Resensi Film-Bhayu MH

X-Men: Days of Future Past

Year : 2014 Director : Bryan Singer Running Time : 131 minutes Genre : , , , , ,
Movie review score
5/5

Akhir-akhir ini, film bergenre fantasy khususnya superhero selalu meraih sukses besar. Apalagi kalau berasal dari komik keluaran DC-Comics atau Marvel. Tak terkecuali sekuel film serial franchise X-Men ini yang selalu ditunggu-tunggu penggemarnya, termasuk saya. Film yang diberi subjudul “Days of Future Past” ini merupakan film ketujuh dari serial franchise film X-Men.

Kisah film ini agak beda dengan serial lain. Film-film lain biasanya beralur maju dengan satu garis lini cerita, walaupun kisahnya seringkali menggambarkan asal-muasal salah satu karakter seperti X-Mens Origins: Wolverine (2009). Di film ini, alurnya maju-mundur dengan dua garis lini cerita yang berjalan berkesinambungan.

Jalan Cerita

Di masa depan yang menjadi masa kini film, terjadi Perang Dunia yang menghancurkan peradaban. Perang terjadi antara mutant dan manusia yang berusaha membantunya melawan penguasa yang menggunakan mesin bernama Sentinel. Mesin ini disebut tak terkalahkan karena ia mampu menyerap dan memanipulasi kemampuan apa pun milik mutant. Mereka bisa mendeteksi keberadaan makhluk yang disebut evolusi berikutnya dari manusia itu bermil-mil jauhnya.

Di suatu tempat yang berada di ruangan bawah tanah berpintu baja di Moskow-Russia, sekelompok kecil mutant yang selamat mendeteksi kedatangan Sentinels. Warpath yang melihat mereka datang kemudian bersama Blink memperingatkan teman-temannya yang berada di ruangan lain. Kemampuan Warpath memang menjejak musuh sedangkan Blink menciptakan portal untuk teleportasi antar ruang.

Para mutant lain yang sedang bersantai pun bersiap. Mereka adalah Sunspot dan Colossus yang bersama Blink dan Warpath bersiap menghadapi Sentinels. Sementara Kitty Pride alias Shadowcat bersama pimpinan mereka yaitu Bishop berlari ke ruangan lain. Dalam perjalanan mereka bertemu pacar Kitty Pride yaitu Bobby Drake alias Iceman yang dibukakan portal oleh Blink.

Dalam perkelahian, tiga unit Sentinels masing-masing berhasil mengalahkan dan membunuh Sunspot, Colossus dan Iceman. Sementara Blink dan Warpath yang berjaga di depan ruangan berpintu besi baja tempat Shadowcat dan Bishop berada pun akhirnya tewas walaupun Blink sempat membuat tangan salah satu Sentinels putus.

Satu unit Sentinels berubah menjadi mutant berkuatan lahar panas yang menembus besi baja. Tepat saat ia menembakkan sinar panas untuk membunuh, Shadowcat berhasil mengirimkan kesadaran Bishop kembali ke masa lalu untuk memperingatkan diri mereka sendiri. Dan mereka pun tak pernah berada di sana. Ruangan di Moskow itu pun sepi, karena saat itu mereka sudah berada di China.

Di sana, tibalah pesawat supersonik yang tak kasat mata milik X-Men. Ternyata, dari sekian banyak anggotanya, hanya tersisa beberapa. Keluar dari pesawat satu per satu adalah Profesor X, Storm, Wolverine, dan terakhir Magneto. Mereka disambut oleh mutant lain yang waspada karena tidak mengenalinya. Untunglah ada Shadowcat dan Iceman yang keduanya juga anggota X-Men.

Sembari memperkenalkan teman-teman di kelompoknya yang sebenarnya merupakan pelarian dan bukan anggota mutant terlatih seperti X-Men, Shadowcat menerangkan bagaimana mereka bisa lolos dari kejaran Sentinels. Profesor X dan Magneto yang telah kembali menjadi sahabat kemudian saling berpandangan dan menganggap bahwa kemungkinan besar mereka bisa melakukan sesuatu dengan kemampuan Shadowcat.

