Resensi Film-Bhayu MH

The Terminator

Year : 1984 Director : James Cameron Running Time : 108 minutes Genre : , , , , , , ,
Movie review score
4/5

Jalan Cerita

T-800Pada tanggal 12 Mei 1984, dua makhluk dari tahun 2029 tiba. Salah satunya adalah Terminator T-800 Model 101 (Arnold Schwarzenegger). Terminator sendiri adalah cyborg dengan rangka baja yang sangat kuat tetapi dengan bagian luar dilapisi daging dan kulit hidup seperti manusia. Dia diprogram untuk menghabisi nyawa seorang wanita bernama Sarah Connor (Linda Hamilton). Saat itu, Sarah yang tinggal di Los Angeles belum tahu kenapa ia jadi buruan.

Sementara makhluk lainnya dari masa depan adalah Kyle Reese (Michael Biehn). Dia adalah seorang pejuang perlawanan yang dikirim untuk melindungi Sarah. Dan tentunya sekaligus melawan Terminator. Menggunakan buku telepon, Terminator telah menghabisi dua orang Sarah Connors lainnya yang tercantum di sana. Sarah ketiga, yang adalah Sarah Connor yang jadi sasaran, dideteksi tengah berada di sebuah klub malam. Terminator menuju ke sana dan menyerang, beruntung Kyle muncul dan menyelamatkan Sarah.

Kyle menjelaskan apa yang terjadi di masa depan. Bahwasanya mesin yang dikendalikan oleh pusat jaringan yang memiliki kecerdasan buatan mandiri bernama Skynet memberontak kepada manusia. Ia menjadi mampu berpikir dan bertindak sendiri tanpa dapat lagi dikontrol. Skynet memicu terjadinya perang nuklir antar manusia. Kyle juga menerangkan bahwa ia justru lahir setelah perang nuklir antar negara manusia itu reda. Dan yang terjadi kemudian adalah perang antara manusia melawan mesin.

Diterangkan juga tentang peran penting Sarah Connors bagi umat manusia. Karena anaknya yang saat itu belum lahir bernama John Connors akan menjadi pemimpin gerakan perlawanan manusia. Mesin hampir kalah, karena itu Skynet merancang dan mengirimkan Terminator melalui mesin waktu. Tujuannya membunuh Sarah dan John yang belum lahir. Dengan begitu, rentetan kejadian di masa depan juga akan berubah.

Terminator terus melaksanakan misinya, sehingga terjadi kejar-mengejar di jalanan. Mobil yang dikendarai Kyle dan Sarah menabrak dan rusak. Mereka lantas tertangkap oleh polisi dan Terminator yang mengendarai motor besar menghilang.

Di kantor polisi, keduanya diinterogasi. Kyle yang diwawancara oleh psikologi kriminal Dr. Silberman (Earl Boen) disimpulkan menderita delusi dan paranoid. Sementara Sarah diinterogasi oleh Letna Traxler (Paul Winfield) dan Detektif Vukovich (Lance Henriksen) tentang apa yang mereka alami. Tentu saja baik polisi maupun psikolog tak ada yang percaya pada mereka berdua. Sampai tiba-tiba Terminator datang dan mengobrak-abrik kantor polisi. Ia menembak membabi-buta sehingga menewaskan banyak polisi termasuk Traxler dan Vukovich. Untungnya Kyle dan Sarah berhasil meloloskan diri, keluar dari kantor polisi dan bersembunyi di sebuah motel.

Di sanalah Kyle mengakui kalau ia telah lama jatuh cinta kepada Sarah. Ia pernah diberikan foto Sarah oleh anaknya John di masa depan sehingga ia bisa menemukannya. Sarah pun membalas perasaan Kyle sehingga di motel itulah mereka bercinta. Kelak, anak hasil hubungan kilat itulah yang melahirkan John.

Terminator melacak mereka hingga ke motel, tetapi lagi-lagi keduanya lolos dengan truk tanpa bak (pickup). Untuk memperlambat pengejaran, Kyle melemparkan bom pipa kepada Terminator. Sayangnya upaya itu tidak terlalu berhasil karena kuatnya Terminator. Tembakan cyborg itu mengenai Kyle dan melukainya. Sarah berhasil menjatuhkan Terminator dari motornya, tetapi ia kehilangan kendali sehingga truknya terbalik.

Ketika Terminator berusaha bangkit kembali, tubuhnya tertabrak oleh truk tangki pembawa bahan bakar. Terminator malah kemudian membajak truk itu dan meneruskan pengejaran. Kyle melemparkan bom pipa lagi ke truk itu, yang karena muatannya bahan bakar lantas menimbulkan ledakan besar. Terminator berhasil lolos dari truk yang terbakar itu, tetapi terjatuh. Kyle meyakinkan Sarah untuk terus lari dan mereka pun tiba di sebuah pabrik.

Ternyata Terminator belum menyerah, dengan kulit dan daging terbakar, ia terus mengejar. Kyle mencoba menghadang cyborg itu dengan menghantamkan pipa besi, tetapi dengan mudah dapat dikalahkan. Meskipun terluka dan nyaris putus asa, Kyle berhasil menyelipkan bom pipa terakhirnya ke dalam perut cyborg yang sudah terbuka. Ketika meledak, bom itu berhasil merusak Terminator dengan parah. Sayangnya, Kyle juga tewas karena ledakan yang sama.

