Resensi Film-Bhayu MH

Poseidon

Year : 2006 Director : Wolfgang Petersen Running Time : 98 mins. Genre : , , , , ,
Movie review score
1/5

Dari judul dan posternya, kita tahu film ini serupa dengan Titanic (1997). Meski fiktif dan tidak ada dalam kenyataan -berbeda dengan Titanic yang benar-benar ada-, Poseidon dikisahkan merupakan kapal pesiar modern. Meski di awal film tak cukup narasi atau penggambaran mengenai apa-bagaimananya kapal ini. Cukuplah kita mengerti bahwa melihat besarnya dan pidato Kapten menjelang pesta tahun baru, Poseidon adalah kapal yang serupa dengan Titanic: “tak bisa tenggelam.”

Namun, beberapa saat setelah malam tahun baru yang memang menjadi setting waktu film ini, mualim melihat ada buih panjang di cakrawala. Ia langsung tahu bahwa itu adalah tsunami yang sedang bergerak ke arah mereka. Upaya untuk membelokkan kapal gagal, dan kapal pun terpelanting hingga terbalik. Walau begitu, karena kapal tidak patah, maka masih banyak penumpang yang hidup.

Kebanyakan penumpang sedang berada di ballroom menikmati malam pergantian tahun. Saat kapal terbalik, maka atap menjadi lantai. Dan seorang ayah bernama Ramsey yang ditampilkan di awal film kemudian bertekad mencari putrinya Jenny dan pacarnya Chris yang berada di ruangan lain. Kisah mereka bersama beberapa orang lainnya yang berupaya menyelamatkan diri itulah yang jadi fokus film ini. Sepanjang film mereka berupaya menyelamatkan diri keluar kapal. Dan itulah yang jadi pertanyaan: Akankah mereka berhasil?

Bagi saya, film ini sebenarnya punya potensi untuk jadi film bagus. Ketegangannya lumayan, juga special effect-nya. Sayangnya pendalaman karakter dan alur cerita lemah. Mungkin karena perlu biaya besar setting kapal yang megah, maka tak ada pemain dengan nama terkenal yang terlibat. Ini juga membuat akting para pemain terlihat kurang “greget”. Tak heran para kritikus luar negeri menyambutnya dingin, demikian juga pasar.

Leave a Reply