Resensi Film-Bhayu MH

Spiderman 4: The Amazing Spider-Man

Year : 2012 Director : Marc Webb Running Time : 136 mins. Genre : , , , , ,
Movie review score
4/5

Ini adalah film serial Spiderman yang merupakan reboot dari trilogi sebelumnya. Bila dalam Spider-Man (2002), Spider-Man 2 (2004) dan Spider-Man 3 (2007) disutradarai oleh Sam Raimi, di film ini dan rencana dua sekuel selanjutnya disutradarai oleh Marc Webb.

Disebut reboot karena film ini kembali menceritakan tentang awal mula Peter Parker menjadi Spider-Man. Satu hal yang sebenarnya sudah diangkat dalam Spider-Man (2002). Tentu saja, karena terjadi pergantian sutradara, baik sudut pandang, cara dan teknik penceritaan maupun penekanannya berbeda. Bahkan Tobey Maguire yang seakan sudah lekat dengan sosok Spider-Man di trilogi sebelumnya digantikan oleh Andrew Garfield. Pemilihan aktor ini sempat dikritik karena dianggap terlalu kurus dan kurang berkesan “superhero”.

Tentu saja Marc Webb punya argumen sendiri. Ia justru ingin menonjolkan sisi kemanusiaan Peter Parker yang aslinya adalah pemuda “cunihin” alias “culun”. Dan dari penampilannya, memang akting bintang baru ini cukup memuaskan. Pemasangan Emma Stone sebagai Gwen Stacy kekasih Peter Parker di SMA juga cukup menyegarkan. Dimana keduanya tampak sangat kena chemistry-nya sebagai pasangan kekasih usia remaja.

Di film ini, Peter berupaya melacak hal-ihwal kedua orangtuanya. Ia menemukan foto di sobekan koran lama yang menunjukkan foto ayahnya Richard Parker bersama seseorang. Saat ia bertanya pada paman dan bibinya Ben dan Mary Parker siapakah orang di samping ayahnya, mereka berdua tidak tahu. Barulah setelah Peter membongkar tas kerja lama ayahnya, ia menemukan petunjuk. Bukan hanya ID-Card Oscorp milik ayahnya, tapi juga sebuah kompartemen rahasia. Di situ, ada buku catatan atau jurnal ilmiah ayahnya. Isinya, rumus-rumus rahasia rekayasa genetika.

Ternyata, foto lelaki di samping Richard Parker adalah Dr. Curt Connors. Ia kini masih bekerja di Oscorp bahkan menjadi salah satu direkturnya. Tanpa dinyana, ia kemudian menjadi musuh pertama Spider-Man. Hal itu karena Dr. Connors mengembangkan serum khusus untuk menggantikan organ tubuh yang rusak. Celakanya, serum itu malah membuatnya menjadi mutant. Karena zatnya diambil dari reptil, maka jadilah ia The Lizard yang mirip Godzilla. Itu jugalah yang dikatakan Captain George Stacy –ayah Gwen- saat Peter mencoba melaporkan hal itu.

Film ini menjawab keraguan banyak pihak setelah sutradara sebelumnya mengalami konflik dengan Sony Pictures Entertainment selaku pemegang hak pembuatan film. Marvel sendiri selaku pemegang merek Spider-Man sempat terlibat konflik karena awalnya di tahun 1985 sempat menyerahkan hak pembuatan film kepada Cannon Films. Masalah hukum ini berlarut-larut dan tak juga selesai meski sudah dibawa ke pengadilan. Meski pada 1999 Marvel menyerahkan hak pembuatan film pada Columbia sebagai anak perusahaan Sony Pictures Entertainment, MGM merasa merekalah yang memiliki hak melalui Cannon, 21st Century dan Carolco berdasarkan kontrak tahun 1985. Bahkan saat Raimi mengundurkan diri dari kursi sutradara pun diwarnai konflik dengan studio pembuatnya.

Tak heran memang, karena serial film superhero semacam ini seakan jadi “jaminan mutu” untuk keuntungan. Keempat seri Spider-Man sudah menghasilkan tak kurang dari 3 milyar dollar A.S. di seluruh dunia. Maka, pembuatan yang makan puluhan juta dollar sudah pasti menghasilkan film penuh special effect dan hal-hal maksimal lain. Saya tak bisa berkata apa-apa lagi selain film ini memang sangat layak ditonton. Meski ada beberapa bloopers atau kejanggalan, tetap tak menutupi keasyikannya.

Leave a Reply