Resensi Film-Bhayu MH

(X-Men United) X2

Year : 2003 Director : Bryan Singer Running Time : 134 minutes Genre : , , , , ,
Movie review score
4/5

Jalan Cerita

Di Gedung Putih (White House) para agen mengawal sejumlah pengunjung mengelilingi gedung. Salah satu di antaranya kemudian menyelinap dan menuju ke Ruang Oval. Ia berupaya membunuh Presiden A.S. Upayanya hampir berhasil karean kemampuan teleportasinya membuat para agen Secret Service dan petugas keamanan White House tak berdaya. Tetapi saat ia hendak menusukkan pisau ke Presiden yang sudah pasrah terlentang di meja kerjanya, seorang agen Secret Service siuman dan menembaknya. Pisau jatuh tertancap di sisi tubuh Presiden dengan pita di gagangnya bertuliskan “Kebebasan Mutant, Sekarang Juga!” (Mutant Freedom Now!)

Sementara di tempat lain, sesuai petunjuk Xavier di sekuel film sebelumnya yaitu X-Men (2000), Wolverine menuju ke Danau Alkali. Tetapi ia tidak menemukan apa pun selain pangkalan militer yang sudah kosong ditinggalkan. Ia lantas kembali ke Sekolah Xavier. Di sana, ia bertemu kembali dengan Rogue dan pacarnya Iceman, Cyclops, Storm dan Jean Grey. Ia diminta Xavier untuk mengawasi sekolah sementara Storm dan Jean berupaya mencari jejak pelaku percobaan pembunuhan kepada Presiden A.S. Dengan Cerebro, Xavier melokalisir posisi Nightcrawler yang cepat berpindah-pindah. Tapi ia kemudian brerhenti dan menetap di satu gereja.

Profesor X didampingi Cyclops mengunjungi Magneto di penjara plastiknya. Ia mencoba mencari informasi apakah Magneto mendalangi penyerangan kepada Presiden. Tetapi ia ternyata malah dimanfaatkan oleh agen rahasia pemerintah bernama William Stryker. Menggunakan serum khusus,ia bisa memaksa Magneto membongkar rahasianya. Dan rahasia itu ternyata adalah lokasi Sekolah Xavier. Saat itu, tiba-tiba perangkap dijalankan. Cyclops dilumpuhkan dan Profesor X ditangkap oleh Stryker dan asisten mutant-nya yang seksi, Yuriko Oyama.

Tak lama kemudian, operasi militer dilancarkan untuk menyerbu Sekolah Xavier. Meski menggunakan peluru bius, tujuan Stryker adalah menghancurkan para mutant. Mereka ditangkap untuk dijadikan kelinci percobaan. Tetapi rencana itu dapat digagalkan saat Wolverine melawan dan membunuh banyak serdadu. Sementara Colossus, Rogue, Iceman dan Pyro menyelamatkan puluhan murid lain yang masih kecil melalui jalan rahasia. Wolverine berupaya menghadapi Stryker, karena ia tahu orang itu memegang rahasia masa lalunya. Ia yang terpengaruh omongan Stryker untuk memberitahu tentang jatidirinya –dimana saat itu Wolverine yang mengalami amnesia berat lupa- nyaris tertangkap. Untunlah Iceman kembali dan membuat dinding es untuk memisahkan mereka. Ia mengajak Wolverine lari. Gagal menangkap Wolverine, ternyata Stryker berhasil menangkap enam orang murid mutant. Mereka pun berhasil menjebol Cerebro.

Meniru penampakan Senator Robert Kelly dan Yuriko Oyama, Mystique menyadap informasi mengenai penjara plastik Magneto dalam upaya membebaskannya. Tetapi ia juga mendapatkan informasi bahwa Stryker tengah membangun Cerebro kedua.

Kabur dengan menggunakan mobil Storm, Wolverine bersama Rogue, Pyro dan Iceman memutuskan untuk menuju rumah orangtua kandung Iceman yang aslinya bernama Bobby Drake. Di saat itulah, Bobby mengungkapkan kekuatan esnya kepada orangtuanya. Tetapi mereka malah terkejut dan takut, celakanya, adiknya Ronny yang cemburu malah menelepon 9-1-1. Tak lama kemudian polisi dari Boston Police Department berdatangan. Wolverine yang disuruh meletakkan pisau –padahal itu tulang yang muncul dari sela-sela jarinya yang dilapis adamantium- ditembak dahinyan dan roboh. Pyro marah dan menggunakan kekuatanapinya untuk menghancurkan mobil polisi. Rogue mencegahnya dengan mentransfer tenaga es dari Iceman untuk memadamkan api Pyro.

