Resensi Film-Bhayu MH

Source Code

Year : 2011 Director : Duncan Jones Running Time : 93 mins. Genre : , , , , , ,
Movie review score
3/5

Ini adalah tipe film kesukaaan saya. Sains-fiksi mengenai relativitas waktu dan dimensi ruang. Setting film di sebuah kereta api pelaju (commuter line) menuju Chicago. Kereta api itu kemudian meledak karena ada bom yang dipasang oleh salah satu penumpang. Ledakan bom itu membunuh seluruh penumpangnya.

Tokoh utama film ini sebenarnya adalah Kapten Colter Stevens, seorang pilot helikopter tempur lintas udara ke-17 (17th Airborne) di Afghanistan. Namun, ia tersadar di dalam tubuh seorang guru bernama Sean Fentress yang tengah bepergian bersama kekasihnya Christina. Ketika bom meledak pertama kali, Colter Stevens menyadari dirinya berada di sebuah ruangan berbentuk kapsul yang tak dikenalnya. Sementara itu ada seorang wanita perwira bernama Goodwin mengajaknya bicara.

Ketika Stevens diberitahu bahwa ia telah dua bulan berada di ruangan itu, ia pun menyadari tidak lagi berada di situasi yang dikenalnya. Stevens mengingat baru kemarin ia berada bersama krunya di Aftghanistan. Maka, ia pun mencoba menaati permintaan Goodwin lewat layar monitor: mencari pembomnya. Semata agar ia bisa keluar dari situasi yang tidak disenanginya itu.

Secara obyektif, andaikata saya tidak menyenangi temanya, sebenarnya film ini agak membosankan. Beberapa kali pengulangan adegan karena memang sang kapten berkali-kali dikirim kembali ke situasi di dalam kereta api hingga ia berhasil menemukan pembomnya. Tapi karena saya menyenangi temanya, malah semua itu terasa mengasyikkan. Sudut pandangnya adalah saya membayangkan orang yang bisa memperbaiki kesalahan di masa lalu. Dimana kita sudah tahu apa yang akan terjadi selanjutnya.

Oh ya, penjelasan mengenai pengertian Source Code sendiri dipaparkan oleh Dr. Rutledge sebagai pimpinan proyek. Saat itu Colter menuntut penjelasan atas apa yang terjadi. Saat di kereta api, dengan teknologi internet ia berhasil melacak keberadaan unit yang mengirimnya berkali-kali ke dalam kereta api ada di Nellis Air Force Base. Colter juga melacak mengenai dirinya sendiri dan mendapati fakta bahwa ia diberitakan telah mati dua bulan lalu.

Karena didesak, akhirnya Dr. Rutledge menjelaskan source code sebagai perhitungan mekanika kuantum parabolis yang rumit. Menggabungkan dengan fakta di dunia kedokteran bahwa otak tetap hidup secara elektromagnetis selama 8 menit pasca kematian, maka jendela waktu itulah yang didapat dengan source code. Secara fisik dan peta sinaptik otak, Colter Stevens dan Sean Fentress sangat mirip. Karena itulah sang kapten dimasukkan ke tubuh sang guru yang nota bene terbunuh dalam ledakan bom. Namun, Rutledge menegaskan, source code bukanlah perjalanan waktu, melainkan pengaturan kembali waktu yang memberi akses kepada realitas paralel.

Ini sangat menarik bagi saya. Karena bila memang realitas paralel ada, maka ia hanya berlaku bagi yang mengalaminya. Dan di filim ini adalah Colter Stevens. Pihak-pihak lain yang terlibat tidak menyadarinya. Akankah sang kapten berhasil mengidentifikasi pembomnya yang berencana meledakkan bom dalam skala lebih besar? Apakah ia yang secara klinis telah mati bisa hidup kembali? Tonton saja filmnya ya… daripada saya ceritakan akhirnya, nggak seru ntar. Hehe …

Leave a Reply