Resensi Film-Bhayu MH

X-Men

Year : 2000 Director : Bryan Singer Running Time : 104 minutes Genre : , , , , ,
Movie review score
4/5

Jalan Cerita

Pada tahun 1944, Jerman menduduki Polandia. Di antara para tawanan perang Yahudi, ada seorang anak berumur 13 tahun bernama Erik Lensherr. Ia dipisahkan dari orangtuanya saat memasuki kamp konsentrasi. Dalam upayanya menolak dipisahkan, Erik Lensherr membuat gerbang besi melengkung tertarik ke arahnya, karena kekuatan magnetik yang dimiliki.

Di masa depan yang tidak terlalu jauh, sekitar satu dekade kemudian, Senator Robet Kelly berupaya meloloskan Rencana Undang-Undang Pendaftaran Mutant (Mutant Registration Act) di Kongres. Ini akan memaksa para mutant keluar dari persembunyian dan mendaftarkan diri seraya menyebutkan kemampuannya. Kondisi itu membuat Erik Lehnsherr dewasa dan sahabatnya Profesor Charles Xavier mendiskusikan perbedaan pandangan tentang hubungan manusia dan mutant. Menurut Xavier, mereka bisa hidup berdampingan. Sementara bagi Lehnsherr, itu mus tahil karena salah satu ras akan berusaha memusnahkan yang lain.

Di kota Meridian negara bagian Mississippi, seorang wanita bernama Marie D’Ancanto yang berusia 17 tahun membuat pacarnya koma cuma gara-gara menciumnya. Ia tidak tahu kalau dirinya seorang mutant dengan kemampuan menyerap daya hidup manusia dan kemampuan khusus mutant lain yang disentuhnya. Karena ketakutan akan menyakiti orang lain, Marie yang menjuluki dirinya Rogue lari ke Laughlin City di Ontario, Kanada. Saat berada di bar, ia bertemu Logan, seorang petarung amatir yang dikenal sebagai Wolverine. Karena menyadari pria itu baik dan ia butuh perlindungan, Rogue pun meminta ikut bersamanya.

Di jalan, mereka diserang oleh Sabretooth, sesama mutant anak buah Magneto. Dengan jetnya, Cyclops dan Storm tiba di lokasi dan menolong mereka, lantas membawanya ke X-Mansion di Westchester County-New York. Mereka diperkenalkan kepada Profesor X dan diterangkan mengenai tujuan pembentukan X-Men. Keduanya setuju bergabung untuk mencegah perang antar a mutant dan manusia.

Tanpa diduga, Senator Kelly diculik oleh anak buah Magneto yaitu Toad dan Mystique. Magneto memakai Kelly sebagai kelinci percobaan dan secara buatan dibentuk menjadi mutant. Dengan kemampuan barunya sebagai mutant, Kelly berhasil meloloskan diri. Setelah sebuah insiden yang mengakibatkan Rogue tak sengaja memakai kekuatannya kepada Wolverine, ia dihasut Mystique yang menyamar sebagai Bobby Drake bahwa Profesor X marah kepadanya. Ia pun dibujuk untuk meninggalkan sekolah. Xavier memakai Cerebro dan menemukan lokasi Rogue di sebuah stasiun kereta. Tetapi saat Xavier pergi, kemudian Mystique menyusup dengan menyamar sebagai Xavier dan merusak mesin itu.

Di stasiun kereta, Wolverine meyakinkan Rogue supaya tetap bersama Xavier. Tetapi di saat itu Magneto, Toad dan Sabretooth tiba dan berusaha membawa Rogue. Kelly tiba di Sekolah Xavier, tetapi jadi sekarat karena kemampuan mutant buatannya belum stabil. Pihak X-Men lantas mempelajari bahwa Magneto menjadi lemah karena penggunaan mesin tersebut kepada Kelly. Karena itulah mereka berupaya keras mendapatkan Rogue untuk dipergunakan sebagai sarana mengalihkan kekuatan untuk memberi tenaga kepada mesin itu. Tetapi tentu saja itu bisa berakibat buruk kepada Rogue sendiri.

Xavier berupaya menemukan Rogue dengan Cerebro, tanpa mengetahui alat itu telah disabotase oleh Mystique. Ia kemudian jatuh koma akibat ledakan alat tersebut. Sesama telepath lain tiba, membetulkan kerusakan mesin dan menggunakan Cerebro. Dia adalah Jean Grey. Ia berhasil membaca rencana Magneto yang akan menggunakan mesin generator mutasi buatan di Pulau Liberty. Ia bertujuan menjadi para pemimpin dunia yang sedang mengadakan Konferensi Tingkat Tinggi di Pulau Ellis menjadi mutant.