Profesor X lalu menceritakan mengenai asal-muasal segala musibah ini yang berawal di tahun 1973. Tanpa diduga, semua ini bermula saat Mystique yang merupakan adik angkat Profesor X membunuh seorang ilmuwan militer Bolivar Trask, pencipta Sentinels. Mystique marah karena Trask menangkap teman-temannya –yang bisa dilihat di X-Men: First Class (2011)- dan menjadikan mereka kelinci percobaan hingga tewas.

Tetapi Shadowcat sempat ragu mengingat ia belum pernah mengirimkan seseorang ke masa 50 tahun sebelumnya. Menurutnya, pikiran manusia akan hancur, bahkan dengan pikiran sekuat milik Charles Xavier. Wolverine memberikan ide, bagaimana kalau pikiran atau otak seseorang itu mampu pulih dari luka secepat kilat seperti halnya luka pada tubuh? Semua tahu, Wolverine mengusulkan diri sendiri sebagai sukarelawan untuk kembali ke masa lalu.

Profesor X dan Magneto memberikan petunjuk tentang kondisi mereka di tahun 1973. Wolverine harus meyakinkan Charles Xavier muda dan Erik Lehnsherr muda tentang kondisi kehancuran di masa depan mereka. Hal itu tidak mudah karena Xavier kehilangan kekuatan pikirannya yang disebut telepath. Dan Erik malah dipenjara di Pentagon.

Wolverine –yang usianya tidak pernah bertambah tua- bangun di ranjang bersama seorang wanita. Ia kemudian melukai para pengawal wanita itu yang ternyata adalah putri dari seorang boss mafia. Tujuannya sebenarnya hanya untuk mengambil mobil dan uang agar bisa melaksanakan tugasnya.

Pertama-tama, ia menuju ke rumah Charles Xavier yang pernah dijadikan sekolah mutant. Tapi ternyata, sekolah sudah tutup. Menurut Hank Mc.Coy muda alias Beast yang menjaga rumah itu, hal itu disebabkan karena dua hal: kepergian Raven Darkhölme alias Mystique yang sangat disayanginya dan dimobilisasinya para guru dan murid sekolah itu untuk Perang Vietnam. Hank belum pernah bertemu Wolverine, tetapi Charles sudah. Saat itu ia sedang merekrut murid dan guru untuk sekolahnya, dan Wolverine yang ditemui di sebuah bar mengusir mereka pergi. Dan saat ia teringat itu, Charles menggunakan kalimat Wolverine untuk menolak permintaan bantuannya. Ia sendiri tidak mampu mengecek kebenaran cerita Wolverine karena kehilangan kemampuan telepath-nya akibat obat pereda rasa sakit yang diberikan oleh Hank. Serum tersebut mampu membuat Charles berjalan kembali –setelah lumpuh akibat peluru yang dibelokkan Magneto di film X-Men: First Class (2011)- tetapi dengan mengorbankan kemampuan istimewa mutant-nya.

Tetapi setelah berpikir ulang dan terngiang pada pertemuan pertamanya dengan Raven, akhirnya Charles bersedia membantu. Tetapi, mereka perlu membebaskan Erik lebih dulu. Karena sulitnya menembus penjagaan Pentagon, maka mereka menemui seorang anak muda mutant. Namanya Peter Maximoff yang di kemudian hari dikenal sebagai Quicksilver. Ia mampu melesat lebih cepat dari siapa pun, sehingga nyaris seperti teleportasi. Hingga saat itu, kemampuannya lebih dipakai untuk mencuri berbagai barang dari toko. Tetapi karena ada saksi, polisi seringkali mendatangi. Hingga saat ketiga orang mutant senior itu datang, ibunya mengira mereka juga polisi.

