Resensi Film-Bhayu MH

Trade

Year : 2007 Director : Marco Kreuzpaintner Running Time : 120 mins. Genre : , , , , ,
Movie review score
3/5

Dari judul dan posternya, kita tahu film ini berkisah tentang human trafficking. Mengambil setting di Meksiko, dimana memang faktanya terjadi ribuan penculikan wanita berbagai usia dan suku bangsa untuk diperdagangkan ke Amerika Serikat. Di negara miskin tersebut, bahkan polisinya pun korup dan berkolaborasi dengan mafia penjahat. Turis-turis terutama yang datang sendirian dikerjain untuk dikuras uangnya atau yang wanita malah diculik.

Salah satu yang mencari penghasilan dengan ngerjain turis adalah Jorge (Cesar Ramos), pemuda asli Meksiko berusia 17 tahun. Ia gemar merampok turis dengan lebih dulu menjebaknya ke tempat sepi dimana teman-temannya menunggu. Iming-imingnya adalah menawarkan wanita pelacur Meksiko dengan tarif murah. Ironisnya, adiknya yang baru berusia 13 tahun malah diculik, sesaat setelah sang kakak memberikan hadiah sepeda dengan uang hasil rampokannya. Sang adik yang bernama Adriana (Paulina Gaitan) jatuh ke tangan komplotan keji yang juga menculik sejumlah wanita lainnya. Bahkan salah satunya warga negara asing asal Polandia, yaitu Veronica (Alicja Bachleda), ibu muda satu anak yang tadinya berniat berlibur bersama temannya. Bahkan dalam usaha penculikan, temannya itu tewas karena berusaha menyelamatkan diri. Veronica dan Adriana kemudian bertemu, dan di situ keduanya bersahabat bak kakak-adik.

Jorge berupaya sekuat tenaga mencari adiknya. Melalui jaringan kriminal yang ia punya maupun dengan melakukan pencarian ala detektif. Dalam upayanya, ia bertemu Ray (Kevin Kline), seorang polisi Texas yang bersimpati. Sebabnya, keluarga sang polisi yang negara bagiannya berbatasan langsung dengan Meksiko ini juga menjadi korban mafia perdagangan manusia.

Film ini sangat kuat, baik dari segi cerita maupun karakter. Meskipun tak ada bintang ternama di dalamnya, namun akting para pemerannya natural. Adegan demi adegan tertata rapi bak dokumenter. Penonton dibawa menyusuri pedesaan kumuh Meksiko hingga lorong-lorong bawah tanah ala Vietnam yang dipakai menyelundupkan manusia dari Meksiko ke A.S. Sayangnya, film yang terinspirasi dari kisah nyata ini tidak meledak di pasaran. Bisa jadi karena konfliknya terlalu pekat dan ceritanya terlalu membebani benak. Sementara selera pasar lebih suka yang ringan-ringan saja sebagai hiburan.

Leave a Reply