Resensi Film-Bhayu MH

The Smurfs

Year : 2011 Director : Raja Gosnell Running Time : 103 mins. Genre : , , , , , ,
Movie review score
2/5

Tadinya saya mengira film ini animasi murni, tapi ternyata tidak. Ini film gabungan antara kartun dan manusia yang bermain bersama. Satu genre film yang dimulai dari Space Jam (1996), kemudian menyusul sejumlah film lain seperti Alvin and The Chipmunks (2007) bahkan octalogy Harry Potter.  Secara cerita, ini mirip dengan Enchanted (2007) dimana tokoh-tokoh dari dunia kartun masuk ke dunia manusia.

Di desa Smurf, semua selalu bahagia. Bahkan “feeling blue” pun bermakna bahagia. Para Smurf tengah sibuk mempersiapkan diri memperingati Blue Moon Carnival. Di tengah keramaian itu, Papa Smurf yang tengah mengaduk ramuan mendapatkan visi ramalan masa depan. Di situ, tampak perhiasan berbentuk naga, Clumsy yang tengah melompat dan para Smurf yang dikurung. Papa Smurf terkesiap. Apalagi tepat saat itu Clumsy masuk ke pintu, dan ia menawarkan diri untuk membantu mencarikan daun. Papa melarangnya karena terlalu dekat dengan kastil Gargamel, tapi Clumsy tetap bertekad mencarinya.

Sesuai namanya yaitu “Si Ceroboh”, saat mencoba mencarikan daun untuk Papa Smurf, tanpa sengaja Clumsy malah memandu penyihir jahat Gargamel dan kucing sihirnya Azrael masuk ke desa para Smurf. Padahal, selama ini letak desa mereka tersembunyi karena sihir pelindung dari abad pertengahan. Gargamel bermaksud menangkapi para Smurf untuk dijadikan sebagai bahan ramuan sihirnya. Bermaksud menghindari sang penyihir, Clumsy salah belok ke air terjun keramat yang terlarang. Lima Smurf lainnya mencoba menyusul. Tapi mereka malah lantas tersedot ke dalam semacam portal. Saat muncul, mereka berada di sebuah air terjun di kota New York. Karena tahu Gargamel menguntit di belakang, keenam Smurf itu pun memutuskan bertahan dulu di “desa” yang asing bagi mereka itu.

Mereka kemudian bertemu dengan pasangan suami-istri Patrick dan Grace Winslow karena Clumsy masuk ke kotak milik Patrick. Para Smurfin lainnya spontan melakukan pengejaran. Sementara para Smurfin berupaya mencari cara membuka kembali portal ke dunia mereka, Gargamel pun berupaya mengaktifkan sihirnya dan menangkap para Smurf. Petualangan seru pun tercipta. Diimbuhi pula tentang Patrick yang kuatir kehilangan pekerjaan karena sibuk mengurusi Smurf dan salah mengirim file iklan. Bos Patrick yang bernama baru saja mempromosikannya menjadi Vice President of Marketing setelah memecat pegawai sebelumnya. Sayangnya, ‘promosi’ itu baru akan sah kalau Patrick berhasil menyiapkan kampanye iklan parfum Anjelou keluaran perusahaan Jouvenell tempatnya bekerja. Dan waktu untuk menyiapkannya hanya dua hari! Para Smurf di saat bersamaan sedang berupaya keras untuk membuka kembali portal di malam Blue Moon agar bisa pulang ke dunia mereka.

Meski ini film yang sejatinya untuk konsumsi anak-anak, tapi mengasyikkan untuk ditonton bagi orang dewasa yang memiliki imajinasi luas. Walau beberapa kali terlihat aktor dan aktris manusia –dalam hal ini pemeran Patrick – terlihat kurang pas saat berinteraksi dengan kartun –karena aslinya mereka pasti take shoot di depan layar hijau saja-, tapi masih bagus untuk dinikmati. Anak-anak akan sangat senang pula karena banyak kelucuan slapstick yang bisa membuat mereka terbahak-bahak. Dan yang penting, seperti para Smurfin, bernyanyi dan bergembiralah… Lala…lalalala, sing a happy song… Lala…lalalala… Smurf the whole day long 🙂

Leave a Reply