raksasa. Ternyata, tim Pentecost masih memiliki empat jaeger tersisa yang ditempatkan di Hongkong. Saa terbukti tembok raksasa yang dibuat berlama-lama oleh manusia ternyata mampu dijebol kaiju cuma dalam waktu satu jam, jaeger pun kembali beraksi.

Saat tiba di markas, ilmuwan menghitung bahwa serangan kaiju akan makin kerap dan pendek interval waktunya. Hingga satu saat Bumi tak lagi punya pertahanan karena jaeger yang ada dihancurkan.  Padahal membangun satu jaeger perlu waktu lama. Dan akibatnya tentu berbahaya bagi Bumi dan seluruh penghuninya.  Maka, Pentecost berencana meledakkan bom termonuklir di dalam portal, dengan tujuan menghancurkannya agar menutup selamanya. Karena portal antar-dimensi itu berperan seperti jembatan antara dunia manusia dengan para alien.

Untuk mempiloti kembali jaeger, Raleigh meminta dipasangkan dengan Mako Mori, tapi Pentecost menolak. Sebelum akhirnya dalam sebuah latihan duel beladiri Mako terbukti mampu mengalahkan Raleigh, sehingga Pentecost terpaksa menyetujui. Namun, saat dicoba dipasangkan dalam jaeger yang masih berada di pangkalan, otak Mako terjebak dalam kenangan. Barulah saat itu Raleigh menyadari kenapa komandannya menolak keras Mako terlibat sebagai pilot jaeger.

Karena meski menjabat direktur proyek pengaktifan kembali jaeger, ternyata Mako adalah anak angkat Pentecost. Sang komandan ternyata adalah pilot jaeger generasi awal yang masih menggunakan satu pilot saja. Ia menyelamatkan Mako saat kaiju menyerang Jepang dan merawatnya karena kedua orangtua Mako tewas. Toh akhirnya Pentecost menyadari bahwa menyelamatkan Bumi lebih penting daripada menjaga keselamatan anak angkatnya.

Maka, pertempuran terakhir melawan para kaiju dimulai. Misinya adalah untuk meledakkan portal. Sementara itu, ilmuwan Newton Geiszler berhasil mengkoneksikan dirinya dengan otak kaiju. Tapi gambaran yang didapatnya kurang jelas. Maka, ia pun mencari Hannibal Chau yang dikenal sebagai pedagang besar organ kaiju di Hongkong. Saat Gipsy Danger yang dipiloti Raleigh dan Mako berhasil mengalahkan dua kaiju, tim Hannibal bergegas mengangkut sisa-sisa organnya. Tapi mereka terkejut saat ternyata kaiju mati itu sedang hamil. Dan bayinya ternyata belum mati dan mencelos keluar. Tanpa dinyana, bayi kaiju itu memangsa Hannibal. Saat itulah Newton terkoneksi lagi dengan otak kaiju dan menyadari kenapa selama ini upaya meledakkan portal gagal. Karena portal itu hanya terbuka saat mendeteksi DNA kaiju. Newton juga sudah menyadari sebelumnya bahwa semua kaiju itu punya DNA yang sama. Karena itu, mereka sebenarnya clone dan digunakan sebagai senjata biologis oleh alien.

Informasi itu diteruskan kepada Pentecost. Sang Marsekal kemudian memutuskan memiloti sendiri satu dari dua jaeger yang tersisa. Ia bersama Chuck Hansen memiloti Striker Eureka –jaeger Australia-, sementara Raleigh dan Mako memiloti Gipsy Danger –jaeger Amerika Serikat-.  Dua jaeger tersisa lainnya yaitu Cherno Alpha asal Russia dan Crimson Typhoon asal China hancur saat mencegah gelombang serangan jaeger yang menghancurkan tembok raksasa Pasifik. Para pilotnya pun tewas bersamanya. Sehingga kini keselamatan Bumi tergantung pada dua jaeger tersisa.

Pertempuran antara jaeger dan kaiju digambarkan sebagai “epic battle”. Bukan saja dahsyat, tapi juga sangat penting untuk dikenang manusia. Bagi movie-goers, menyaksikan Pacific Rim akan mengingatkan pada banyak film yang memang menginspirasi para pembuat filim dahsyat ini. Tentu saja film yang paling mengingatkan adalah Godzilla. Bagi saya, Real Steel  dan Iron Man juga tampak jelas mempengaruhi film ini.  Ternyata memang ada ahli efek visual dari kedua film itu yang dilibatkan di sini. Efek visual memang sangat penting karena film ini menceritakan mengenai kisah sains-fiksi yang penuh imajinasi. Maka, meskipun menelan biaya mahal sebesar US$ 190 juta, film ini disambut pasar penikmat film dunia. Tak heran pendapatannya mencapai lebih dari US$ 407 juta di seluruh dunia.

2 Responses so far.

  1. Ryan M. says:

    Baru tayang di HBO. Adegan battle-nya memang epik banget, cenderung brutal sampai si sulung takut nontonnya. Keren!

Leave a Reply