Meski sudah rusak parah, Terminator belum hancur dan mati. Ia mengaktifkan diri kembali dan masih terus mencoba membunuh Sarah. Dengan cerdik, wanita itu memancing sang cyborg ke sebuah mesin penekan hidrolik. Mesin itu menghantam Terminator dan langsung menonaktifkannya. Petugas kemudian datang dan Sarah dibawa pergi dengan ambulans. Sementara jenazah Kyle juga diangkut untuk dikebumikan.

Beberapa bulan kemudian, Sarah yang hamil bepergian menuju Meksiko. Selama di perjalanan, ia merekam suara di pita rekaman audio dengan medium kaset. Maksudnya adalah menekankan pesan kepada putranya yang belum lahir yaitu John. Karena ia kuatir terjadi apa-apa pada dirinya sebelum John tahu kejadian sebenarnya dan pentingnya peran dirinya di masa depan. Saat itulah, Sarah mengalami dilema apakah ia akan mengatakan bahwa Kyle adalah ayah John. Mengingat di masa depan, justru Kyle adalah anak buah John yang diutus untuk kembali ke masa lalu.

Saat Sarah berhenti di sebuah stasiun pompa pengisian bahan bakar, seorang anak memfotonya dengan kamera instan yang hasilnya langsung jadi tercetak. Sarah pun membeli hasil fotonya. Ternyata, foto itulah yang diberikan John di masa depan kepada Kyle. Foto yang membuat Kyle jatuh cinta kepada Sarah, ibu atasannya. Sarah pun meneruskan mengemudi mendekat wilayah yang langitnya tampak gelap karena awan badai.

Kritik Film

Waktu film ini pertama kali tayang, saya masih SD. Seingat saya, karena di masa itu bioskop sangat jarang dan rekaman adanya dalam format kaset video, saya tidak menontonnya. (Atau malah film ini tidak tayang di Indonesia ya? Saya tidak tahu. Karena saat itu layar bioskop kita didominasi film lokal ber-genre “esek-esek”.). Jadi, saya pertama kali menyaksikannya di layar televisi.

239730.jpegTetapi satu hal jelas: film ini fenomenal! Merupakan serial franchise film kedua dimana Arnold Schwarzenegger menjadi icon-nya setelah Conan the Barbarian (1982) dan Conan the Destroyer (1984). Selain serial franchise film Star Wars, The Terminator ini juga yang terpanjang siklus hidupnya. Hingga tahun 2015, masih ada sekuelnya yaitu Terminator: Genisys (2015). Dan film inilah film paling diingat masyarakat dari sosok Arnold Schwarzenegger, aktor yang sempat dua periode menjadi Gubernur California (2003-2011) itu. Di film inilah Arnold mengucapkannya kalimat singkatnya yang terkenal itu: “I’ll be back!”

Ide utama film ini adalah tentang kiamat yang bukan karena kehendak Tuhan sebagaimana dipercaya umat beragama, dimana itu adalah akhir dari alam semesta. Tetapi kiamat yang disebabkan oleh kecerobohan dan ulah manusia sendiri. Karenanya, masih ada yang selamat pasca kiamat atau dalam terminologi Barat disebut “post-apocalypse”. The Terminator (1984) ini merupakan salah satu film pertama yang mengelaborasi ide kiamat yang disebabkan perang antara manusia melawan mesin. Tentunya ini karena generasi awal komputer dan internet yang mulai diperkenalkan pada akhir dekade 1970-an hingga awal dekade 1980-an.

Dengan jenial, film ini “melompati zamannya” dimana penulis skenario dan sutradara memperkirakan “Skynet” sebagai komputer-super yang mampu berpikir sendiri karena memiliki kecerdasan buatan (artificial intelligence) kemudian memberontak kepada umat manusia. Dia yang mengendalikan sistem pertahanan Amerika Serikat mengaktifkan peluru kendali berhulu ledak nuklir dan meluncurkannya. Tentu saja tindakan ini memicu serangan balasan yang sama, sehingga terjadilah “Perang Nuklir”. Ingat, saat itu dunia masih dalam ancaman “Perang Dingin” (Cold War) antara Blok Barat-NATO yang dipimpin Amerika Serikat dan Blok Timur-Pakta Warsawa yang dipimpin Uni Sovyet.

Tidak hanya itu, film ini mengelaborasi kemungkinan adanya robot modern yang mampu mengendalikan diri sendiri sekaligus membangun hierarkhi kepemimpinan. Skynet adalah otak dan pusatnya. Robot berbentuk manusia dan memiliki kecerdasan buatan ini lazim disebut “cyborg” atau “cybernetic organism”. Imajinasi yang luar biasa mengingat hingga kini, 30 tahun kemudian, “cyborg” ini pun masih belum terwujud di dunia nyata. Meski dalam taraf terbatas beberapa “prototype” awal-nya berhasil dikembangkan di laboratorium.

Pendek kata, film ini memukau. Bahkan hingga kini. Sangat layak dijadikan koleksi sepanjang masa!

Leave a Reply