Resensi Film-Bhayu MH

Terminator 2: Judgment Day

Year : 1991 Director : James Cameron Running Time : 136 minutes Genre : , , , , , , ,
Movie review score
4/5

Jarak peluncuran film sekuel ini dengan pendahulunya cukup jauh. Terminator 2 baru rilis pada tahun 1991, sementara Terminator di tahun 1984. Mengingat belum ada internet massal di masa itu, maka untuk mengingat cerita film terdahulu cuma ada dua cara. Pertama, mencari kliping resensi filmnya di surat kabar atau majalah. Kedua, menonton ulang kaset video atau laser disc-nya yang biasanya disewa di rental. Karena di masa itu, kaset dan disc mahal dan tidak dijual bebas.

Tentu saja, saat saya menuliskan kembali resensi film ini di tahun 2014, ada banyak kemudahan. Cakram padatnya tersedia bebas, meski yang bajakan. Demikian pula dengan resensi dan data filmnya ada di internet. Kebetulan, saya menuliskan ini sambil menyaksikan tayangannya di RCTI pada hari Kamis, 10 April 2014 dinihari. (Akan tetapi tanggal postingnya di situs ini tetap menyesuaikan dengan tanggal edar pertamanya yaitu 3 Juli 1991 agar mudah dirunut).

Film ini jelas merupakan kelanjutan dari sekuel sebelumnya yaitu The Terminator (1984). Walau ada beberapa ketidaksinambungan dan ketidakkonsistenan yang bisa jadi dikarenakan lamanya jarak antara kedua seri sekuelnya. Memang, sekuel kedua ini baru diluncurkan tahun 1991. Tujuh tahun cukup lama sehingga berakibat penonton bisa lupa pada cerita sebelumnya.

Jalan Cerita

Dasar kisahnya tetap sama, yaitu mengenai kiamat yang diakibatkan ulah manusia sendiri. Kiamat ini dipicu oleh mesin pintar super komputer bernama Skynet yang semula merupakan bagian dari sistem pertahanan Amerika Serikat. Hal ini akan dikisahkan nanti seiring berjalannya cerita.

Di awal film yang mengambil setting waktu tahun 1995, John Connor berusia 10 tahun dan hidup di Los Angeles bersama orangtua angkatnya. Ibu kandungnya Sarah Connor sendiri ditahan karena berusaha menanam bom di pabrik komputer yang memproduksi perangkat keras untuk Skynet. Karena ia menjelaskan alasannya berkaitan dengan masa depan, ia tidak ditahan di penjara melainkan di Rumah Sakit Jiwa di bawah pengawasan Dr. Silberman. Tak ada yang percaya ceritanya tentang akan terjadinya kiamat dikarenakan mesin bangkit melawan manusia.

Tak lama kemudian, dua cyborg Terminator tiba di tahun 1995 dengan melakukan perjalanan waktu. Salah satunya adalah Terminator yang telah muncul di sekuel film sebelumnya, yaitu T-800 Terminator Model 101. Karakter legendaris serial film ini muncul dengan telanjang di luar bar pengendara motor besar. Ia lalu mencuri pakaian dan motor besar dari salah satu pentolan kelompok pemotor di dalam bar. Ia lantas melanjutkan misinya yaitu mencari dan menyelamatkan John Connor. Di saat bersamaan, dari masa depan tiba karakter cyborg lain di tempat parkir yang telah tidak digunakan. Ia membunuh seorang petugas polisi, mengambil pakaian dan mobilnya lantas pergi, juga untuk mencari John Connor. Bedanya, ia bermaksud membunuh anak itu yang di masa depan akan berperan penting. Cyborg Terminator kedua adalah varian yang lebih modern, diberi nama kode T-1000. Ia mampu merubah bentuk dirinya menjadi berbagai hal yang disentuhnya sebagai logam cair. Kemampuan ini disebut “mimetic poly alloy”. Dengan kemampuan ini, ia tidak bisa dibunuh dengan ditembak karena peluru yang dari logam akan diserapnya.

