Resensi Film-Bhayu MH

Soegija

Year : 2012 Director : Garin Nugroho Running Time : 115 mins. Genre : , , , , , ,
Movie review score
2/5

Nama ini mungkin masih asing bagi sebagian besar masyarakat Indonesia, terutama yang beragama Islam. Padahal, ia adalah salah satu Pahlawan Nasional kita. Tak heran, karena beliau adalah tokoh nasional yang beragama Katholik. Bukan sekedar itu, ia adalah pemimpin gereja Katholik pertama yang asli orang Indonesia. Sebelumnya, uskup untuk wilayah Hindia Belanda selalu orang Eropa.

Monsigneur Albertus Soegijapranata , SJ memang sosok pemimpin agama yang taat. Ia memihak kebenaran dan kaum lemah, alih-alih kekuasaan. Maka, meskipun ia melayani para pemeluk Katholik yang kebanyakan justru orang Eropa, namun ia memihak Indonesia. Dalam proses perang kemerdekaan, ia memerintahkan lembaga yang dipimpinnya untuk menolong rakyat dan prajurit kita. Belanda yang menghormati institusi gerejawi kerap tak berkutik saat berhadapan dengan beliau.

Masa hidupnya dan karyanya bagi gereja melintasi zaman. Sehingga Soegija menjadi saksi sejarah era penjajahan kolonial Belanda, Jepang, kemerdekaan Indonesia dengan segala gejolaknya. Di film ini digambarkan Soegija bertemu dengan banyak tokoh sejarah bangsa seperti Soekarno, Fatmawati, Mohammad Hatta, Sutan Sjahrir, Sri Sultan Hamengkubuwono IX, Sri Susuhunan Paku Alam VIII, Jenderal Soedirman bahkan Soeharto. Terutama sekali Soegija berparan di periode saat terjadi peralihan bentuk pemerintahan dari Republik Indonesia menjadi Republik Indonesia Serikat akibat Konferensi Meja Bundar di Den Haag, Belanda.

Film berbiaya mahal ini, mencapai 12 milyar rupiah, agak kurang disambut pasar. Jalan ceritanya memang membosankan dan terlalu lambat. Fragmen-fragmen kehidupan Soegija yang dipotret film ini agak sulit terjalin benang merah ceritanya. Karena melompat-lompat antar periode waktu. Mungkin kalau dibuat pola narasi sehingga seolah Soegija menceritakan tentang pengalamannya sendiri akan lebih baik.

Walau bagaimanapun, kerja keras mewujudkan film sejarah ini patut diacungi jempol. Setidaknya ia menambah khazanah tokoh nasional kita yang difilmkan.

Leave a Reply