Resensi Film-Bhayu MH

The Mummy Returns

Year : 2001 Director : Stephen Sommers Running Time : 130 minutes Genre : , , , , , , ,
Movie review score
3/5

Dari judulnya dan waktu peluncuran yang sangat dekat dengan pendahulunya plus pemain utama yang sama dengan karakter yang juga sama, penonton bisa menduga dengan mudah bahwa film ini adalah sekuel dari The Mummy (1999). Kepopuleran istilah “mumi” membuat penonton bisa dengan mudah pula menerka keterkaitan film ini dengan mayat yang diawetkan dengan teknologi Mesir Kuno ini.

Jalan Cerita

Kisah film ini ber-setting di dua masa, Mesir Kuno dan kiwari film. Diawali dengan narasi penggambaran situasi di tahun 3067 SM, dimana Mathayus yang menjuluki dirinya Raja Kalajengking (Scorpion King). Ia berambisi menguasai dunia dengan menaklukkan kerajaan demi kerajaan tetangganya. Tetapi semua ada batasnya. Setelah tujuh tahun berperang, pasukannya kelelahan dan mulai mengalami kekalahan. Mereka terdesak mundur dan tewas satu per satu hingga tinggal Mathayus sendiri yang hidup di gurun keramat Ahm Shere.

Mathayus menjual jiwanya kepada Anubis, dewa kematian Mesir Kuno yang bertubuh manusia berkepala dan berkaki anjing. Perjanjian mereka disetujui Anubis yang segera setelah Mathayus memakan kalajengking hidup-hidup sebagai tanda kesepakatan, gurun tandus itu berubah menjadi oase yang subur penuh pepohonan. Mathayus diberikan kekuasaan oleh Anubis untuk memimpin pasukannya, yang tentu saja bukan manusia. Wujud mereka seperti Anubis, bertubuh manusia namun berkepala dan berkaki anjing. Tentu saja pasukan manusia bukan tandingan mereka, hingga kerajaan Mesir Kuno yang agung jatuh dan hancur. Akan tetapi setelah itu, Anubis memanggil pulang pasukannya yang kembali berubah menjadi pasir asal mereka. Dan jiwa Mathayus sang Raja Kalajengkin diambil olehnya untuk dipenjara abadi.

Di masa kiwari film yang berlatar di tahun 1933, Rick O’Connel sudah menikahi Evelyn Carnahan yang ditemuinya di sekuel sebelumnya. Mereka juga sudah memiliki seorang putra bernama Alex O’Connel. Bertiga, keluarga arkeolog itu mengeksplorasi reruntuhan kompleks pemakaman Mesir Kuno di Thebes. Di sana, mereka mendapatkan gelang Anubis. Evelyn juga sempat mendapatkan visi di makam itu berupa kembali ke masa Mesir Kuno dimana ia adalah seorang putri raja. Sekelompok perampok makam berupaya masuk dan hendak menyerang mereka. Alex menggagalkan upaya itu walau harus mengorbankan keruntuhan situs yang dijebol air bah dari sungai di atasnya.

Kelompok yang menyerang mereka di Mesir dan London dipimpin oleh dua orang, yaitu seorang wanita bernama Meela Nais dan Baltus Hafez yang sehari-hari menjabat sebagai kurator British Museum. Pasukan bersenjata kelompok itu dipimpin oleh Lock-Nah yang bertubuh tinggi besar. Mereka melakukan penggalian situs di Mesir dan menemukan makhluk yang terbungkus mirip alien. Itulah jasad Imhotep yang tidak mati, hanya tertidur.

Sementara itu keluarga O’Connel kembali ke rumah di London. Di sana, mereka kembali diserang oleh sekelompok orang yang sebenarnya satu komplotan dengan perampok makam di Mesir. Mereka sempat salah mengira Jonathan adalah Rick. Saat kewalahan karena jumlah penyerang lebih banyak, Rick dibantu seorang ksatria Medjai bernama Ardeth Bay. Rupanya, mereka mengincar Gelang Anubis. Alex yang semula iseng memakai gelang keramat itu malah berhasil menyelamatkannya dari perampasan. Kelompok Meela Nais hanya membawa peti yang semula merupakan tempat penyimpanan gelang itu.  Saat memakainya, Alex sempat melihat visi yang menunjukkan gurun Karnac. Dari Ardeth Bay, Rick mendapatkan informasi bahwa mereka cuma punya waktu tujuh hari sebelum kekuatan gelang itu membunuh putranya. Di saat itulah matahari akan bersinar tepat di atas piramida Raja Kalajengking dan membangkitkan kembali Raja Kalajengking dan seluruh pasukan Anubis yang dipimpinnya.