Pesawat X-Jet tiba dipiloti oleh Jean dan Storm. Tetapi di udara, mereka diburu oleh pesawat tempur USAF (Angkatan Udara Amerika Serikat). Dengan badai buatan, Storm berhasil memaksa satu pilot melakukan prosedur evakuasi loncat darurat. Tetapi satu pesawat masih mengikuti dan menembakkan peluru kendali udara ke udara (air to air missile). Jean berhasil melucuti satu rudal, tetapi satu lagi masih mengejar. Gagal mencegahnya, rudal itu berhasil menabrak X-Jet dan meledak. Saat mereka terancam jatuh, tiba-tiba terasa pesawat seperti dikendalikan dari jauh. Ternyata Magneto yang menahannya.

Magneto dan Mystique kemudian memutuskan bergabung sementara dengan X-Men. Di kubu X-Men yang tersisa di X-Jet selain ada Storm dan Jean, juga ada Nightcrawler yang berhasil mereka bujuk untuk ikut serta. Sementara mereka yang diselamatkan dari rumah orangtua Iceman selain Iceman sendiri adalah Rogue, Pyro dan Wolverine.

Di dalam tenda, Mystique berupaya menggoda Logan agar berhubungan seks dengannya. Ia mengambil bentuk tubuh Jean Grey, tetapi Wolverine mengenali luka parut Mystique yang justru ditimbulkan akibat cakarnya sendiri. Kesal karena gagal menggoda Wolverine, Mystique berubah bentuk menjadi Rogue, Storm dan lalu Stryker. Di saat itulah Magneto menyadari bahwa Stryker menggunakan dalih serangan Nightcrawler kepada Presiden untuk melegalkan serangan militer ke X-Mansion. Ia juga mengungkapkan bahwa Stryker bereksperimen mengendalikan mutant dengan menginjeksikan serum ke belakang leher mereka. Jean membaca pikiran Nightcrawler dan mendapati markas Stryker ternyata di Danau Alkali. Ia membangun Cerebro kedua di sana dan akan dipergunakan untuk membunuh semua mutant di dunia.

Dengan teganya. Stryker menyuruh putranya Jason, seorang telekinesis yang lebih kuat daripada Profesor X untuk mengoperasikan Cerebro. Ia bahkan mampu membuat imaji palsu di benak orang lain yang membuatnya terpisah dari kenyataan. Jimmy membuat Profesor X mematuhinya untuk mengoperasikan Cerebro. Sementara itu Mystique berhasil masuk ke dalam markas Stryker dengan menyamar sebagai Wolverine dan pura-pura kalah dalam pertarungan agar ditangkap dan dibawa masuk. Di tempat lain., Storm dan Nightcrawler mencari lokasi penahanan para murid mutant. Jean, Magneto dan Cyclops berupaya memperbaiki generator untuk mencegah jebolnya bendungan. Tanpa diduga, kekuatan Jean menjadi berlipat ganda secara luar biasa.

Di saat bersamaan, Wolverine berhasil menemukan Stryker di ruang pelelehan adamantium. Di sanalah 15 tahun sebelumnya Logan disuntik dengan logam langka itu dan menjadikannya tak terkalahkan. Wolverine bertarung dengan Yuriko dalam performa mutant-nya sebagai Lady Deathstrike. Setelah mengalahkan mutant wanita itu, Wolverine terus mengejar Stryker hingga ke landasan helikopter. Stryker berusaha mempertahankan hidupnya dengan memberikan penawaran kepada Wolverine untuk mengungkap segala rahasia masa lalu yang ingin diketahuinya.

Di tempat lain, Storm dan Nightcrawler menemukan lokasi penyekapan anak-anak mutant dan membebaskan mereka. Magneto dan Mystique membunuh sisa anak buah Stryker dengan meledakkan granat di sabuk mereka sendiri. Ia berhasil menghentikan Jason yang memakai Profesor X untuk membunuh para mutant. Tetapi Mystique yang menyamar sebagai Stryker malah mempengaruhi Jason untuk mengubah tujuan Cerebro agar membunuh semua manusia. Mystique dan Magneto bersama Pyro yang bergabung menggunakan helikopter Stryker untuk lari dari Danau Alkali. Mereka merantai Stryker ke puing beton berat. Sementara itu, Nightcrawler membawa Storm berteleportasi ke dalam Cerebro buatan. Di sana, ia menciptakan badai salju buatan utnuk membebaskan Profesor dari ilusi telepatik Jason.