Peter akhirnya bersedia membantu setelah Wolverine menunjukkan bahwa mereka bertiga juga mutant. Di Pentagon, mereka membagi diri menjadi tiga kelompok. Charles bersama Logan alias Wolverine berbelok mencari lokasi penjara, sementara Hank dengan kemampuan elektroniknya mengacaukan sistem keamanan. Setelah lokasi penjara khusus yang dibangun dengan beton solid dan kaca tanpa unsur logam itu ditemukan, barulah Peter menerobos masuk. Setelah ia berhasil membebaskan Erik, keduanya bertemu Charles dan Logan yang menjemputnya. Saat Peter menanyakan apa kesalahan Erik hingga ditahan di penjara khusus dengan keamanan maksimum seperti itu, Erik menjawab bahwa ia dituduh membunuh Presiden John F. Kennedy. Peter pun kagum. Saat ia bertanya apa sebenarnya keistimewaan Erik, ia menjawab mampu memanipulasi logam apa pun. Dan Peter menjawab bahwa ibunya pernah mengenal pria seperti itu. Keduanya tidak tahu bahwa memang Erik sebenarnya adalah ayah Peter.

Sementara itu, di Washington D.C., Trask gagal meyakinkan Kongres untuk meloloskan program Sentinel-nya. Tetapi ia sudah mulai mengumpulkan data awal termasuk dari para mutant yang ditangkap. Mengetahui adanya upaya pengumpulan mutant, Mystique menuju Saigon-Vietnam. Dengan merubah wujud menjadi seorang kolonel U.S. Army, ia membawa pergi sejumlah mutant yang semula hendak dikirim ke pusat penelitian Trask Industries. Mayor William Stryker yang hendak membawa mereka bersama pasukan bayaran dipecundanginya.

Charles, Erik, Hank, dan Logan kemudian naik pesawat jet milik Charles menuju Paris, tempat dilangsungkannya Perjanjian Perdamaian sebagai akhir dari Perang Vietnam. Disinyalir, Bolivar Trask akan muncul di sana dari pengamatan Hank terhadap berita di televisi yang direkamnya. Dan diduga di sanalah Mystique akan menembak Trask. Mystique mengetahui kejahatan Trask secara tidak sengaja saat ia masuk ke dalam kantornya. Di sana ia menemukan sejumlah foto teman-teman mutant-nya yang dibunuh. Dari foto terlihat mereka adalah Dr. Sebastian Shaw, Angel Salvadore, Emma Frost dan Azazel.

Mystique berhasil memperdaya seorang Jenderal Vietnam Utara untuk mengambil wujud dan undangannya. Ia lantas hadir di pertemuan yang diprakarsai oleh Trask di sela-sela Paris Peace Accords. Karena ditolak oleh Kongres A.S., Trask berupaya menjual teknologinya kepada negara-negara komunis apalagi mereka baru saja menang Perang Vietnam.

Saat Trask mendemonstrasikan mesin kecil pendeteksi mutant, alat berbunyi tepat mengarah kepada Mystique yang mengambil wujud Jenderal Vietnam Utara. Karena penyamarannya sudah terbongkar, Mystique berubah ke wujud aslinya dan mulai menyerang. Satu per satu pengawal dilumpuhkannya, termasuk menerjang Stryker hingga terjatuh. Tetapi saat ia merebut pistol Stryker dan hendak menembak Trask –dimana seharusnya memang terjadi- tiba-tiba rombongan Charles masuk. Ia menghalangi Mystique melakukannya. Karena tertunda, Trask kabur. Stryker pun menembakkan taser penyengat berlistrik, membuat Mystique terjatuh. Tetapi segera Magneto datang dan membalikkan senjata itu kepada Stryker.

Magneto tiba-tiba punya pikiran lain. Karena ia mendapatkan informasi bahwa masa depan mutant terancam gara-gara Mystique, ia pun hendak membunuhnya. Charles mencegahnya hingga pistol milik Stryker yang direbut Magneto terlepas. Tetapi karena ia punya kemampuan memanipulasi logam, meski tidak lagi memegangnya, pistol tetap dapat ditembakkan dan pelurunya berbelok mengikuti Mystique yang kabur. Meloncat dari jendela, Mystique tetap terkena tembakan di betisnya, membuat ia pincang. Celaka baginya, pengunjung di bawah melihat wujud aslinya, bahkan ada yang merekam dengan foto dan video. Magneto mengejar, tetapi upayanya membunuh Mystique dihalangi Hank yang sudah berubah wujud menjadi Beast. Mystique berhasil melarikan diri dan Beast pun diperdaya Magneto.