Setelah berhasil menemukan jasad Imhotep, Meela Nais dan Balthus Hafez melakukan  ritual untuk membangkitkannya dengan membaca mantra dari Kitab Kematian (Book of Death). Imhotep pun bangkit kembali dan bangun sebagai mumi hidup. Tapi kebangkitannya belum sempurna karena harus disertai dengan ritual lanjutan. Salah satu ritual itu justru dengan mengorbankan Evelyn yang berhasil diculik. Setelah Imhotep telah bangkit, Meela Nais dan Balthuz Hafez baru sadar kalau mereka gagal mendapatkan gelang Anubis. Mereka hendak membunuh Evelyn dalam rangka membangkitkan Anck-su-namun, kekasih Imhotep semasa hidup di masa Mesir Kuno dulu. Rick dan Ardeth Bay berhasil membebaskan Evelyn, tapi dalam upaya pelarian dengan bus tingkat, Alex malah tertangkap dan dibawa pergi karena gelang Anubis tak bisa dilepaskan dari tangannya.

Imhotep bertujuan menyempurnakan kebangkitannya menggunakan Kitab Kematian (Book of Death). Ia hendak membangkitkan arwah Anck-su-namun yang adalah kekasihnya di masa Mesir Kuno. Ternyata, Meela Nais adalah titisan Anck-su-namun dan Evelyn adalah titisan Nefertiri. Mereka berdua bermusuhan karena Anck-su-namun yang seharusnya merupakan calon istri raja malah menjalin hubungan gelap dengan Imhotep salah satu pendeta tingginya.Malah kemudian Imhotep membunuh Raja Pharaoh Seti I, sementara Anck-su-namun bunuh diri. Mereka berdua bersumpah akan bangkit dan bersatu di kemudian hari dengan menggunakan Kitab Kematian. Dengan membaca Kitab Kematian, Imhotep bukan saja membangkitkan arwah Anck-su-namun yang merasuki tubuh Meela Nais, tapi juga membuat Evelyn mendapati visi bahwa dirinya adalah titisan Nefertiri.

Untuk menyelamatkan putranya, Rick terpaksa mengontak temannya, seorang pilot nekat bernama Izzy Buttons. Meski semula menolak karena di sekuel sebelumnya ia tertembak, tapi akhirnya mau setelah dibayar mahal. Izzy menyediakan alat transportasi berupa semacam balon udara bertenaga mesin. Mereka memerlukan itu karena komplotan itu membawa Alex menuju situs-situs Mesir Kuno yang berjauhan dengan kereta api. Ardeth Bay bergabung dan memperkenalkan para pemimpin 12 suku Medjai yang akan terus mengiringi perjalanan mereka dari kejauhan. Suku Medjai adalah penjaga Mesir, mereka bersiap berperang untuk melawan tentara Anubis bila dibangkitkan kembali.

Gelang itu memberikan petunjuk ke mana saja Imhotep yang kini memimpin kelompok Meela Nais harus pergi. Di tiap lokasi, Alex membangun istana pasir dan meninggalkan barang miliknya sebagai petunjuk musti ke mana orangtuanya berikutnya. Mulai dari Kuil Pulau Vilai, Kuil Besar Abusinbau, Tapi akhirnya Lock-Nah memergokinya.

Imhotep menggunakan kekuatannya dengan memanipulasi air sungai Nil untuk menghempaskan balon udara Izzy yang ditumpangi Rick, Evelyn, Jonathan dan Ardeth. Mereka terpaksa berjalan kaki di hutan Ahm Sphere karena rusaknya balon itu. Ardeth yang selama ini mengirim berita kepada para tetua 12 suku Medjai dengan elang hendak berbalik ketika elangnya tewas ditembak Lock-Nah. Tapi berkat bujukan Rick, ia mengurungkan niatnya dan memutuskan membantu menunjukkan jalan menuju piramida emas Ahm Sphere lebih dulu.

Di hutan menuju Ahm Shere, kelompok Imhotep diserang oleh makhluk kerdil bernama pygmi. Hampir seluruh pasukan tewas. Rick bersama Ardeth Bay menerobos masuk sementara Evelyn dan Jonathan menjadi penembak jitu dari ketinggian untuk melindungi. Dalam satu pertarungan, Lock-Nah berhasil dibunuh Ardeth Bay. Sementara Imhotep, Meela Nais yang telah dirasuki jiwa Anck-su-namun terus menuju piramida. Baltus juga berhasil lolos tapi terpisah.

