Resensi Film-Bhayu MH

Resident Evil: Extinction

Year : 2007 Director : Russell Mulchay Running Time : 94 mins. Genre : , , , , , , , ,
Movie review score
4/5

Alice terbangun di sebuah mansion, tapi saat keluar ia mendapati keanehan. Seperti sosok yang berkelebat di belakangnya saat berada di hall. Termasuk pula pikiran-pikiran yang berkelebat dari masa lalunya. Ia berganti pakaian dengan gaun merah yang tergeletak di atas tempat tidur. Dalam perjalanan keluar gedung, ia dihadang oleh berbagai jebakan. Setelah berhasil lolos beberapa kali, ia tewas oleh sebuah drone terbang sebesar bola bilyar yang menembakkan senjata. Beberapa orang berseragam putih lantas keluar dan membopong mayat Alice. Tubuhnya lantas dibuang ke lubang di luar bangunan. Ternyata, di dalamnya ada banyak tubuh Alice-Alice lain. Ternyata ia semata clone. Bangunan itu sendiri adalah sebuah rumah di tengah padang pasir yang dipakai sebagai kamuflase untuk struktur bawah tanahnya. Di sekelilingnya ada pagar kuat yang menghalangi ribuan zombie yang hendak masuk.

Virus-T sendiri sudah menyebar luas. Selain menginfeksi manusia, juga hewan tertentu dan menyebabkan rusaknya lingkungan. Alice asli mengendarai motor mencari orang yang selamat. Melalui radio, ia mendengar ada sekumpulan orang di KLKB radio yang selamat. Sesampainya di tujuan, ternyata orang-orang itu adalah penjahat yang bertujuan menjebak orang lain supaya datang. Alice ditodong dan dilucuti, lalu diborgol. Tapi saat salah seorang di antara mereka hendak memperkosanya, Alice melawan dan menewaskan pria itu. Tindakan itu menyebabkan yang lain marah dan memukulnya hingga pingsan. Saat ia terbangun, ternyata dihadapkan pada segerombolan anjing yang telah terinfeksi virus-T menjadi zombie. Alice mampu mengalahkan mereka bahkan menjatuhkan para penjahat itu hingga dimangsa anjing-anjing kelaparan.

Sementara itu, Dr. Sam Isaacs selaku kepala fasilitas Umbrella Corporation di Amerika Utara beroperasi dari Nevada. Ia berupaya menangkap Alice karena gadis itu terinfeksi virus-T tapi tidak bermutasi menjadi zombie. Ia berupaya meyakinkan dewan pimpinan Umbrella Corporation di seluruh dunia agar dibolehkan memburu Alice. Tapi sang ketua Albert Wesker menolaknya dan menyarankan agar Isaacs tetap berupaya menggunakan clone Alice untuk menemukan penawar virus-T.

Di jalanan, meluncur serombongan orang-orang yang selamat. Mereka dipimpin oleh Claire Redfield dan beriringan menggunakan beberapa mobil. Di dalamnya ada Carlos Oliveira dan L.J. yang kita tahu selamat dari Raccoon City pada sekuel sebelumnya. Selain itu ada sejumlah karakter baru seperti K-Mart, Mikey, Chase dan suster Betty. Mereka melindungi puluhan warga biasa yang mereka temukan di perjalanan.

Saat tiba di sebuah motel untuk mencari logistik, zombie menggigit L.J. Tak ada yang tahu karena Oliveira menyelamatkannya. Mereka bermalam di sana dengan penuh kewaspadaan. Di pagi harinya, mereka diserang sekumpulan besar burung gagak yang telah terinfeksi. Suster Betty tewas dan mereka semua nyaris celaka. Tepat di saat itu Alice tiba. Dengan menggunakan kekuatan supranatural yang dimilikinya, ia meledakkan senjata pelontar api dan menciptakan payung api. Tindakan itu membuat burung-burung gagak mati dan rombongan selamat. Tapi sekaligus juga membuat orang-orang takut padanya.