Sementara, Wolverine yang melihat Stryker tiba-tiba mendapat kilasan visi masa depan, dimana Stryker kemudian akan menyakitinya dengan menginjeksikan adamantium ke seluruh tubuhnya. Kesadarannya terbelah, ia nyaris kembali ke masa depan, padahal tugasnya di masa silam belum selesai. Tiga kuku berlapis adamantiumnya keluar dan melukai Shadowcat. Iceman yang kuatir pada keselamatan kekasihnya meminta agar proses itu diakhiri, tetapi Profesor X mencegahnya. Kitty Pryde pun menyatakan masih sanggup menahan rasa sakit demi keselamatan mereka semua.

Kembali ke tahun 1973, penampakan Mystique, Beast dan Magneto di hadapan publik menggemparkan. Presiden Richard Nixon memanggil para pembantunya, termasuk Trask. Karena merasa keselamatan negara terancam, Nixon menyetujui program Sentinel. Ia bahkan merancang upacara untuk memperkenalkannya.

Sementara itu, Magneto yang mengambil pita seluloid presentasi Trask mempelajari Sentinel. Ia berhasil memperoleh kembali helm anti telepati-nya hingga tak bisa dilacak oleh Charles Xavier. Menyadari Sentinel terbuat dari bahan non-logam, tepatnya polymer, ia pun mencari kereta pengangkut robot itu. Ketika mendapatinya, ia memanipulasi rel baja dan melapisi Sentinel dengannya, hingga ia bisa mengontrolnya.

Xavier kemudian kembali ke purinya dan memutuskan berhenti menggunakan serum penahan rasa sakit buatan Hank. Ia berupaya mendapatkan kembali kekuatan telepatinya. Dengan bantuan Wolverine, Charles Xavier muda berbicara kepada dirinya sendiri di masa depan. Ia lantas menggunakan Cerebro untuk menemukan Mystique. Meski gagal mencegahnya berupaya membunuh Trask, mereka tahu bahwa Mystique yang mengambil wujud normal sebagai Raven menuju ke Washington D.C. Bertiga mereka pun menuju ke sana.

Di White House, upacara untuk memperkenalkan Sentinel hampir dimulai. Magneto mengangkat satu stadion yang memang dilengkapi rangka baja untuk memblokir area White House. Ia pun mengaktifkan Sentinels untuk menyerang para undangan termasuk Presiden dan kabinetnya. Lari ke ruang bawah tanah yang merupakan semacam lemari besi baja besar, malah membuatnya mudah dimanipulasi oleh Magneto. Ia pun menyeret ruangan itu ke tengah lapangan, serta merebut seluruh pistol yang dipegang Secret Service, mengarahkannya kepada para pemiliknya sendiri. Ia mengancam manusia dan menyatakan perang kepada mereka. Upaya Wolverine mencegahnya gagal dan ia dibuang ke sungai Potomac, sementara Xavier malah tertindih oleh beton yang runtuh. Mystique yang semula menyamar sebagai petugas Secret Service lantas merubah wujud lagi menjadi Presiden Nixon, mencoba menghalangi Magneto membunuh. Ia berhasil membuat Magneto teralihkan perhatiannya dan kemudian menembaknya dengan pistol plastik lantas memukulnya hingga pingsan.

Mystique kemudian mengarahkan pistolnya hendak membunuh Trask, tetapi ia dibujuk oleh Charles dengan telepati. Kondisi di masa depan lebih mengerikan. Pasukan Sentinel dalam jumlah besar menemukan persembunyian para mutant di kuil pegunungan China. Upaya mencegahnya gagal, walau sempat menjatuhkan pesawat Sentinels dengan badai dan meledakkan pesawat supersonik milik X-Men untuk menghancurkan sejumlah Sentinels. Tetapi jumlah Sentinels terlalu banyak untuk dilawan para mutant. Sehingga Storm, Bishop, Sunspot, Blink, Warpath, dan Colossus gugur. Tinggallah Iceman, Magneto dan Profesor X. Serta Shadowcat yang masih berupaya menjaga kondisi pengiriman kesadaran Wolverine ke masa lalu. Sentinel berhasil menemukan ruang persembunyian terakhir, membunuh Iceman dengan Magneto sekarat tertusuk besi pecahan pesawat, sehingga tersisa Profesor X yang tak berdaya di atas kursi rodanya serta Shadowcat yang melihat dengan tatapan ngeri dan Wolverine yang masih tak sadarkan diri.