Rick berhasil menyelamatkan Alex dari tangan kelompok penculiknya, Evelyn dan Jonathan pun turun dari ketinggian dan bergabung bersama suami dan anaknya. Alex memberitahukan bahwa bila ia gagal masuk piramida saat matahari terbit hari itu. Mereka panik karena waktunya tinggal beberapa menit, di samping itu suku pygmi masih mengejar. Rick membopong Alex berlari memasuki piramida tepat pada waktunya. Evelyn dan Jonathan menyusul, tapi kemudian Anck-su-namun dalam tubuh Meela Nais tiba bersama Imhotep dan membunuh Evelyn.

Baltus tiba di kompleks piramida dan menemukan gelang Anubis yang akhirnya berhasil dilepaskan oleh Alex dan dibuang ke pasir. Imhotep dan Anck-su-namun terus masuk ke dalam piramida. Baltus pun masuk melalui pintu berbeda dengan mengenakan gelang Anubis dan menemukan artefak Raja Kalajengking. Ia memasukkan gelang ke dalam lubang yang ada, membangkitkan Raja Kalajengking dan pasukan hitamnya. Rick menemukan lokasinya di saat proses pembangkitan sudah dimulai. Sementara Imhotep kehilangan kekuatannya karena diambil oleh Anubis. Ia sendiri hendak membunuh Raja Kalajengking karena siapa pun yang bisa melakukannya akan memiliki kendali atas pasukan Anubis.

Di padang pasir, Ardeth Bay berhasil menemui pasukan Medjai. Karena gelang Anubis sudah dimasukkan ke relic Raja Kalajengking, pasukan Anubis pun bangkit dari pasir. Mereka maju menyerang dan ditahan oleh pasukan Medjai.

Di piramida, saat Imhotep sedang memukul gong Raja Kalajengking, Rick tiba dan berduel dengannya. Rick bisa mengimbanginya karena Imhotep telah jadi manusia biasa. Jonathan berkelahi dengan Anck-su-namun dalam tubuh Meela Nais. Alex menyusup dan membaca Kitab Kematian untuk membangkitkan ibunya dari kematian. Ia berhasil membaca mantra bertulisan hieroglyph walau sempat kesulitan di bagian akhir. Mantra itu sama dengan yang dibaca Evelyn dan diajarkan kepada Jonathan di sekuel film pertama sebelumnya.

Evelyn yang sudah dirasuki Nefertiri mencegah Anck-su-namun membunuh Jonathan dan menantangnya bertarung. Di tempat lain, Raja Kalajengking bangkit, menyela perkelahian Rick dan Imhotep. Untuk menyelamatkan diri, Imhotep mengaku sebagai pelayan Raja Kalajengking sehingga Rick yang diserang. Baltus tertangkap oleh Raja Kalajengking dan dibunuh.

Di padang pasir, pasukan Medjai berhasil mencegah gelombang pertama pasukan Anubis. Tapi korban di pihak mereka besar sehingga jumlahnya tinggal sedikit. Sementara gelombang kedua pasukan Anubis bangkit kembali dan mereka jelas kalah jumlah.

Rick yang kabur dari Raja Kalajengking melihat hieroglyph di dinding. Ia melihat rangkaian gambar yang membentuk kisah.bahwa sang Raja Kalajengking hanya bisa dibunuh dengan Tombak Osiris oleh ksatria Medjai bertatto khusus yang dimiliki dirinya sendiri. Ia yang semula tak percaya cerita itu jadi berubah. Tongkat pendek yang didapat dari sekuel film sebelumnya itulah ternyata Tombak Osiris. Tongkat yang dilemparkan Jonathan kepada Rick malah ditangkap Imhotep. Karena tahu caranya, ia mengubahnya jadi tombak dan melemparkannya kepada Raja Kalajengking. Rick berhasil mencegahnya. Melihat tombak Osiris yang dapat membunuhnya, Raja Kalajengking makin kalap. Rick hampir terjatuh ke jurang neraka yang menganga terbuka. Ia justru selamat dengan berpegangan pada tombak Osiris yang ditusukkannya ke jantung Raja Kalajengking. Tepat waktu karena saat bersamaan pasukan Anubis di padang pasir berhadapan dengan sisa pasukan Medjai. Karena rajanya tewas dan kembali ke alam kegelapan, pasukan Anubis pun kembali jadi pasir. Kematian Raja Kalajengking sekaligus membatalkan sumpah perjanjiannya dengan Anubis. Hal itu membuat oasis Ahm Sphere beserta segala isinya terhisap masuk ke piramida dan membuatnya kembali jadi padang pasir.