Kedua Terminator ini tiba di tempat orangtua angkat John Connor. Tentu penerimaan manusia lebih mudah kepada T-1000 yang mengambil wujud petugas polisi daripada T-800 yang berwujud preman. Tapi keduanya berhasil mendapatkan informasi dimanakah John Connor berada. Saat T-1000 mendatangi pusat perbelanjaan, ia menanyakan kepada teman John Connor keberadaannya. Tapi karena ia berwujud polisi, temannya justru berbohong karena kuatir John akan ditangkap. Ketika T-800 datang, keduanya menyadari mereka bermusuhan sehingga terlibat baku tembak. T-800 menyelamatkan John. Anak itu sempat ketakutan karena tahu bahwa T-800 adalah cyborg yang bahkan telah pernah berniat membunuh ibunya sebagaimana dikisahkan di sekuel sebelumnya.

Setelah berhasil lolos dari T-1000, T-800 menjelaskan kisahnya bersama Sarah –ibu John- dan apa yang terjadi 10 tahun sebelumnya. Ia juga menjelaskan bahwa sosok polisi yang baku tembak dengannya adalah T-1000 yang dikirim oleh Skynet untk membunuh John.  T-800 juga menerangkan bahwa di masa depan dirinya justru diprogram ulang oleh John sendiri dan dikirim ke masa lalu untuk menyelamatkan dirinya yang masih muda. Ia juga diprogram untuk mematuhi perintah John muda.

Kuatir pada keselamatan ibunya, terutama karena tidak ingin T-1000 mengambil bentuk tubuh Sarah dalam upaya membunuh dirinya, John meminta T-800 untuk membebaskan ibunya. Sarah sendiri ternyata berupaya melarikan diri. Bertiga mereka lantas melarikan diri karena di saat hampir bersamaan T-1000 tiba. Ketika sudah aman, T-1000 menginformasikan Sarah dan John mengenai Skynet. UU Skynet ditetapkan pada 4 Agustus 1997. T-800 lantas menerangkan bahwa proses kiamat dimulai saat sistem kecerdasan buatan Skynet menjadi sadar diri dan mengambil alih kendali atas dirinya. Ia menganggap manusia sebagai ancaman atas eksistensinya dan meluncurkan peluru kendali milik AS ke sasaran di Rusia. Tindakan itu memicu reaksi balasan sehingga terjadilah perang nuklir yang justru memusnahkan sebagian besar umat manusia. Tanggal terjadinya “judgment day” adalah 29 Agustus 1997. Setelahnya, di bawah kendali Skynet, mesin yang dipelopori cyborg memburu manusia yang masih tersisa.

Sarah kemudian menyadari bahwa ada satu orang yang sangat bertanggung-jawab pada penciptaan dan pengembangan Skynet. Dia adalah Milles Bennet Dyson, seorang ahli teknologi informasi yang bekerja untuk Cyberdine Systems. Ia menemukan sebuah microprocessor yang kemudian menjadi basis pengembangan ‘otak’ sistem kecerdasan buatan Skynet.

Mempersiapkan diri untuk langkah selanjutnya, Sarah menemui seorang kawan lamanya dan meminta persenjataan darinya. Bersama T-800 dan putranya John, ia berniat melarikan diri ke Meksiko untuk menghindari ledakan nuklir tahap pertama. Tetapi saat tidur ia bermimpi buruk tentang ledakan nuklir. Sehingga ia berubah pikiran dan berniat membunuh Dyson guna mencegah “hari penghakiman” alias judgment day.

Mereka berhasil menemukan rumah Dyson dan melukainya. Tetapi Sarah tidak tega membunuh Dyson di hadapan keluarganya sendiri. John dan T-800 tiba serta memberitahu Miles konsekuensi pekerjaannya yang dapat berakibat kiamat. Mereka kemudian menyadari bahwa rekayasa Miles sebenarnya merupakan hasil dari penelitian atas CPU yang terdapat lengan kanan T-800 yang rusak di sekuel film sebelumnya. Miles berhasil diyakinkan untuk membantu sehingga mereka kemudian menyusup ke Cyberdine. Meski berhasil mengambil chip microprocessor  dan potongan lengan T-800 versi terdahulu, Miles tertembak saat polisi tiba. Ia memilih tinggal di dalam gedung untuk meledakkan laboratoriumnya sendiri. T-1000 segera tiba dan memburu Sarah, John dan T-800 yang berlari ke sebuah pabrik baja.

