Resensi Film-Bhayu MH

Superman Returns

Year : 2006 Director : Bryan Singer Running Time : 154 mins. Genre : , , , , ,
Movie review score
3/5

Saya masih kecil saat tetralogi Superman yang diperankan aktor legendaries Christopher Reeve dirilis. Tapi sama seperti sutradara film ini Bryan Singer, film-film itu masih begitu melekat di ingatan. Citra Superman sebagai pahlawan idola pertama kebanyakan anak-anak masih belum bisa hilang. Walau saat ini saya lebih mengidolakan Batman yang terasa lebih membumi.

Jalan Cerita

Di film ini, sutradara mengabaikan dua sekuel terakhir Superman dan memulai cerita sebagai lanjutan Superman (1978) dan Superman II (1980). Jadi, kesinambungan kisah di Superman III (1983) dan Superman IV: The Quest for Peace (1987) tidak diteruskan.

Selama Superman pergi, penjahat yang dipenjarakannya Lex Luthor dibebaskan. Hal itu karena Superman tidak hadir di sidang sehingga tak ada saksi utama atas kejahatannya. Sebagai seorang ilmuwan yang berhati dan pikiran jahat, Lex terinspirasi justru oleh legenda Yunani Prometheus. Dikisahkan ia adalah dewa yang mencuri api –simbol kekuatan- dari dewa lain untuk diberikan pada manusia. Lex ingin menjadi seperti itu.

Karena mereka semua tahu Superman bukan berasal dari Bumi, maka Lex ingin mencuri kekuatannya. Ia menikahi seorang janda kaya  bernama Katherine dan mengadakan ekspedisi ke Kutub Utara. Di sana, ia mencari lokasi persembunyian Superman yang disebut Benteng Kesunyian (Fortress of Solitude).

Superman sendiri dikisahkan pergi selama 5 tahun untuk mencari kembali Krypton, planet asalnya. Sayangnya ia tidak berhasil menemukan satu orang pun Kryptonian yang selamat. Saat ia kembali ke Bumi, pertama-tama ia tidak langsung menampakkan diri sebagai Superman, melainkan sebagai Clark Kent. Ia sempat pulang kembali ke pertanian tempat ia dibesarkan dan mengenang masa lalunya.

Saat kembali ke tempat kerjanya dahulu, alasan yang dikemukakan adalah sedang mencari jatidiri selama 5 tahun menghilang. Dan ia kembali bekerja di Daily Planet sebagai wartawan, menggantikan posisi Norm Parker yang meninggal. Kedatangannya disambut gembira oleh fotografer Jimmy Olsen Clark mendapati bahwa Lois Lane pernah meraih Pulitzer, penghargaan jurnalistik tertinggi di Amerika Serikat. Ironisnya, itu justru untuk tulisan berjudul “Why the World Doesn’t Need Superman.” Lebih pahit lagi, ia harus menerima kenyataan Lois Lane telah memiliki anak bernama Jason dari Richard White, walau belum menikah. Richard adalah keponakan dari Perry White, Pemimpin Redaksi Daily Planet tempat mereka bekerja.

Superman menampakkan diri pertama kali saat sebuah pesawat ulang-alik luar angkasa “Genesis” gagal lepas dari pesawat induk pengangkutnya Boeing 777. Ini mengakibatkan kedua pesawat nyaris hancur. Superman melepaskan pengait dan membawa “Genesis” ke luar orbit Bumi. Segera setelahnya ia pun menghentikan Boeing 777 yang terbakar sebelum jatuh di sebuah stadion baseball. Semua kejadian itu diakibatkan Lex mencuri Kristal Krypton dari Benteng Kesunyian dan menumbuhkannya. Proses itu membuat jaringan listrik di Pantai Utara AS padam termasuk di Houston -pusat kendali NASA- dan pesawat yang sedang terbang di atasnya.

