Resensi Film-Bhayu MH

Parker

Year : 2013 Director : Taylor Hackford Running Time : 118 minutes Genre : , , , , ,
Movie review score
1/5

Rupanya pilihan pemeran karakter pembunuh berdarah dingin tidak banyak. Buktinya, Jason Statham kembali berperan sebagai karakter semacam itu di film ini. Meski sebenarnya karakter Parker aslinya adalah perampok profesional, tapi toh pada akhirnya ia membunuh juga dengan santainya.

Diawali dengan perampokan uang tiket di Ohio State Fair yang ramai pengunjung. Lima orang perampok dengan peran masing-masing berhasil membawa lari uang ratusan ribu dollar. Parker dikenalkan oleh Hurley –ayah Claire pacarnya- kepada beberapa orang perampok. Mereka dikepalai oleh Melander. Di dalam mobil saat lari setelah berhasil merampok pekan raya itu, Melander mengajak Parker merampok lagi dengan janji mendapatkan bagian lebih besar hingga dua juta dollar per orangnya.

Parker menolak hingga ia ditembaki. Ross salah satu perampok yang duduk di kanan Parker di jok belakang gagal sehingga malah menembak Hardwicke yang sedang menyetir. Parker berusaha lolos dengan melompat keluar jendela ke jalanan. Saat Melander berhasil menghentikan mobil yang melaju tak terkendali karena supirnya terluka, Carlson yang semula duduk di kiri Parker disuruh menghabisinya. Tapi, Parker ternyata tak mati. Ia ditolong oleh keluarga petani yang sedang mengangkut tomat dengan truknya dan dibawa ke rumah sakit.

Dari sinilah kemudian petualangan Parker di film ini dimulai. Ia berniat membalas dendam kepada kelompok Melander yang telah mengkhianati dan menganiaya dirinya. Meski sudah diingatkan Hurley agar ia membatalkan niatnya karena Melander bekerja pada Danzinger –boss mafia Chicago-, Parker tak peduli. Ia memburu komplotan perampok itu yang diketahuinya akan beraksi di Palm Beach, California.

Di sanalah ia kemudian bertemu dengan Leslie Cienfuegos Rodgers, seorang agen penjual properti. Parker menyamar sebagai Daniel Parmitt, orang kaya asal Texas yang berniat mencari rumah baru. Namun, yang sebenarnya dilakukan adalah mencari kemungkinan lokasi menginap dan aksi perampokan berikutnya dari kelompok Melander. Parker bukan hanya berencana mengambil bagiannya dari aksi perampokan sebelumnya, tapi juga merampok hasil rampokan kelompok itu berikutnya dan membunuh mereka semua. Justru dengan bantuan Leslie-lah ia kemudian melakukan semua rencana itu.

Oh ya, di film ini Anda akan melihat Jennifer Lopez sebagai Leslie tampil seksi namun tak seronok. Bahkan tak ada adegan seks sama sekali selain dua kali ciuman ringan dengan Jason Statham. Meski baru masuk di tengah-tengah film, kehadiran JLo cukup menyegarkan. Sayang kemampuan aktingnya kurang tergali, sehingga dibandingkan film-film yang dimainkannya sebelumnya karakternya lemah.

Walau begitu, ceritanya tetap menarik untuk diikuti. Kendati ini film pertama dimana JLo berpasangan dengan Jason Statham, chemistry keduanya cukup terbangun. Statham agak keluar dari karakter yang biasa diperankannya. Di sini ia cukup banyak berdialog dengan tersenyum bahkan tertawa, tidak bermuka dingin dan keras sepanjang waktu. Konflik yang terbangun juga bagus namun cukup mudah dimengerti. Walau sebenarnya beberapa kebetulan ala sinetron juga terjadi. Sebutlah misalnya cara Parker melacak keberadaan kelompok Melander yang kurang tergambar. Malah, Parker begitu hebatnya sampai tahu rumah persembunyian mereka dan bisa menanam senjata di dalamnya tanpa diketahui. Toh, ini film yang akhirnya sudah bisa ditebak: “jagoan pasti menang”. Jadi, enjoy aja…

Leave a Reply