Resensi Film-Bhayu MH

Taken 2

Year : 2012 Director : Olivier Megaton Running Time : 92 minutes Genre : , , , , , ,
Movie review score
4/5

Bagi yang belum menyaksikan Taken (2008), mungkin agak bingung dengan film ini. Diawali adegan peti mati diturunkan dari pesawat dan dilanjutkan pemakaman di sebuah desa bernama Tropoje di Albania. Seorang pria tua yang tampak sebagai pemimpin menyatakan akan menuntut balas atas kematian orang-orang yang baru dikuburkan. Memang ada sepintas kilas-balik adegan bagaimana mereka mati, karena memang semuanya dibunuh. Dan semuanya dibunuh oleh Bryan.

Adegan langsung masuk ke Bryan yang datang ke rumah Lennore untuk menjemput Kim putrinya. Karena hari itu adalah waktunya kursus mengemudi bagi Kim yang sudah dua kali gagal tes. Ternyata Kim malah sedang berada di rumah Jamie pacarnya.

Kelompok itu berhasil melacak keberadaan Bryan dan keluarganya. Dari seorang polisi korup di Tirana-Albania, diketahui kalau Bryan sedang berada di Istanbul-Turki. Ia semula sedang bertugas mengawal seorang Sheikh, dan setelah usai tugas mereka bertiga berencana berlibur. Namun, liburan itu gagal karena justru Bryan dan Lenny berhasil diculik kelompok itu. Kim yang tidak ikut orangtuanya tur keliling kota dan tinggal di hotel kini justru bertugas menyelamatkan orangtuanya. Tentu dengan men gikuti petunjuk ayahnya.

Masih seperti film sekuel pertamanya, Bryan terlihat superior di sini. Bahkan saat ia ditawan sekali pun, tampak ia sudah mempersiapkan diri. Meski agak aneh posisi ia diikat di barbel rendah yang membuatnya berlutut padahal bisa berdiri, tapi caranya memberi petunjuk cukup bagus.

Dari segi adegan yang penuh aksi, film ini lebih bagus dari sekuel pertamanya. Kejar-mengejar di dalam kota Istanbul yang padat terasa menegangkan. Bahkan seolah ini bukan film karena tak ada penduduk di dalam kota yang tampak menonton, semuanya cuek. Rasanya seperti menyaksikan film James Bond dimana memang semua orang yang tampak di layar adalah figuran. Liam Neeson tampil begitu sempurna seperti Jason Bourne tua. Demikian pula akting dua pemeran utama lain yaitu Famke Janssen sebagai Lennore dan Maggie Grace sebagai Kim pun tampak natural. Jalinan cerita juga kuat dengan filmografi nyaris sempurna.

Kelemahan kecil hanya pada nalar. Bagaimana mungkin seorang gadis biasa yang tak terlatih bisa melakukan tugas bak seorang agen, dengan hanya dipandu ayahnya melalui telepon? Itulah yang membuat penonton tetap sadar bahwa ini film, bukan kejadian nyata.

 

Leave a Reply