Resensi Film-Bhayu MH

The Recruit

Year : 2003 Director : Roger Donaldson Running Time : 115 mins. Genre : , , , , , ,
Movie review score
4/5

THE RECRUIT: PELAJARAN HIDUP SEBAGAI AGEN RAHASIA

Dari judulnya, seolah film ini drama berkisar di perkantoran. Karena kata “The Recruit” merupakan kata benda dari kata kerja proses “recruitment”. Memang benar, film ini berkisah tentang proses rekrutmen dan orang hasil rekrutannya, tapi bukan untuk pegawai perkantoran. Melainkan, untuk menjadi agen rahasia bagi CIA (Central Intelligence Agency).

Karakter utama film ini bernama James Douglas Clayton (Colin Farrell), seorang mahasiswa tingkat akhir sekaligus programmer ahli di MIT (Massachussets Institute of Technology). Ia membuat satu program bernama “Spartacus” yang bisa menjadikan computer lain dalam jaringan sebagai slave-nya. Seorang pria yangkemudian diketahui sebagai instruktur di pusat pelatihan CIA mengamatinya. Pria bernama Walter Burke (Al Pacino) sebelumnya telah melakukan riset mengenai targetnya dan mengeksplorasi kemisteriusan kematian ayah James. Terdorong oleh rasa penasaran, James pun akhirnya bersedia mengikuti tes masuk tertulis dan wawancara. Saat tes, ia tertarik pada seorang wanita peserta tes bernama Layla Moore (Bridget Moynahan). Ketertarikan it uterus berlanjut hingga mereka mengikuti pelatihan di pusat pelatihan CIA yang disebut “The Farm”.

Di sana mereka bersama para peserta pelatihan lain diajarkan berbagai keahlian, mulai dari fisik hingga intelektual. Hubungan James dan Layla pun dan kerap dipasangkan dalam tugas. Hingga di suatu malam saat sedan menjalankan latihan pengintaian, James dan Layla diculik. Kelompok penculiknya menggunakan bahasa Russia sehingga diasumsikan berasal dari intelijen negara asing. Selama beberapa hari James diiinterogasi dengan keras hingga akhirnya ia tak tahan dan memberikan nama instrukturnya seperti diminta para penculiknya. Itu setelah interogatornya memberikan celana jeans Layla yang berbau pesing. Kesimpulannya, kita bisa hancur saat diinterogasi bukan sekedar karena tekanan pada diri kita sendiri tapi juga pada orang yang kita cintai. Maka, aturan pertama menjadi agen rahasia adalah: jangan tertangkap.

Akibat kegagalan itu, James dikeluarkan dari The Farm. Ia frutrasi dan mabuk-mabukan di sebuah motel. Sampai kemudian Burke datang menjemputnya.  Ia menjelaskan bahwa dikeluarkannya James dari The Farm adalah sebuah skenario pemalsuan. Justru James-lah satu-satunya peserta pelatihan yang diangkat menjadi NOC (Non-Official Cover) operative. Ini adalah agen rahasia sebenar-benarnya, seperti dalam istilah James saat masih dilatih di The Farm, bak James Bond. Ia ditugaskan Burke justru untuk memata-matai Layla, yang dicurigai sebagai agen ganda. Untuk itu, James disediakan akses ke markas besar CIA sebagai pegawai tingkat rendah di bagian data entry. Mereka berdua pun melanjutkan saling ketertarikan yang sudah berlangsung semenjak awal. Namun, tanpa sepengetahuan James, Layla pun ternyata curiga padanya. Sehingga mereka justru saling memata-matai. Dan ternyata, keduanya menerima perintah dari Burke yang punya agenda tersembunyi.

Secara subyektif, saya sangat menyukai film bertema spionase. Apalagi yang tidak sekedar dar-der-dor tapi menunjukkan pada penonton cara kerja agen rahasia. Memang ada beberap bagian film yang terasa kebetulan atau terlalu mudah, sementara di beberapa bagian lain terlalu dipaksakan. Menurut saya, akhir film ini dimana secara tanpa diduga seseorang yang dikira protagonis ternyata antagonis agak kurang pas. Tapi secara keseluruhan detail film ini sangat bagus. Penonton seolah diajak ikut serta sebagai peserta pelatihan dan diberikan sejumlah istilah khusus di dunia spionase. Layak tonton walau bagi penyuka action murni dengan jalan cerita sederhana, plot film ini agak terasa rumit.

Leave a Reply