Resensi Film-Bhayu MH

Wanted

Year : 2008 Director : Timur Bekmambetov Running Time : 110 mins. Genre : , , , , ,
Movie review score
3/5

Anda punya hidup yang membosankan? Tiap hari masuk kantor cuma untuk “dikerjain” dan dilecehkan atasan? Bahkan memiliki pacar yang hot tidak menolong karena bahkan sahabat Anda mengkhianati Anda dengan tidur bersamanya. Dan saat tiba waktu pulang kantor, itu cuma untuk menunggu tiba waktunya esok hari masuk kantor kembali. Sudah begitu, gaji Anda kecil hingga bahkan sulit membeli obat penenang pereda kecemasan.

Well, kalau begitu Anda senasib dengan Wesley Gibson. Seorang pemuda 25 tahun yang sontak mengingatkan Anda pada sosok pemuda kantoran kebanyakan.

Ia bahkan mengalami nasib lebih buruk daripada kebanyakan orang karena tinggal di bawah jembatan kereta api. Sehingga hampir tiap malam tak pernah tidur nyenyak. Itu tentu karena gajinya tak cukup untuk menyewa flat yang lebih baik.

Terbunuhnya seorang pembunuh bayaran di atap sebuah gedung sepertinya tak terkait. Sampai Gibson bertemu dengan seorang wanita cantik dan seksi di sebuah supermarket. Ternyata, wanita itu bukan hanya cantik dan seksi, tapi juga jagoan. Ia menyelamatkan Gibson dari seorang lelaki yang menembaki mereka. Gibson pun dibawa kade markas wanita itu yang ternyata seorang pembunuh bayaran.

Singkat kata, hidup Gibson berubah. Ia dilatih sebagai anggota The Fraternity –nama kelompok pembunuh bayaran tersebut- dengan bayaran besar. Dan ia diberitahu oleh Fox dan Sloan –pimpinan kelompok itu- bahwa pria yang terbunuh di atap gedung itu adalah ayah kandungnya. Gibson yang tak pernah kenal ayahnya sontak diliputi dendam. Dan memang ia berlatih keras untuk membalaskan dendamnya. Akankah Gibson berhasil?

Film ini keren dari segi jalinan cerita. Penonton akan diberi kejutan menjelang akhir film. Ternyata fakta yang dibeberkan sejak awal film justru tidak sesuai kenyataan. Karakternya memadai, terutama pendalaman tokoh utama yaitu Gibson. Ada beberapa hal yang menarik bagi saya pribadi, seperti teknik menembak yang tidak biasa. Mirip-mirip tendangan pisang di sepakbola. Juga ada teknik penyembuhan luka dengan berendam dalam es. Saya tidak tahu apakah dalam kenyataan bisa begitu atau tidak.

Terlepas dari itu semua, film ini begitu vulgarnya mengumbar darah. Sehingga bagi yang tak tahan sebaiknya tidak menonton. Walau bagi penyuka film aksi, sebaiknya jangan melewatkannya.

 

Leave a Reply