Resensi Film-Bhayu MH

Avatar

Year : 2009 Director : James Cameron Running Time : 162 mins. Genre : , , , , , , , ,
Movie review score
5/5

Film ini dipuja-puji banyak orang. Pencapaian pemasukan tiketnya sudah mendekati film terlaris sepanjang masa, Titanic. Dalam tiga pekan pertamanya ia sudah mengalahkan pendapatan Lord Of The Ring. Diprediksi, film ini juga akan berjaya dalam ajang penghargaan Golden Globe Award. Kalau tahu siapa sutradaranya, mungkin tidak akan heran. Jelas saja, James Cameron adalah sutradara film Titanic dan sederet film box-office lain.

Film ini memang melambangkan kecanggihan teknologi animasi kiwari. Ia memaksimalkan penggunaan CGI dengan menampilkan citra 3-D dalam film. Bila dalam LOTR karakter yang full-CGI hanya ada pada karakter Gollum alias Smeagol, pada Avatar hal ini ada pada semua karakter! Tentu saja, ada bagian-bagian film yang masih menggunakan manusia asli, sehingga kalau diingat-ingat, jadi mirip Space Jam (1996), film komedi yang menampilkan Michael Jordan dan tokoh kartun dari seri Looney Tunes -terutama Bugs Bunny- di satu layar. Meski film ini bukan bergenre komedi, melainkan science-fiction action.

[spoiler alert!]

Film ini berkisah di suatu masa dimana ras manusia sudah mampu melakukan koloni atas planet lain. Salah satunya adalah planet bernama Pandora dimana tinggal bangsa Na’vi.

Jake Sully adalah eks marinir yang menggantikan kakaknyaTommy, seorang peneliti. Tim periset mengembangkan makhluk Na’vi buatan yang diramu dari DNA bangsa Na’vi dan ras manusia. Makhluk-makhluk itu disebut Avatar. Tugas tim peneliti yang dipimpin oleh Dr. Grace Augustine adalah mempelajari kebudayaan bangsa Na’vi.

Baik kelompok ilmuwan maupun pasukan marinir yang mendarat di Pandora disewa oleh perusahaan. Mereka berniat menambang mineral langka bernama Unobtanium yang tak ada di Bumi. Harganya pun mahal, US$ 20 juta per kilogramnya! Namun, bila pasukan marinir dan perusahaan ingin bangsa lokal cepat enyah dan menyerah agar bisa merampas tanah dan segera menambang, para ilmuwan justru ingin bekerjasama dengan damai.

Di sinilah konflik muncul. Saat Jake Sully dipercaya untuk menggunakan Avatar bekas kakaknya, ia ternyata dimanfaatkan komandan marinir Kolonel Quaritch sebagai intel. Padahal, Jake dipercaya oleh pimpinan klan Eytukan dan istrinya Tsahik untuk tinggal dan mempelajari kebudayaan mereka. Bahkan putri tunggal mereka Neytiri ditugaskan untuk menjadi mentor bagi Jake. Mudah diduga, mereka kemudian jatuh cinta. Walau sebenarnya Neytiri telah dijodohkan dengan Tsu’Tey, panglima perang bangsa mereka.

Namun saat Jake makin diterima sebagai bagian bangsa Na’vi, tanpa diduga sebelumnya oleh para ilmuwan, tiba-tiba saja Parker sebagai perwakilan perusahaan memerintahkan para marinir untuk menyerang. Mereka membombardir Hometree tempat tinggal bangsa Na’vi. Jake dan Grace yang berusaha mencegah malah dituduh mengkhianati, baik oleh pihak manusia maupun oleh bangsa Na’vi.

Jake yang telah diterima sebagai Omaticaya dan telah berhasil melakukan sa’helu (ikatan atau koneksi) dengan Ikran (semacam Pterodactyl, burung raksasa) mencoba strategi lain. Ia mencoba menaklukkan hewan terbang terbesar dan menjadi Toruk Makto. Ini adalah semacam Ratu Adil yang mempersatukan semua suku bangsa Na’vi di “penderitaan besar”. Seluruh bangsa Na’vi di planet Pandora kemudian bangkit dan melawan. Pasukan marinir sewaan perusahaan berhasil dikalahkan dan akhirnya manusia diusir dari Pandora.

Avatar-Movie-Wallpapers

Apa yang menarik dari film ini adalah pesan moral di baliknya. Saat terjadi kolonisasi oleh manusia, saya melihat ini sangat mirip dengan bagaimana bangsa Eropa pendatang melakukan pembersihan etnis kepada bangsa Indian di tanah Amerika. Bahkan saat sang kolonel bicara menyemangati pasukannya saat suku-suku bangsa Na’vi berhimpun, ucapannya sangat mirip Presiden George W. Bush Jr. menanggapi serangan 9/11. Sang kolonel menyatakan satu-satunya cara menang adalah melakukan “Pre-emptive attack,we will fight terror with terror.”

Pesan untuk menjaga lingkungan juga amat terasa di sini. Pengrusakan hutan yang mengakibatkan hancurnya ekosistem juga digambarkan begitu sadis. Pesan anti perang juga membahana. Terlihat mesin-mesin perang manusia menimbulkan kerusakan begitu besar. Juga mesin-mesin industri yang menggilas maju tak mempedulikan alam sama sekali. Jadi, di samping visualisasi yang dahsyat, karakter yang kuat dan jalan cerita yang memikat, film ini juga punya pesan moral hangat: kita, manusia, harus memelihara alam. Dan untuk itulah saya memberikan nilai sempurna bagi film ini: 100 dari 100!

Catatan: klik pada gambar poster di kiri atas untuk melihat trailer-nya.

Avatar on February 7, 2010 rated 5.0 of 5

Leave a Reply