Untuk mengusir rasa galaunya, Superman terbang di atas atmosfer Bumi dan mendengarkan panggilan darurat di seluruh dunia. Ia pun beterbangan ke sana-ke mari melakukan berbagai tindakan penyelamatan. Sayangnya, justru saat di Metropolis ia terjebak oleh pengalihan perhatian dari Katherine yang mengendarai sebuah mobil dengan rem blong. Hal itu menyebabkan sebuah pencurian meteorit di “Metropolis Museum of Natural  History” yang dilakukan Kitty Kowalski -anak buah Lex- lolos dari pengamatan Superman.

Perry lantas menugaskan Lois untuk meliput berita soal Superman. Padahal Lois yang berada di dalam Boeing 777 ingin meliput soal padamnya listrik secara serentak yang menurutnya aneh. Justru Clark-lah yang ditugaskan meliput berita itu.

Tapi bukan Lois kalau menyerah. Ia malah terus mengulik fakta dan akhirnya mendapatkan satu alamat rumah yang padam pertama kali. Menjelang upacara penganugerahan Pulitzer, ia malah pergi lebih dulu ke sana, setelah sebelumnya menjemput anaknya dari sekolah. Di rumah itu, ia mendapati ada yacht dan menaikinya, dengan maksud untuk menyelidiki. Akan tetapi, ternyata ia tak menyadari yacht itu berlayar dan ia terjebak di dalamnya. Dan sang pemilik pun keluar sehingga mereka bertemu: Lex Luthor! Keduanya sama-sama terkejut, tapi tentu Lex lebih gembira.

Dengan pongahnya ia menceritakan rencana untuk menumbuhkan pulau baru dari kristal yang dicurinya. Caranya pun mudah, cukup ditempatkan di air saja. Dan dengan meriam, ia lantas menembakkan kristal yang diisi kryptonite curian ke laut. Kristal itu bereaksi dan tumbuh, membuat listrik kembali padam. Padahal, saat itu Lois tengah berusaha mengirim fax permintaan tolong. Akibatnya, ia ketahuan. Brutus –anak buah Lex- yang menjaganya marah dan berupaya mencelakainya. Saat itulah Jason yang panik pada keselamatan ibunya mendorong piano yang tengah dimainkannya, menyebabkan Brutus tewas tergencet piano. Itu menegaskan kecurigaan Lex ketika Jason bereaksi takut kepada kryptonite yang dipegangnya sebelumnya. Maka, Lex pun kabur dengan helikopter meninggalkan yacht-nya dimana ada Lois dan Jason terkunci di dapurnya.

Sebagai efek dari tumbuhnya daratan baru, yacht milik Lex pun terombang-ambing dan tenggelam. Di saat itu Richard tiba dengan pesawat amfibinya untuk menolong. Dan Superman tiba kemudian tepat saat kapal sudah tenggelam. Setelah pesawat terbang mengudara, Superman menuju ke daratan baru. Ia tidak sadar bahwa ada kandungan Kryptonite di bebatuan kristalnya. Kekuatannya musnah bahkan ia bisa dikalahkan Lex. Lois memaksa Richard kembali dan dengan bantuan penglihatan super yang dimiliki Jason, mereka menyelamatkan Superman yang tenggelam ke laut.

Setelah kryptonite yang menancap di tubuhnya dicabut Lois, kekuatan Superman pulih. Ia pun terjun ke dasar laut untuk mencabut kristal dari sana. Pulau baru itu pun dicabut oleh Superman dari akarnya. Katherine yang kuatir akan banyaknya jiwa yang mati menyabotase dengan membuang kristal tersisa. Superman pun lantas koma sesaat setelah membuang pulau itu ke luar angkasa. Ia terjatuh ke Bumi dan tak sadarkan diri. Ia dirawat di rumah sakit namun tentu saja obat-obatan manusia tak bisa menyembuhkannya hingga akhirnya ia pergi saat sudah cukup kuat.

