Resensi Film-Bhayu MH

The Hunger Games

Year : 2012 Director : Gary Ross Running Time : 142 mins Genre : , , , , , ,
Movie review score
4/5

Diangkat dari sebuah novel berjudul sama karya Suzanne Collins, film ini membawa kesegaran pada sebuah gaya penceritaan. Penonton dibuat seolah seperti mengikuti sebuah reality show. Saya segera teringat pada Slumdog Millionaire (2009). Dalam film itu dikisahkan seorang pemuda mengikuti acara kuis televisi dan kemudian memenangkannya.

Dalam film ini pun dikisahkan peserta mengikuti sebuah permainan yang diproduksi untuk kepentingan pertunjukan hiburan televisi. Bedanya, di film ini permainannya bukan kuis, melainkan hidup-mati. Kisahnya mengingatkan saya pada film The Tournament (2009), walau justru film ini lebih matang penggarapannya dan lebih dalam jalan ceritanya.

Dikisahkan di sebuah negeri bernama Panem di masa depan, penguasa yang bertahta di The Capitol menyelenggarakan permainan tahunan. Tujuan permainan ini adalah mengadu para peserta hingga hanya ada satu pemenang. Alasannya adalah untuk memperingati pemberontakan yang dilakukan 13 distrik. Karena distrik ke-13 sudah dimusnahkan, maka hanya ada 12 distrik tersisa. Masing-masing distrik tiap tahun mengirimkan “persembahan” (tribute) berupa 1 orang pria dan 1 orang wanita. Mereka akan bertarung melawan wakil dari distrik lain. 23 orang akan tewas, dan hanya ada 1 pemenang (victor). Syaratnya cuma usia antara 12-18 tahun dengan kondisi tubuh sehat. Itu sebagai hukuman bagi ke-12 distrik itu karena pernah memberontak. Tentu selain kondisi miskin dan kelaparan yang sengaja dibiarkan oleh penguasa.

Sejak awal film, karena fokus kamera sudah menyoroti kehidupan seorang gadis dan seorang pemuda, penonton bisa menebak mereka akan berperan lebih jauh. Benar saja. Gadis itu bernama Katniss Everdeen. Ia jatuh cinta kepada pemuda desa yang bernama Gale Hawthorne. Di sebuah pasar, Katnis menemukan sebuah pin bergambar burung “mocking jay”. Ia hendak membelinya tapi oleh sang pedagang malah diberikan gratis. Burung ini kemudian jadi lambang perlawanan Katniss dan rakyat yang simpati kepadanya atas penguasa.

Saat penunjukan tribute tiba. Dalam undian yang disebut “The Reaping”, terpilihlah Primrose Everdeen, adik Katniss. Terdorong rasa sayang pada sang adik yang masih kecil, Katniss mengajukan diri sebagai sukarelawan. Ia didampingi oleh Peeta Mellark, anak seorang tukang roti yang ternyata pernah memberinya sedekah roti.

Berdua mereka diberangkatkan ke The Capitol. Ternyata, berbeda dengan kondisi di desanya, di dalam kereta super cepat yang membawa mereka dipenuhi makanan dan minuman mewah. Di dalam kereta, mereka diperkenalkan oleh chaperon yang mendampingi yaitu Effie Trinket kepada mentor mereka, Haymitch Abernathy. Lelaki ini adalah victor dari distrik 12 yang kini jadi pemabuk berat.

Sesampai di ibukota, mereka ternyata jadi semacam selebriti. Bahkan mereka diperkenalkan dalam sebuah parade di alun-alun depan istana. Penata busana Cinna membuat pakaian mereka menyala saat menaiki kereta kuda. Karena itulah saat wawancara talkshow bersama Caesar Flickerman tentang “The Hunger Games”, Katniss dijuluki “Girl on Fire”.

Mereka diberi pelatihan dasar bertahan hidup di hutan dan teknik dasar beladiri. Namun, tentu saja itu tak cukup. Tiba-tiba waktu pertandingan hidup-mati telah tiba. Sebeluim dimulai, masing-masing menunjukkan ketrampilan mereka agar mendapatkan peringkat unggulan. Dan ternyata berkat kemampuannya Katniss mendapatkan nilai tertinggi dan jadi unggulan pertama. Saat akan dimulai,  Haymitch mengingatkan agar di awal pertandingan saat disediakan persenjataan dan logistik di tenda bernama “Cornucopia “ agar diabaikan. Ia menyarankan Katniss dan Peeta agar segera lari ke hutan dan mencari ketinggian.

Dalam pertandingan, dengan cepat para peserta berguguran. Mereka saling membunuh satu-sama lain. Mereka diburu oleh aliansi dari distrik 1 dan 2 yang dinamakan “the Careers”. Mereka hebat karena terlatih khusus di akademi seperti laiknya tentara. Katniss jadi sasaran mereka karena ia diunggulkan di tempat pertama dalam bursa taruhan. Padahal, setiap tahun hampir selalu wakil dari distrik 1 dan 2 yang menang. Tiap kali ada peserta tewas, tembakan meriam terdengar. Dan tiap tengah malam, sebuah proyeksi ditembakkan ke langit untuk menunjukkan data peserta yang tewas hari itu.