Kelompok X-Men tiba di Patung Liberty, mereka mengalahkan Toad dan Mystique. Tetapi Magneto tiba disertai Sabretooth dan berhasil mengalahkan Storm, Cyclops, dan Wolverine. Magneto melanjutkan rencananya mentransfer kekuatannya melalui Rogue dan memaksanya menjalankan mesin. Wolverine berhasil meloloskan diri dan mengalahkan Sabretooth. Storm memakai kekuatan rekayasa cuacanya dibantu Jean dengan telekinesisnya untuk mengangkat Wolverine ke puncak patung. Di sanalah Magneto berada bersama mesinnya. Melalui pertarungan sengit, Wolverine berhasil menyelamatkan Rogue dan Cyclops memukul jatuh Magneto serta merusak mesin yang sudah sempat berfungsi itu. Wolverine menyentuh wajah Rogue, dan kemampuan menyembuhkan diri sendiri secara cepatnya tertransfer kepada wanita itu. Rogue pun pulih.

Demikian pula akhirnya Profesor X juga pulih dari koma. Kelompok X-Men mendapatkan informasi bahwa Mystique masih hidup, dan menyamar sebagai Senator Kelly. Xavier juga mengatakan informasi lain kepada Wolverine bahwa di dekat tubuhnya ditemukan di Kanada ada pangkalan militer yang sudah ditinggalkan, yang kemungkinan memiliki informasi mengenai masa lalu Logan. Xavier kemudian mengunjungi Magneto di penjara yang sepenuhnya terbuat dari plastik serta bermain catur. Magneto memperingatkan bahwa dia akan meneruskan pertarungannya melawan manusia. Sementara Xavier justru menegaskan tekadnya untuk menghentikan aksi permusuhan itu. Ketika Xavier dibawa pergi oleh penjaga, Magneto merubuhkan raja caturnya.

Kritik Film

Film ini adalah sekuel pertama dari serangkaian serial franchise film yang akan dibuat. Semula, sebagai bukan pembaca komik X-Men, saya mengira akan mengalami kebingungan menontonnya. Apalagi X-Men memiliki banyak karakter superhero dan villain. Tetapi dugaan saya keliru. Sutradara berhasil membuat film ini amat enak dicerna penonton awam seperti saya. Syaratnya cuma satu: memiliki daya imajinasi tinggi, itu saja.

Mengetahui bahwa ada mutant hidup di tengah-tengah manusia adalah sebuah fakta baru. Tentu saja bila hal itu nyata. Tetapi sekali lagi kita harus ingat kisah ini fiksi. Walau seolah meyakinkan dengan penggambaran pseudo-science di awal film tentang adanya mutasi genetik pada manusia tertentu. Dan yang paling mengejutkan, mutasi yang membentuk mutant itu diklaim sebagai evolusi selanjutnya dari ras manusia.

Penonton dengan cepat diperkenalkan pada “realitas film” bahwa ada dua kelompok mutant yang saling bertempur satu sama lain. Semata karena perbedaan cara pandang terhadap hubungan dengan manusia. Tanpa bertele-tele menjelaskan “mengapa” –yang akan jadi porsi sekuel film lainnya- film langsung masuk ke dalam konflik antara dua kelompok ini. Kelompok yang dipimpin Magneto menganggap manusia sebagai musuh. Dimana memang ada sebagian pimpinan manusia yang juga berpendapat sama. Sementara kelompok yang dipimpin Charles Xavier mencintai perdamaian dan percaya manusia-mutant bisa hidup berdampingan.

Dari segi teknis perfilman, tak ada cacat yang bisa ditemui penonton biasa. Mungkin akan beda kalau memiliki screening videonya, akan terlihat beberapa bloopers. Tapi saya tidak bisa melihatnya dengan mata penonton awam. Penyajiannya sempurna.

Penceritaannya bagus dan mengandung unsur kejutan tak terduga alias twist. Karena walaupun adaptasi dari serial komik ternama, belum tentu saat diangkat ke film menjadi menarik. Beberapa film yang juga diproduksi Marvel mengalami kegagalan semacam ini, sebutlah seperti Elektra dan DareDevil.

Satu yang saya heran adalah bagaimana para mutant mengalahkan satu sama lain. Hampir selalu kalau jagoan kalah, ia tidak dibunuh sehingga kemudian bisa membalas. Sementara dari pihak villain, pasti akan jatuh korban. Mudahnya X-Men dikalahkan di dalam Liberty Statue membuat saya bertanya-tanya, kenapa tidak dibinasakan saja langsung?

Demikian pula Mystique yang bisa mudah menembus sistem keamanan termasuk di X-Mansion, terasa sekali superioritasnya. Seolah, ialah mutant yang tak bisa dikalahkan. Agak mengherankan bagi saya X-Mansion dan Cerebro bisa ditembus dengan mudah olehnya.

Saat mesin milik Magneto sempat diaktifkan, saya heran pancaran energinya tidak mempengaruhi siapa pun. Padahal jelas ada mutant di sana, dan seharusnya juga ada penjaga situs yang malah sama sekali tidak terlihat. Dan kalau energi itu kuat, mengingat sudah sempat dipancarkan melewati laut, mustinya akan meciptakan makhluk laut mutant. Tetapi tentu saja bisa dipakai dalih bahwa mesin itu hanya berpengaruh bagi manusia saja.

Toh, kelemahan logika itu tidak mengurangi kenikmatan menonton film seru ini. Mengkoleksi cakram padatnya akan menyenangkan karena tidak membosankan menontonnya berulang kali.

Leave a Reply