Resensi Film-Bhayu MH

The Hunger Games: Catching Fire

Year : 2013 Director : Francis Lawrence Running Time : 146 minutes Genre : , , , , , ,
Movie review score
3/5

Menyusul kesuksesan film prekuelnya, seri kedua The Hunger Games ini melanjutkan kisah Katniss Everdeen. Ia kembali ke kehidupan normal di desanya. Kembali bergelut dengan kemiskinan. Hanya saja setahun sekali ia akan dipanggil kembali dalam The Hunger Games, namun sebagai mentor. Katniss dan Peeta tetap berinteraksi dengan Haymitch dan Effie. Dalam keseharian, Katniss menjauhi Peeta. Padahal, dalam perannya di The Hunger Games, mereka dinobatkan sebagai pasangan kekasih.

Karena keuletan dan kegigihannya di permainan, rakyat terinspirasi untuk melakukan pemberontakan. Untuk itu, Presiden Snow secara khusus mengunjungi Katniss di desanya. Ia meminta agar Katniss bersama Peeta melakukan tour bersama. Tujuannya adalah untuk meyakinkan rakyat bahwa keikutsertaannya di The Hunger Games adalah karena cintanya kepada Peeta, bukan sebagai bentuk perlawanan kepada penguasa.

Saat di dalam kereta yang membawa mereka ke The Capitol, Haymitch mengingatkan bahwa peran mereka sebagai sepasang kekasih akan berlangsung seumur hidup. Demi keselamatan keluarga mereka, Katniss menyatakan bersedia menikahi Peeta. Sebagai tahap awal, mereka mengumumkan pertunangan mereka ke hadapan khalayak. Presiden Snow sendiri memberikan selamat dalam sebuah pesta di istana kepresidenannya yang mewah.

Namun, saat tour rakyat memandang mereka berdua sebagai pahlawan. Di distrik 11 asal Rue dan Thresh, baik Peeta maupun Katniss menolak membaca kartu (q-card) yang sudah disiapkan Effie. Katniss secara emosional mengutarakan simpatinya kepada Rue. Itu memancing rakyat mengacungkan tiga jari tanda perlawanan dan menyiulkan kode burung “mocking jay”. Tanpa diduga, orang pertama yang melakukannya ditangkap dan ditembak kepalanya di hadapan semua orang. Shock pada kejadian itu, akhirnya Katniss dan Peeta ‘menyerah’. Demi keselamatan rakyat, mereka menjadi boneka pemerintah dan melakukan peran  yang diminta. Saya lantas teringat pada film sejarah Flags of Our Fathers (2006) pada bagian ini.

Seusai itu, mereka kembali ke distrik 12 bersama Haymitch. Katniss memperingatkan Gale akan bahaya yang mengancam keluarga mereka. Katniss ingin mereka pergi ke hutan bersama-sama, tapi Gale ragu. Sekonyong-konyong, pasukan pemerintah yang disebut “Peace Keepers”  (Penjaga Perdamaian) menyerbu distrik 12. Mereka menganiaya warga. Gale yang menyerang  komandan pasukan yang baru bernama Romulus Thread ditangkap. Ia lalu dicambuki di lapangan desa.

Katniss maju dan mencegah diteruskannya hukuman. Sang komandan tak mengenalinya karena berpakaian rakyat biasa tidak dalam balutan busana desainer. Haymitch ikut maju dan mengenalkan diri sekaligus menunjukkan pada sang komandan siapakah wanita muda itu. Peeta pun ikut mencegah tapi ia diminta mundur oleh Haymitch. Meski gusar, sang komandan menghentikan cambukannya. Mereka bertiga lantas membawa Gale ke rumah Katniss untuk dirawat luka-lukanya.

Menyadari adanya pemberontakan yang kian meluas akibat tindakan Katniss yang dianggap pahlawan, Snow berkonsultasi dengan ketua panitia pertandingan (the head Gamemaker) yang baru, Plutarch Heavensbee. Ia menyarankan adanya aturan permainan baru. Snow pun mengumumkan dalam rangka Quarter Quell ketiga yang berlangsung tiap 25 tahun, maka The Hunger Games ke-75 akan mempertemukan para victor sebelumnya yang masih hidup tanpa mempertimbangkan usia dan kondisi kesehatannya.

Saat rombongan Effie tiba untuk melakukan The Reaping, nama Katniss terpilih karena ia satu-satunya wanita, tapi saat wakil pria ditarik, yang terpilih adalah Haymitch. Akan tetapi, Peeta mengajukan diri sebagai sukarelawan untuk menggantikannya.

Ketika mereka di dalam kereta dan di pelatihan, Haymitch memperingatkan bahwa permainan kali ini berbeda dengan tahun lalu. Karena para peserta adalah para pemenang sebelumnya. Jadi, mereka menguasai medan dan cara bertahan hidup. Ia juga meminta peserta mencari sekutu saat masih berlatih, karena di lapangan hal itu akan dibutuhkan. Katniss pun mendekati Finnick Odair melalui Mags yang sudah tua dari distrik 4. Mereka berempat berjuang bersama melawan aliansi lain yang lebih kuat.