Peeta sempat dipaksa bergabung dengan “the Careers” agar menunjukkan lokasi Katniss. Dengan kepiawaiannya ia memanjat pohon. Tapi kelompok “the Careers”. Di pagi harinya, ia mendapati Rue –gadis cilik dari distrik 11- bersembunyi di pohon seberangnya. Rue memberi petunjuk agar Katniss memotong sarang tracker jacker, semacam lebah pembunuh. Taktik itu berhasil. Satu orang terbunuh dan lainnya kabur.

Tapi serangga itu juga menyengat Katniss. Sehingga ia pun dirawat Rue. Mereka berdua lantas menjadi sekutu dan teman. Mereka menyepakati kode berupa siulan burung “mocking jay”. Berdua mereka kembali ke lokasi awal mereka memulai pertandingan, “Cornucopia“. Di sana, ia menghancurkan persediaan logistik yang dikumpulkan “the Careers”.  Rue yang terpisah dijebak dan kemudian dibunuh oleh seorang peserta lain. Dalam kesedihan, Katniss mengumpulkan bunga dan daun untuk mengelilingi jasad Rue yang tidak dikuburkan. Saat disorot kamera, Katniss menunjukkan tanda simpatinya dengan mengacungkan tiga jari yang merapat.

Karena saat diwawancara Caesar, Peeta menyatakan cintanya kepada Katniss, ketua panita penyelenggara permainan Seneca Crane membujuk Presiden Coriolanus Snow agar mengubah ketentuan pemenang. Bila tadinya hanya ada satu pemenang, kini bisa ada dua pemenang asalkan dari distrik yang sama. Katniss menyadari kalau ia berdua Peeta bisa jadi pemenang itu. Ia pun mencari Peeta yang terpisah darinya. Ia pun menemukan Peeta terluka.

Dalam upaya mencari obat untuk Peeta, Katnis kembali ke “Cornucopia “. Tapi di sana, ia sudah dicegat oleh Clove. Saat terdesak, Clove membual ia telah membunuh Rue. Rupanya, ucapan itu didengar Thresh, teman satu distrik Rue dari distrik 11. Karena marah, Thresh membunuh Clove dan menyelamatkan Katniss. Tapi ia membiarkan Katniss karena tahu Rue bersahabat dengannya.

Karena dua orang itu tangguh, Crane melepaskan makhluk jadi-jadian serupa serigala besar yang dikontrol dari sistem komputer pengendali permainan. Mereka nyaris terbunuh namun berhasil lolos walau Thresh tewas. Mereka berhasil kembali ke “Cornucopia” dan bertarung di atapnya melawan Cato, tribute paling tangguh. Peeta akhirnya berhasil melempar Cato ke bawah dan ia dimangsa makhluk-makhluk yang merangsek di bawah.

Saat keduanya sudah dipastikan menang, aturan permainan diubah lagi. Kini kembali hanya ada satu pemenang dengan harapan keduanya saling membunuh. Peeta menyerahkan dirinya agar dibunuh Katniss, tapi gadis itu menolak. Ia menawarkan buah berry beracun bernama “nightlock” agar mereka makan bersama-sama. Namun, sebelum mereka memakannya, panitia mengumumkan bahwa mereka berdua adalah victor dari the 74th Hunger Games.

Karena keputusannya itu, Crane dipaksa bunuh diri dengan “nightlock”. Katniss dan Peeta kembali ke desanya sebagai pahlawan. Dan Katniss pun kembali kepada kekasihnya Gale. Kemenangan mereka berdua memberikan inspirasi bagi rakyat untuk melawan kekuasaan The Capitol di negeri Panem.

Film ini asyik diikuti dari awal hingga akhir. Meski berpola “jagoan pasti menang”, namun penonton dibuat bertanya-tanya “bagaimana”-nya. Karena bergenre “fantasy”, tentu tak perlu dipertanyakan bila ada yang secara logika di luar kewajaran. Dandanan para pemainnya begitu fantasi seperti di film Charlie and the Chocolate Factory (2005). Model pengisahannya mirip dengan serial Twilight dan Harry Potter. Tapi terus-terang saya pribadi merasa pendalaman karakternya kurang dibandingkan dua serial ternama yang novel dan filmnya sama-sama meraup untung besar itu. Titik berat pengisahan memang dip roses berlangsungnya persiapan The Hunger Games dan pertandingannya sendiri. Walau bagi saya, seharusnya pertandingannya bisa lebih dieksplorasi. Apalagi ini pertandingan hidup-mati.

Sebagai tambahan, film ini juga mendapatkan banyak penghargaan dari beragam festival film di seluruh dunia. Walau ia tidak mendapatkan satu pun piala Oscar alias Academy Award. Toh penghasilannya menakjubkan. Dengan biaya ‘cuma’ sekitar US$ 78 juta, ia meraup pemasukan lebih dari US$ 691 juta!

Leave a Reply