Rick dan Imhotep tersedot masuk ke jurang menuju neraka. Nefertiri dalam tubuh Evelyn memutuskan menolong Rick walau sudah disuruh pergi. Sebaliknya Anck-su-namun dalam tubuh Meela Nais menolak menolong Imhotep. Ini membuat pria jejadian dari Mesir Kuno itu patah hati dan memutuskan terjun ke neraka. Anck-su-namun yang lari berusaha menyelamatkan diri pun tak selamat karena terhisap semacam lubang berisi penuh kalajengking hitam yang menariknya kembali ke dunia bawah dan dimangsa oleh semacam kumbang.

Rick, Evelyn, Alex dan Jonathan berhasil keluar dari piramida, hanya untuk mendapati oase Ahm Sphere di sekeliling mereka sedang hancur. Dalam usaha menyelamatkan diri, mereka naik ke puncak piramida. Tepat di saat kritis, Izzy datang dengan balon udaranya yang telah diperbaiki dan mengangkut empat keluarga O’Connels. Jonathan sempat mengambil puncak mahkota piramid yang terbuat dari emas ditaburi berlian. Saat mereka terbang pulang, di bawah Ardeth Bay yang menunggang kuda melambaikan tangan, memberikan ucapan selamat jalan dan terima kasih.

Kritik Film

Sebagai lelaki, saya sangat terkesima pada kecantikan Rachel Weisz. Di film ini ia dan Patricia Velásquez  memainkan dua peran, karena dikisahkan karakter di masa kini adalah titisan atau reinkarnasi karakter lain di masa Mesir Kuno. Rachel Weisz  berperan sebagai Evelyn Carnahan O’Connel yang merupakan titisan dari Putri Nefertiri, sementara Patricia Velásquez sebagai Meela Nais yang merupakan titisan Anck-Su-Namun. Apalagi ada adegan pertarungan antara karakter Nefertiri yang diperankannya melawan karakter Anck-Su-Namun. Dan tentu saja, yang paling menarik adalah pakaian keduanya yang mengesankan busana di masa itu: sangat minimalis! Hehehe. Yummy :p  Walau jujur saja saya merasa mereka memakai body double karena Weisz saat memerankan Evy tampak sedikit lebih berisi daripada saat sebagai Nefertiri.

Penggambaran visual Mesir Kunonya ciamik, tentu karena dibantu matte dan teknologi Computer Graphic Imagery (CGI). Kemegahan kerajaan besar yang kaya-raya di dunia kuno itu sangat terasa. Tak hanya dari kota dan bangunannya, aura kemewahan juga terlihat jelas dari busana yang dikenakan. CGI juga sangat bagus dalam menggambarkan oase Ahm Sphere, dua kali adegan pertempuran yang melibatkan pasukan Anubis serta kekuatan luar biasa Imhotep yaitu memanipulasi air. Juga tampak luar biasa saat oase Ahm Sphere hancur di akhir film.

Adegan pertempurannya juga lumayan, walau kalau dibandingkan dengan trilogi Lord of The Ring jelas kalah kualitas. Dan, di film ini terasa sekali animasinya. Tapi ya mau bagaimana lagi cara menunjukkan prajurit Anubis yang bertubuh manusia, berkepala dan berkaki anjing?

Karena cuma fiksi, kelemahan logika bisalah dimaklumi. Tidak seperti film-film zombie yang mengharuskan tembakan ke kepala untuk melumpuhkannya, di film ini mumi bisa ditembaki di mana saja. Mereka akan mati dengan tembakan, sabetan pedang, tusukan atau malah dipukuli. Bagi saya, ini agak satir karena mereka makhluk ghaib. Juga tentu saja para jagoan yang meski ditembaki atau berkelahi tapi tidak mengalami luka sedikit pun, tentu harus dimaklumi juga.

Adegan pertempuran antara pasukan Medjai melawan pasukan Anubis menjelang akhir film pun terasa kurang gereget karena pasukan 12 suku Medjai tak konsisten penampakan jumlahnya. Saat pertama kali diperlihatkan ada ribuan, tapi saat berperang tinggal kurang dari ¼-nya. Apalagi saat gelombang kedua serangan pasukan Anubis datang, tinggal 1/10-nya saja. Plus, tidak terlihat bekas-bekas perang dan mayat-mayat dari pertempuran gelombang pertama.

Kelemahan logika juga tampak saat tiga perampok makam dikunci oleh Meela Nais di salah satu gerbong kereta untuk dimangsa oleh Imhotep, agak lucu mereka tidak mendobrak keluar, padahal bersenjata api. Demikian pula saat dikejar oleh pygmi, kenapa Evelyn dan Jonathan malah membuang senapan mereka?

Walau begitu, film ini merupakan salah satu favorit saya sebagai hiburan. Ada unsur action-nya, ada unsur komedinya dan sedikit tempelan pengetahuan sejarah. Lumayanlah…

Leave a Reply