Sewaktu parade, mereka tampil berbeda. Cinna menyarankan agar mereka tidak tersenyum. Demikian pula saat talkshow bersama Caesar Flickerman, para peserta menunjukkan ketidaksenangannya kembali dipaksa bertarung di The Hunger Games. Saat inilah Katniss menunjukkan keistimewaan gaun karya Cinna. Bukan hanya mengeluarkan api saat ia berputar, tapi kemudian berubah warna dari putih jadi hitam dan mengembangkan sayap bak burung “mocking jay”. Para penonton terperangah.

Akibatnya, Cinna ditangkap “Peacekeepers” tepat saat Katniss sudah masuk ke tabung untuk meluncur ke arena. Saat pertarungan dimulai, para peserta cukup terkejut. Ini karena desain medan pertarungan berbeda, mereka memulainya bukan di lapangan rumput terbuka tapi di atas air.

Saat diserang kabut beracun, Mags mengorbankan diri agar Peeta yang terluka bisa dibopong oleh Finnick dan Katniss. Saat mereka melarikan diri ke pantai, Finnick mendekati pasangan dari distrik 3 yaitu Wiress dan Beetee. Mereka berdua tidak kuat seperti peserta lain, tapi mengandalkan kemampuan otaknya untuk menang. Wiress yang aneh menemukan bahwa “Cornucopia “ tempat mereka memulai pertarungan yang merupakan pusat logistik dan persenjataan didesain sebagai jam. Mereka pun bergabung sebagai sekutu, ditambah Johanna Mason dari distrik 7.

Atas saran Beetee yang jenius, mereka berniat menggunakan listrik untuk menghabisi para peserta lain. Itu setelah mempertimbangkan pengamatan Katniss bahwa tiap 12 jam petir buatan menyambar pohon paling tinggi di tengah hutan. Mereka pun menduga itu adalah sumber tenaga seluruh permainan.

Saat akan mempersiapkan perangkap, mereka berpisah. Johanna tiba-tiba menyerang Katniss namun ia sebenarnya mencungkil alat pelacak dari lengan Katniss. Dalam kondisi terluka, Katniss kembali ke pohon dan menemukan Beetee pingsan. Peeta menghilang dan tiba-tiba muncul Finnick. Katniss nyaris menyerangnya kalau saja Finnick tidak berhasil meyakinkannya “siapa musuh  sebenarnya”.

Menyadari kebenaran ucapan Finnick, Katniss melilitkan kabel kawat yang disiapkan Beetee. Saat petir menyambar pohon, ia menembakkan anak panahnya ke langit. Ternyata, itu langit buatan –mengingatkan saya pada film The Truman Show (1998). Langit pun runtuh dan Katniss pingsan. Kejadian itu menyebabkan kegagalan tenaga pada komputer pemantau pusat kendali dan tempat permainan pun tidak lagi bisa dipantau. Sebuah pesawat mendekat dan mengangkat tubuh Katniss.

Di dalam pesawat, Katniss dirawat. Ia ditinggalkan sendiri. Saat siuman, ia menjelajahi pesawat dan membuka sebuah pintu. Ketika pintu terkuak, ia mendapati beberapa orang yang telah dikenalnya tengah berunding di atas sebuah meja strategi. Mereka adalah Haymitch, Beetee, Finnick dan yang mengejutkan ada Plutarch Heavensbee di sana. Ternyata, mereka tengah merencanakan pemberontakan melawan pemerintahan the Capitol. Pesawat itu menuju distrik 13, markas besar pemberontakan. Katniss yang merasa dibohongi menyerang Haymitch. Ia terpaksa dibius agar tidak merepotkan. Saat bangun, ia menemukan Gale di sisinya. Ia diberitahu kalau keluarganya telah aman. Akan tetapi ada berita duka: distrik 12 telah musnah karena dibumihanguskan the Capitol. Jelas ini merupakan pemberitahuan akan ada sekuel selanjutnya.

Bagi saya, film ini tidak semenarik pendahulunya. Unsur kejutan yang baru hanya pada pengenalan peserta yang terdiri dari pemenang sebelumnya dengan dalih Quarter Quell setiap 25 tahun sekali. Namun kejutan pada pola permainan hilang. Tidak terasa ketegangan seperti pada film sebelumnya. Bahkan adegan laganya terasa lebih soft. Karakterisasi masih belum terbangun karena banyaknya karakter yang diperkenalkan. Namun penonton yang sudah menyaksikan sekuel sebelumnya sudah pasti akrab dengan karakter tetap seperti Katniss, Peeta, Gale atau Haymitch.

Akan tetapi jalan ceritanya rupanya memikat penonton. Meski dibuat dengan biaya lebih besar yaitu US $ 140 juta, pemasukannya malah meroket. Tercatat ia menghasilkan lebih dari US $ 850 juta di seluruh dunia! Tak pelak produser dan studionya bersemangat membuat lanjutannya. Direncanakan The Hunger Games: Mockingjay – Part 1 akan dirilis pada 21 November 2014 dan The Hunger Games: Mockingjay – Part 2 pada 20 November 2015.

Leave a Reply