Oliveira memperkenalkan Alice pada Claire. Ia menunjukkan sebuah buku catatan harian yang ditemukannya. Di sana, terdapat petunjuk bahwa di Alaska ada koloni orang-orang yang selamat. Diyakini virus-T tak bisa bertahan hidup di suhu udara dingin. Claire ragu, tapi dalam pemilihan suara sebagian besar memilih percaya pada informasi itu. Maka, mereka pun memutuskan menuju Alaska. Dan dalam perjalanan ke sana diputuskan mampir ke Las Vegas untuk menambah perbekalan.

Di laboratorium, Dr. Isaac menemukan bahwa upayanya menjinakkan zombie membuat mereka bisa mengingat kembali beberapa hal dasar. Dalam percobaan mereka diminta menggunakan telepon genggam dan kamera. Ia diingatkan petugas keamanan Ketua Wesker yang bernama Kapten Alexender Slater bahwa ia melewati batasan. Itu karena ia menilai ciptaan yaitu super zombie yang disebut the Crimson Head bisa di luar kendali. Saat melaporkan hal itu kepada Ketua Wesker, ia diminta agar mengawasi dengan ketat dan bila melanggarnya maka Slater diminta membunuh Isaac.

Isaac dilaporkan oleh sistem komputer yang dikontrol the Red Queen tentang terdeteksinya gelombang elektromagnetik dalam skala luar biasa besar. Semua itu diakibatkan tindakan Alice yang menggunakan kekuatan supranaturalnya. Isaac pun mengirimkan satu container berisi segerombolan zombie baru yang mampu berpikir tadi. Rombongan Claire yang tiba di Las Vegas tidak menyadari isi container itu dan keburu terbuka. Para zombie pun menyerbu, menewaskan banyak anggota rombongan termasuk Chase dan Mikey. L.J. yang sudah tertular pun tiba-tiba berubah menjadi zombie dan menggigit Carlos.

Alice dengan kekuatan barunya mampu membunuh banyak zombie. Ini membuat Isaac gusar dan mencoba mematikannya dari jarak jauh dengna menggunakan satelit. Tapi Alice melawan sehingga ia tetap hidup. Ia bahkan mendeteksi lokasi camp Umbrella di atap gedung dan menemukan Isaac di sana. Sang pimpinan Umbrella berhasil lari, tapi sempat terinfeksi. Alice dan K-Mart menggunakan komputer Isaac yang tertinggal melacak arah penerbangan helikopter Isaac. Mereka berhasil menemukan lokasi fasilitas Umbrella Corporation yang terletak di bawah tanah.

Rombongan Claire yang tersisa lantas menuju ke situs tersebut, hanya untuk mendapati tantangan sulitnya memasuki lokasi karena dikelilingi ribuan zombie. Carlos yang sudah terinfeksi menawarkan diri untuk melakukan aksi pengorbanan. Ia mengendarai truk tangki bahan bakar untuk menerobos para zombie, sebelum kemudian meledakkannya dengan dinamit. Ini memberikan jalan dan waktu bagi Alice dan Claire yang mengendari jeep di belakangnya untuk masuk menerobos pagar. Mereka kemudian menaikkan sisa anggota rombongan yang selamat ke dalam helikopter untuk menuju ke Alaska. Ketika diminta ikut naik, Alice menolak.

Sementara itu, di dalam fasilitas di bawah tanah, Slater diperintahkan membunuh Isaac oleh Wesker. Tapi ia mendapati sang ilmuwan malah mengunci diri di dalam laboratorium. Dalam upayanya untuk melawan infeksi, ia menyuntikkan anti-virus dalam jumlah besar. Slater berupaya mencegahnya karena itu hanya akan memperburuk mutasinya. Isaac menolak, membuat Slater menembaknya, tapi malah merubah sang ilmuwan menjadi sosok mutasi baru bernama “Tyrant”. Isaac pun membunuh Slater dan semua orang lainnya, lantas bersembunyi di bagian terbawah laboratorium.

