Resensi Film-Bhayu MH

Police Story 2013

Year : 2014 Director : Ding Sheng Running Time : 108 minutes Genre : , , , , , ,
Movie review score
3/5

Jacky Chan masih belum habis. Meski berkali-kali terluka dan cedera, bahkan sampai dirawat di rumah sakit karena perannya, ia tak kapok. Aktor laga ini dikenal juga jago bela diri beneran, dan hampir selalu memerankan sendiri semua adegan tanpa stunt-man. Meski begitu, ia tak mampu melawan usia yang menua. Di film ini, porsi bak-bik-buk-nya sudah jauh berkurang. Namun, penggantinya tak kalah ciamik, yaitu jalinan cerita yang cukup kuat hingga ke akhirnya.

Di film ini Jacky berperan sebagai Detektif Zhong Wen. Ia dikisahkan mencari putrinya Miao Miao yang sudah jarang bertemu. Ia disalahkan putrinya atas kematian Ibunya. Saat ini, putrinya telah menjadi pacar seorang mafia bernama Wu Jiang. Ia memiliki sebuah klub malam anak muda bernama Wu Bar.

Ketika Zhong Wen masih berusaha membujuk putrinya untuk ikut serta dengannya, tiba-tiba terjadi perampokan. Naluri polisinya bangkit walau ia sedang tak bertugas, tapi apa lacur, kepalanya dipukul dan ia pun tak sadarkan diri.

Siuman, Zhong Wen sudah diikat di sebuah kursi. Ia merasa bahwa ini jebakan dan Wu sebenarnya sudah mengincarnya, hanya saja Zhong tidak tahu sebabnya. Rupanya, Wu juga menyandera para tamu bar termasuk reporter yang ingin mewawancarainya.

Zhong sempat meloloskan diri dengan mengelabu salah satu penjaga, namun karena putrinya diancam, ia pun kembali menyerahkan diri untuk disandara. Zhong yang merupakan kepala detektif dipaksa bekerjasama dengan Wu. Ia bernegosiasi dengan polisi setempat yang mengusahakan pembebasan sandera. Adu kecerdikan antara sang detektif dan boss mafia berlangsung terus hingga akhir film.

Penyebab Wu menyandera mereka baru terungkap di akhir film. Dan segala sesuatunya menjadi jelas karena beberapa orang kunci yang disandaera ternyata terlibat dalam satu peristiwa di masa lalu.

Secara umum, film ini lumayan untuk hiburan. Memang tidak banyak adegan perkelahian, tapi plot ceritanya menantang. Penonton diajak berteka-teki apa sebenarnya yang terjadi. Motivasi Wu melakukan penyanderaan itulah pertanyaan utamanya. Saya lantas teringat pada film semacam Babel (2006) atau Crash (2004), dimana keterkaitan antar karakter baru terungkap di akhir film. Tidak jelek untuk aktor kawakan China-Hongkong seperti Jacky Chan. Dan lebih serius daripada umumnya film-film Jacky yang bernuansa komedi. Nilai 7,5 untuk film ini atau setara dengan 3 bintang.

Leave a Reply