Bendungan mulai jebol, air mulai menggenangi tempat itu. Di teluk, mereka mendapati Magneto dan kawan-kawan sudah kabur. Untunglah, Iceman dan Rogue tiba menggunakan X-Jet. Mereka pun masuk ke pesawat saat bendungan jebol dan airnya membanjiri danau serta membunuh Stryker. Tetapi X-Jet mengalami kerusakan dan macet sehingga gagal terbang.

Jean lantas turun dan mengorbankan dirinya sendiri dengan keluar pesawat. Dengan tenaga telekinetiknya, ia mengaktifkan mesin X-Jet dan mengangkatnya ke udara, sembari tangan satunya menahan luapan air bah. Setelah pesawat terbang, ia melepaskan penahan virtualnya dan menyebabkan air bah menerjang serta menenggelamkannya.

Kelompok X-Men kemudian menyusup ke White House, tepat saat Presiden hendak mengumumkan program pendaftaran mutant. Mereka memberinya informasi rahasia dari kantor pribadi Stryker. Profesor X juga mengingatkan Presiden bahwa mutant dan manusia harus bekerjasama dalam damai alih-alih berperang saling memusnahkan. Saat tersadar dari pembekuan waktu, yang lain tidak tahu kalau ada mutant sudah meyakinkan Presiden. Ia lalu mengubah pidatonya menjadi bersahabat.

X-Men lalu kembali ke X-Mansion atau Sekolah Xavier. Mereka memperbincangkan masa lalu Jean. Mereka disela oleh Colossus dan banyak murid yang akan diajar Xavier di kelas berikutnya. Ketika mereka pergi, Wolverine menghibur Cyclops yang brerduka bahwa Jean mengambil pilihan tepat dengan menyelamatkan mereka walaupun harus mengorbankan dirinya sendiri.

Film berakhir dengan suara tanpa wujud dari Jean Grey yang sedang dalam proses evolusi. Kalimatnya sebenarnya merupakan ucapan Profesor dalam pembukaan di sekuel film perdana, X-Men (2000). Pemandangan lantas terarah ke Danau Alkali, menunjukkan bayangan Phoenix yang sedang terbang. Ini memberikan petunjuk samar bahwa Jean Grey ternyata selamat dari terjangan bah.

Kritik Film

Mengangkat film dari komik yang sudah terkenal sudah pasti “jaminan mutu” akan disukai pasar. Melanjutkan sekuel pertamanya yang sukses besar, sekuel film ini pun meraup untung tak tanggung-tanggung, hampir empat kali lipatnya. Dengan biaya pembuatan US$ 100 juta, pendapatannya tak kurang dari US$ 407 juta.

Biaya produksi sebesar itu juga meminimalisir cacat produksi terutama dalam efek khususnya. Untuk film superhero, film ini bisa dibilang sangat berhasil menghidupkan imajinasi melebihi saat membaca komiknya. Mulai dari perubahan wujud Mystique hingga jebolnya bendungan, semua tergambar dengan sempurna. Bila tolok ukur film adalah penonton tidak sadar sedang menonton film, maka film ini membalkkan persepsi. Dunia komik yang jelas fiktif seakan adalah legenda yang hidup.

Kelemahan hanyalah di sisi logika. Pada saat polisi mengepung rumah orangtua Iceman, Pyro mengeluarkan kemampuan apinya. Terutama saat menembak polisi di bagian kanan rumah, tidak ada api yang mengenainya. Polisi yang terkena api langsung maupun berlindung di balik mobil yang meledak sama sekali tidak ada yang cedera. Bisa jadi ini atas pertimbangan mengurangi unsur kekerasan karena film kemungkinan ditonton anak-anak.

Demikian pula saat Cyclops dikalahkan oleh Yuriko, terasa terlalu mudah. Saat Jason memaksa Xavier menggunakan Cerebro, juga terlihat kalau sang profesor tak berdaya. Padahal, katanya ia memiliki otak terkuat di dunia. Tapi saya tahu, ini justru tuntutan skenario berdasarkan cerita komiknya.

Saya tak bisa menulis komentar banyak lagi, karena secara subyektif, saya memang menyukai serial franchise film ini. Sehingga tak berlebihan rasanya bila saya memberikan nilai 4 bintang baginya.

Leave a Reply