Alice memasuki fasilitas bawah tanah dan berkomunikasi dengan saudara the Red Queen yang sama-sama sistem komputer berkecerdasan buatan (artificial intelligence). Namanya White Queen, yang menginformasikan bahwa darah Alice adalah obat bagi virus-T. Ia juga memberikan informasi mengenai Isaac yang sudah bermutasi. Alice pun setuju bekerjasama dengan White Queen. Saat menuju ke bagian terbawah laboratorium, Alice melihat clone dirinya masih dikembangkan. Sang clone tiba-tiba tersadar, tapi seketika pingsan kembali karena terkejut melihat Alice asli yang persis dirinya.

Dalam perjalanan, Alice pun menemukan tiruan dari puri tempat ia pernah tinggal. Saat bertemu Isaac yang sudah menjadi “Tyrant”, Alice kesulitan mengimbanginya. Perkelahian mereka lantas sampai di sebuah ruangan yang merupakan replika dari lorong menuju ruang kontrol pusat kendali menuju mainframe Red Queen –yang ada di sekuel film pertama- dimana ada sistem pertahanan laser. Alice teringat pada hal ini dan memancing Tyrant mendekat. Tidak menyadari jebakan itu, Tyrant terpotong oleh laser pertahanan. Alice pun bersiap menghadapi nasib serupa karena tak ada jalan keluar. Namun, ia diselamatkan oleh clone­-nya yang tersadar dan menonaktifkan sistem.

Tak lama kemudian, di Tokyo-Jepang, Ketua Wesker yang sekaligus mengepalai fasilitas Umbrella Corporation di Tokyo, menginformasikan dewan pimpinan perusahaan melalui hologram teleconference, bahwa fasilitas Amerika Utara telah musnah. Tiba-tiba hologram Alice muncul, menyatakan bahwa ia akan mengejarnya dengan membawa teman-temannya. Di sampingnya berdiri sosok clone-nya, dengan di belakangnya ada ratusan tabung berisi clone-clone dirinya yang lain.

Ulasan

Mengingat jarak 3 tahun dari sekuel sebelumnya, saya harus kembali mengingat-ingat apa yang terakhir terjadi. Saya rasa penonton bioskop lain pun begitu. Walau begitu, tak sulit untuk tune-in dengan film ini. Karena selain di bagian awal dikisahkan sedikit narasi apa yang telah terjadi di sekuel sebelumnya, jalan ceritanya pun kuat. Ini akan mengikat penonton menyaksikan dari awal sampai akhir.

Saya terutama menyukai adegan di awal film, dimana rombongan Claire berkelana dari kota ke kota. Karena persis seperti itulah yang ingin saya lakukan. Apalagi mereka berombongan dalam satu misi penyelamatan diri. Asyik banget tuh petualangannya.

Cerita selanjutnya tetap seru. Sayangnya puncak yang seharusnya jadi klimaks yaitu adegan pertarungan Alice melawan Tyrant malah kurang seru dibandingkan saat rombongan Claire disergap zombie di Las Vegas. Unsur kekelaman juga berkurang karena di sekuel film ini kebanyakan adegan di luar ruangan.

Walau ceritanya keren, saya tetap heran kenapa bisa virus-T membuat daratan menjadi gersang. Bukankah ia tidak menulari tumbuhan? Demikian pula hewan yang tertular cuma anjing, dan di sekuel film ini ditambah gagak. Lantas, kenapa hewan-hewan lainnya tidak terlihat?

Tetap saja, sedikit kekurangan dalam hal logika itu tidak mengurangi keasyikan menonton. Sudah pasti keahlian Alice yang memang super-human akan membuat ia menjadi superheroine idola.

One Response so far.

  1. Helena says:

    It’s going to be finish of mine day, but before finish I am reading this wonderful post to increase my know-how.

Leave a Reply