Resensi Film-Bhayu MH

Trespass

Year : 2011 Director : Joel Schumacher Running Time : 91 mins. Genre : , , , , , ,
Movie review score
1/5

Kisah berkisar di suatu keluarga kaya dengan rumah mewah berpengamanan penuh. Sang suami bekerja sebagai pedagang berlian. Seolah tak ada masalah selain putri tunggal mereka Avery yang ingin pergi ke pesta bersama temannya Kendra yang liar.  Namun, kedua orangtuanya tak mengizinkan. Masalah lain yang tak begitu kentara adalah sang suami –Kyle Miller (Nicholas Cage)- begitu sibuknya sampai-sampai agak mengabaikan istrinya Sarah (Nicole Kidman).

Keadaan damai itu sontak berubah ketika empat orang perampok masuk ke rumah. Dua orang di antaranya menyamar sebagai polisi, dengan satu orang di antaranya wanita. Ternyata, satu di antara perampok dikenali Sarah sebagai petugas perbaikan yang pernah datang sebelumnya. Masalah bertambah runyam ketika Avery yang semula kabur pergi dengan temannya mendadak pulang. Maka, jadilah ketiga orang itu disandera perampok yang menginginkan Kyle membuka lemari besinya. Perjuangan keluarga Miller selama beberapa jam disandera menjadi cerita film ini. Akankah mereka berhasil selamat?

Film ini berjenis drama-thriller-crime, dengan begitu minim adegan aksi dan tembak-menembak. Sepanjang film, setting lokasi hampir semuanya di dalam rumah keluarga Miller. Bagi saya pribadi, agak “film banget” saat perampok bisa masuk dengan mudahnya ke dalam rumah. Apalagi rumah keluarga Miller berpengamanan maksimal dilengkapi alarm dan kamera CCTV. Cuma dengan melihat sepintas ada dua orang berseragam tanpa melihat tanda pengenal dan wajahnya –padahal dua orang itu memakai topeng-, tuan rumah sudah membukakan pintu. Terasa aneh juga bagi saya rumah sebesar itu tapi tidak ada pembantu atau orang lain di rumah selain keluarga inti. Walau bisa jadi itu cukup lazim di A.S.

Dari segi tema, film ini serupa dengan Hostage (2005), Firewall (2006) atau Cherry Tree Lane (2010). Namun, menurut saya pribadi ketiga film tadi masih lebih bagus. akting Nicholas Cage dan Nicole Kidman yang memang pemain film kawakan patut diacungi jempol. Cuma, jalan cerita atau skenarionya saja yang kurang menggigit. Sutradara Joel Schumacher terlalu detail di beberapa hal seperti membangun misteri hubungan Sarah dan Jonah salah satu perampok, sementara kurang tekun meyakinkan penonton mengenai tujuan perampokan. Beberapa menit film berlangsung, penonton dibuat bingung menerka-nerka apa sebenarnya tujuan para perampok. Bagi penonton kebanyakan, film ini akan membosankan. Bahkan bagi saya yang cukup ‘sabar’ menonton film drama. Maka, tontonlah film ini bila benar-benar punya waktu luang dan uang lebih saja.

Leave a Reply