Resensi Film-Bhayu MH

Safe House

Year : 2012 Director : Daniel Espinosa Running Time : 115 mins Genre : , , , , ,
Movie review score
2/5

Meski bergenre action dan tentu saja ada adegan tembak-menembak, namun film bertema spionase ini menggambarkan juga sisi membosankan menjadi agen rahasia. Itu karena ada tugas yang ternyata cuma menjaga sebuah rumah yang dinamakan “safe house” atau rumah perlindungan. Agen Matt Weston (Ryan Reynolds) kebagian tugas menjaga sebuah rumah milik CIA di Cape Town-Afrika Selatan. Tentu saja, tidak seorang pun tahu apa pekerjaan sebenarnya. Termasuk pacarnya. Ia sendiri mengaku bekerja sebagai petugas pendaftaran di sebuah klinik kesehatan.

Di tengah hari-hari sepi menjaga rumah kosong itu, tiba-tiba ia kedatangan ‘tamu’. Ini adalah sekelompok agen lapangan CIA (dalam film The Recruit disebut NOC=Non Official Cover) yang baru saja menangkap seorang buronan agensi. Dia adalah Tobin Frost, sosok mantan agen rahasia yang digambarkan namanya sudah terkenal melegenda dan disegani oleh para agen muda. Bagi saya, karakter Tobin Frost yang diperankan oleh Denzel Washington tampak serupa dengan Jason Bourne. Bedanya, Bourne yang lebih muda tampak lebih kuat daripada Frost yang sudah menua. Namun, bukan berarti ia kurang berbahaya, karena ternyata ia sangat tangguh. Termasuk saat diinterogasi dengan menggunakan metode “water boarding” (yang di dunia nyata diberitakan sering digunakan di Guantanamo).

Serupa dengan Bourne, Frost juga dijebak dan disalahkan untuk tindakannya di masa lalu. Padahal, ada borok besar yang tengah ditutupi oleh para petinggi CIA. Dan borok itulah yang kemudian harus dicari dalangnya. Weston yang diperintahkan untuk menjaga Frost agar tidak kabur, pada akhirnya malah ikut terlibat dalam membantu Frost. Ia akhirnya terpaksa berpihak dan malah ikut menjadi buruan rekan-rekannya sendiri.

Meski ceritanya ‘sederhana’, namun pembangunan konflik dan karakter film ini ciamik. Penonton dibawa oleh sutradara Daniel Espinosa menyelami satu sisi kehidupan agen rahasia yang ternyata tidak mudah. Apalagi ini menghadapi kejaran dari sesama rekan yang nota bene didukung negara. Saya lantas juga teringat pada film Enemy of The State (1998) yang juga menceritakan mengenai mantan agen yang jadi buronan negara karena difitnah. Film-film ini menarik karena bukan hanya bangunan konfliknya ciamik, tapi juga karakternya matang. Adegan demi adegan juga diambil dengan bagus. Pendeknya, film ini wajib ditonton bagi pecinta film action bertema spionase.

Leave a Reply