Epilognya Superman mendatangi Jason anaknya dan berpesan sebagaimana dahulu Jor-El ayahnya berpesan kepada dirinya. Ia pun sempat menemui Lois yang keluar rumah dan membatalkan merokok. Untuk kemudian terbang kembali ke angkasa melanjutkan tugasnya menjaga Bumi.

superman-returns-movie

Kritik Film

Film ini membangkitkan nostalgia tentang Superman. Memang sejak film terakhirnya di tahun 1987, perlu 19 tahun untuk meneruskan sekuelnya. Waktu yang cukup lama. Seharusnya, film ini mampu menunjukkan kemajuan signifikan dalam teknologi perfilman. Apalagi, Superman adalah pahlawan Bumi paling hebat dan pemimpin dari Justice League. Tentu, di dunia DC Comics. Karena di dunia Marvel ada The Avengers.

Namun, bisa jadi karena bias banyaknya film keren akhir-akhir ini, kehebatan Superman jadi terasa biasa-biasa saja. Saya tidak mendapatkan efek “wow” saat menyaksikan film ini pertama kali. Dan butuh beberapa kali menonton melalui cakram padat untuk mendapatkan insight lebih. Adegan yang seharusnya menakjubkan seperti keruntuhan gedung akibat tumbuhnya kristal Krypton pun tidak terlalu istimewa. Kalau boleh dibilang ‘kemajuan’ justru ada pada kostum Superman dimana logo “S” di dada dan jubahnya terbuat dari bahan yang tampak modern. Sayang, adegan terbangnya tidak terlalu membuat kagum, malah lebih mirip film tahun 1980-an.

Ada beberapa kelemahan logika juga di film ini. Saat Superman mengangkat pulau dari dasar laut itu yang paling aneh. Kalau dengan satu potongan kecil saja ia sudah lemah, bagaimana mungkin dengna kryptonite sebesar pulau ia masih bisa terbang bahkan mengangkatnya? Demikian pula saat ia terjatuh seusai membuang pulau kristal kryptonite di luar angkasa, jatuhnya dia di pohon cuma berefek kecil. Padahal, kalau ada batuan angkasa alias meteorit sebesar bola pingpong sampai ke permukaan Bumi, bekas lubangnya bisa mencapai puluhan bahkan ratusan meter persegi. Saat ia membuang pulau itu juga aneh, karena pasti akan bertabrakan dengan Bulan atau planet lain yang bisa berakibat kacaunya tata surya. Bahkan saat ia jatuh ke Bumi juga tidak logis. Karena ia berada di luar atmosfer Bumi di mana gravitasi seharusnya tak ada lagi. Posenya saat jatuh juga terlalu Kristiani karena mirip saat Yesus sedang disalib. Yeah, namanya juga yang buat beragama Kristen kan?

Satu yang patut dipuji adalah casting Brandon Routh sebagai pemeran Superman. Tampaknya tim produksi film termasuk sutradara memang sengaja mencari yang mirip Christopher Reeve. Apalagi film ini memang dimaksudkan sebagai semacam sekuel terpisah dari Superman II. Sayangnya pemilihan Kate Bosworth sebagai Lois Lane bagi saya kurang chic. Saya masih lebih menyukai Teri Hatcher dalam serial televisi Lois & Clark: The New Adventures of Superman. Permainan Kate tampak kurang matang, bisa jadi karena ia agak terlalu muda untuk memerangkan karakter seorang reporter kawakan.

Saya agak kecewa sebenarnya dengan film ini. Tapi lumayan lah mengobati kerinduan pada sosok Superman. Dengan biaya produksi mencapai US$ 270 juta, pemasukan dari bioskop di seluruh dunia ‘hanya’ US$ 391 juta-an. Memang untung sih, tapi sayang biaya produksi sebesar itu kalau hasilnya cuma segini doang.

Leave a Reply