Resensi Film-Bhayu MH

The Expendables 2

Year : 2012 Director : Simon West Running Time : 103 mins. Genre : , , , ,
Movie review score
3/5

Para jagoan film-film aksi dan laga lawaskembali beraksi. Setelah sukses di sekuel pertamanya, kini ketujuh jagoan itu kembali bermain bersama dalam satu film. Satu hal yang amat langka. Mereka adalah Sylvester Stallone sebagai Barney Ross, Jason Statham sebagai Lee Toll Road, Jet Li sebagai Yang, Dolph Lundgren sebagai Gunner, Arnold Schwarzenegger sebagai Trench, Bruce Willis sebagai Church, Randy Couture sebagai Hale, dan Terry Crews sebagai Caesar. Berperan sebagai penjahat –yang lucunya justru bernama “Vilain”- adalah Jean Claude van Damme. Ada pula bintang muda Liam Hemsworth sebagai Billy the Kid dan Yu Nan sebagai Maggie Chang. Keduanya anggota baru The Expendables.

Film dimulai dengan seru, langsung masuk ke baku-tembak namun penuh humor slapstick yang pintar.  Mengambil setting di sebuah kamp gerilyawan Nepal, tiba-tiba saja The Expendables menyerbu dengan menggunakan 3 kendaraan perang modifikasi. Tanpa berpikir keras, penonton akan langsung tertawa menyaksikan selera humor “kasar” yang antara lain tampak pada tulisan yang ditorehkan pada badan kendaraan. Mulai dari “bad attitude”, “shock and awe”, “coming soon” hingga “knock-knock”. Tulisan “coming soon” misalnya ditorehkan pada lempeng baja di bumper belakang mobil yang berguna untuk mendobrak pagar dan barikade beton.

Setelah berhasil melumpuhkan begitu banyak penjaga dengan brutal, keenam anggota The Expendables berhasil mendobrak masuk. Misi mereka adalah menyelamatkan tawanan gerilyawan Nepal itu. Selain client mereka yang seorang milyarder asal China, ternyata  seorang lagi justru kolega mereka: Trench yang diperankan oleh Arnold Schwarzenegger! Trench justru tertangkap kelompok itu karena berusaha menyelamatkan sang milyarder. Singkat cerita, sang milyarder berhasil diselamatkan dan Yang kemudian membawanya terjun dari atas kapal terbang bobrok yang mereka tumpangi. Peran Jet Li di film ini selesai lebih cepat dan dari dialognya tampaknya ia tidak akan terlibat di sekuel berikutnya, bila ada.

Cerita terus berlanjut. Rupanya  Barney Ross masih punya hutang misi kepada Church yang bekerja untuk CIA. Mereka diperintahkan pergi ke Albania dengan membawa seorang anggota tambahan: Maggie Chang. Misinya, mengamankan sebuah kotak elektronik dari sebuah pesawat China yang jatuh di Albania. Meski kotak berhasil diambil, tapi kemudian direbut oleh Vilain yang menyandera Billy the Kid. Malah, kemudian Billy sang sniper dibunuh dengan pisau komando milik Barney.

Kotak yang direbut itu ternyata berisi peta daftar lokasi tambang dimana plutonium bekas masa Perang Dingin milik Uni Sovyet ditanam. Vilain berniat mengambil plutonium itu untuk dijual kembali. Dan bila itu terjadi tentu amat berbahaya karena itulah bahan dasar pembuatan bom nuklir. Maka, misi pun berubah. Karena Vilain sudah menguasai petanya, maka kini tugas The Expendables adalah merebut plutonium itu sebelum dijual. Sekaligus membalas dendam atas kematian Billy.

Perburuan mereka masuk jauh hingga ke pelosok Albania. Vilain bekerjasama dengan geng mafia lokal bernama Congregation of Sang. Mereka sempat kesulitan karena kelompok ini banyak. Bahkan di satu kota tua bekas markas militer Uni Sovyet yang sudah ditinggalkan dimana mereka bermalam, The Expendables sempat dikepung. Mereka bukan saja kalah jumlah, tapi juga kehabisan peluru. Sementara Lee Toll Road malah yang membawa truk amunisi malah terlambat sampai. Di saat itulah muncul pertolongan dari seseorang yang tak diduga: Booker. Saya sampai kaget dan tertawa senang penuh surprise begitu melihat siapa yang memerankannya: Chuck Norris! Ya, dia jagoan sangat lawas di era 1980-an yang sudah lama sekali tidak tampak bermain film layar lebar.

Adegan tembak-menembak seru berkali-kali terjadi sepanjang film. Darah bermuncratan di mana-mana. Bahkan tampak begitu natural dan alami seolah kejadian sebenarnya. Adegan kepala yang buyar berantakan atau dada bolong tertembus peluru seolah biasa. Ini jelas bukan konsumsi segala usia. Apalagi darah disajikan dengan balutan humor, sehingga penonton dewasa akan tertawa melihat para jagoan lawas itu beraksi bak masih muda.

Sama seperti saat menyaksikan The Expendables, di film ini banyak gurauan khas yang berasal dari film-film yang pernah mereka bintangi. Juga joke-joke khas era 1980-an bertebaran. Agak “nggak nendang” buat pemirsa kelahiran 1990-an atau yang lebih muda. Sebutlah misalnya ungkapan terkenal Arnold Schwarzenegger di serial film Terminator “I’ll be back” beberapa kali dibuat “pelesetan”-nya di film ini. Atau justru “ironi kehidupan” seperti saat dialog Barney menyapa Booker: “I thought you are dead”. Karena itulah justru pikiran orang awam seperti saya tentang Chuck Norris!

Untuk film aksi yang lucu atau film komedi penuh tembak-menembak, The Expendables 2 asyik. Tapi sekali lagi harus diingat, banyak darah terumbar di film ini. Bagi orang dewasa mungkin biasa, tapi tidak bagus bagi anak kecil. Jadi, tontonlah bersama orang dewasa saja ya…

Leave a Reply