Pertarungan antara T-800 melawan T-1000 sepertinya sulit dimenangkan oleh T-800. Ini mengingat T-1000 adalah varian yang lebih modern dan lebih kuat daripadanya. Akhirnya, dengan sebuah peluncur granat, T-800 berhasil menembak T-1000 hingga jatuh terpental ke dalam bejana raksasa berisi cairan logam mendidih. Karena ia terbuat dari logam dan mampu merubah bentuk sebagai logam cair, tercebur di cairan logam mendidih membuat kemampuannya sirna. Ia kesulitan menjadikan dirinya bentuk yang solid dan utuh, karena selalu cair. Maka, T-1000 pun musnah. John lantas melemparkan chip microprocessor dan potongan lengan T-800 yang dicuri dari Cyberdine ke dalam logam mendidih itu. Tanpa diduga, Terminator T-800 pun kemudian menceburkan dirinya ke sana. Padahal John sudah terlanjur menyukainya sebagai teman yang baik dan berupaya mencegahnya. T-800 bersikeras karena menurutnya itu sudah kewajibannya. Diiringi derai air mata John, T-800 menghilang ke dalam bejana cairan logam panas itu dan musnah. Sarah memeluk John dan mengucapkan kalimat terakhirnya sebagai penutup film: “Because if a machine, a Terminator, can learn the value of human life, maybe we can too.”

Kritik Film

Untuk film buatan tahun 1991, teknologi yang digunakan sangat terlihat maju. Bahkan dua puluh tahun kemudian, film ini masih mengasyikkan untuk ditonton dan tak terlihat kuno. Tentu saja trik paling bagus justru pada T-1000 yang merupakan sebuah cyborg berteknologi mimetic polly-alloy. Ia mampu meniru logam apa saja dan bahkan semua hal yang seukuran dirinya. Semua penonton film ini di masanya pasti akan ingat terkagum-kagum melihat bagaimana manusia bisa mencair dan menyatu kembali membentuk satu tubuh yang utuh.

Selain karakter Terminator yang di sini justru berbalik jadi protagonis, karakter ibu dan anak Sarah-John O’Connor juga kuat. Penonton bahkan yang belum menonton film sekuel perdananya masih bisa nyambung menonton sekuel film kedua ini. Tak ada rasa kehilangan atau keterputusan.

Tanpa membaca ulasan atau mengingat film pertamanya dengan baik, kita tak akan tahu perbedaan antara film sekuel kedua ini dengan yang pertama. Padahal, seperti saya sudah tuliskan tadi, ada beberapa perbedaan. Salah satunya tentu peran T-800 yang terbalik. Bila di film pertama karakter legendaris milik Arnold Schwarzenegger ini adalah antagonis, di sekuel kedua ini jadi protagonis. Di sekuel pertama juga tidak disebutkan adanya peran dari Milles Dyson, yang di sekuel keduanya malah begitu penting.

Selain itu, semuanya masih konsisten dan sebangun. Kelak, di sekuel ketiganya baru ada cukup banyak perubahan signifikan. Termasuk di antaranya perubahan “tanggal kiamat”. Dalam versi tambahan di DVD dan Blu-ray yang dirilis kemudian, ada tambahan akhir film alternatif. Disebutkan di tabun 2027 semua yang jadi pemicu “judgment day” tidak terjadi. Baik Skynet, perang antara manusia melawan mesin, peluncuran peluru kendali dan tentu saja kiamatnya tidak terjadi. John Connor sendiri kemudian menjadi Senator A.S. dan memiliki seorang putri, dimana digambarkan mereka bermain di sebuah taman bersama Sarah. Bagi saya, untunglah versi alternatif ini tidak dipakai resmi di versi bioskop. Karena bila tidak, franchise serial film sukses ini niscaya berakhir. Padahal, dari segi komersial ia adalah “tambang emas” bagi produsennya. Bayangkan saja, dengan biaya produksi sekitar 100 juta dollar A.S., pendapatannya mencapai lebih dari US$ 500 juta! Itu berarti lima kali lipatnya! Benar-benar meledak!

Leave a Reply