Di tahun 1973, akhirnya Mystique mau menuruti bujukan Charles. Ia membuang pistolnya. Magneto yang tanpa helm anti-telepati digunakan oleh Xavier untuk mengangkat beton berangka baja yang menindihnya. Dan di masa depan, para Sentinels dan 4 orang mutant yang tersisa menghilang.

Presiden Richard Nixon lantas membatalkan program Sentinel dan menangkap Trask dengan tuduhan membocorkan rahasia negara. Di masa depan, Logan terbangun di Sekolah Xavier untuk Anak Berkemampuan Khusus –sekolah khusus para mutant- dan mendapati semua mutant anggota X-Men yang pernah gugur ternyata masih hidup. Termasuk Beast, Cyclops, Shadowcat, Iceman dan kekasihnya Dr. Jean Grey, yang saat itu masih jadi kekasih Cyclops.

Kembali ke 1973, Wolverine yang tenggelam diselamatkan oleh sosok Mayor William Stryker, yang ternyata justru Mystique. Di penghujung film setelah credit title, ditampilkan gambaran sepintas mengenai mutant tertua yang pernah ada, En Sabah Nur yang digambarkan mampu memanipulasi tanah sehingga membangun piramid dan dipuja sebagai Dewi orang Mesir.

Kritik Film

Pemirsa film ini harus menonton ulang X-Men: First Class (2011) agar mengerti kesinambungan ceritanya. Karena banyak adegan dan dialog di film ini berawal dari sana. Tetapi akan sangat bagus kalau Anda bisa menyaksikan keseluruhan serial film ini.

Agak sulit mencari kelemahannya karena film ini begitu sophisticated. Dasar cerita yang sudah sangat kuat dan populer dari seri komik laris keluaran Marvel, ditambah penulisan script yang bagus membuatnya enak dinikmati. Meski film ini beralur maju-mundur berkali-kali dengan dua garis lini cerita, tidaklah membuatnya membingungkan.

Satu hal logika dasar yang bagi saya agak mengganggu justru “kehebatan” Sentinel yang digambarkan kebal hingga hampir mustahil dibunuh, karena ia mampu beradaptasi dengan apa pun kekuatan mutant bahkan menirunya. Agak lucu karena semua mutant seolah ngotot menyerang dari jarak jauh. Seperti adegan di awal film, kenapa Iceman yang sudah berhasil membekukan satu Sentinel tidak lantas melanjutkannya dengan memenggal kepalanya? Malah dia sendiri kemudian berhasil ditangkap lehernya dan dipatahkan dengan mudah. Faktanya, Sentinel bisa dilukai seperti saat Blink membuat satu Sentinel kehilangan tangan dan di akhir film dengan ledakan. Jadi, agak mengganggu akal sehat saya kenapa mutant digambarkan kalah dengan mudah.

Selain itu, saya sempat salah mengira kalau sosok agen CIA Stryker yang muncul di X-Men: First Class (2011) adalah sosok yang sama dengan Mayor Stryker di film ini dan kemudian Kolonel Stryker di X2 (2003). Tetapi ia ternyata adalah ayahnya. Sehingga saya sempat keliru menganggap produsen film ini kurang konsisten dalam kontinuitas lini waktu antar film.

Di luar itu, rasanya tidak ada kekurangan film ini. Membuatnya enak dinikmati, sekedar lari sesaat dari dunia nyata dimana waktu jelas tidak bisa diputar kembali.

One Response so far.

  1. besi h beam says:

    ulasan menarik soal besi kontruksi ini sangat menarik sekali.
    bermanfaat sekali & bermanfaat. setiap orang yg pakai maupun sedang mencari berita berkaitan baja bangunanan harus baca tulisan ini.
    kunjungi juga situs aku ya saudara ada ulasan manarik yang mungkin berguna buat para pemakai memerlukan keterangan kian besar sekitar mutu
    besi tks

Leave a Reply