Resensi Film-Bhayu MH

Colombiana

Year : 2011 Director : Olivier Megaton Running Time : 108 mins. Genre : , , , , , , , ,
Movie review score
3/5

Dari judulnya, kita bisa menduga film ini berlatar belakang negara Kolombia. Memang, tapi ini bukan film tentang turisme. Dari posternya kita tahu ini film aksi baku-tembak. Karena tokoh utamanya saja memegang pistol.

Kisah dimulai di tahun 1992, dilatari lagu “Ave Maria” dua orang pria latin bertemu. Dibalut keramahtamahan palsu, keduanya ternyata menyimpan permasalahan. Pria kecil itu memiliki informasi yang diinginkan pria besar dan ia menyerahkannya. Pria yang lebih kecil adalah semacam raja kecil, sementara yang besar adalah raja besarnya. Saat pria kecil bernama Fabio Maria Restrepo itu pulang, pria besar yang merupakan seorang raja mafia narkoba bernama Don Luis Sandoval menyuruh orang kepercayaannya membunuhnya. Marco –orang kepercayaan itu- pergi bersama anak buahnya untuk mengambil salinan informasi sekaligus membunuhnya.

Menyadari bahaya itu, Fabio memberikan memory card kepada putrinya beserta selembar kartu nama dan menuliskan alamat kerabat sebagai tujuan perlindungan. Cataleya pun diberikan kalung berbentuk anggrek katelia –seperti namanya- sebagai semacam azimat. Tiga pengawalnya dibunuh dengan mudah. Fabio dan Alicia –papa dan mama Alicia- memutuskan melawan, tapi juga tewas dibunuh. Cataleya yang baru berusia 9 tahun tetap duduk tenang. Demikian pula saat Marco mendatanginya, ia malah menancapkan pisau dan kabur. Dengan berani anak perempuan itu berlari menghindari kejaran mafia. Ia menuju alamat di kartu nama yang ternyata Kedutaan Besar Amerika Serikat. Setelah menunjukkan kartu nama pada penjaga di pintu gerbang, ia dibawa pada seorang petugas bernama John C. Davies. Di hadapan petugas itu, anak perempuan pemberani itu memuntahkan memory card yang tadi ia telan. Setelah dicek, ternyata informasi itu begitu berharga sehingga Cataleya dilindungi. Saat ditanya apakah ia tahu informasi apakah itu, Cataleya menjawab sesuai petunjuk ayahnya, “my passport”.

Oleh Kedubes AS, ia diberi suaka politik dan dibawa ke negara Paman Sam itu. Tapi ia kabur saat di toilet bandara. Berdasarkan alamat yang diberikan oleh ayahnya sebelum wafat, sendirian ia menuju ke kediaman pamannya Emilio. Sang paman ini ternyata juga gembong mafia di Chicago. Cataleya kecil meminta agar ia dilatih sebagai pembunuh. Ia bercita-cita ingin menjadi pembunuh, seperti Xena sang “warrior princess”. Tujuannya jelas, agar ia dapat membalas dendam atas kematian kedua orangtua tercintanya. Oleh ibu angkatnya, ia dipanggil “Cata”.

Lima belas tahun kemudian, Cataleya sudah tumbuh menjadi gadis remaja yang seksi dan cantik khas Amerika Selatan. Ia pun mulai melacak jejak semua orang yang terlibat pembunuhan kedua orangtuanya. Ia menyamar sebagai seorang wanita pemabuk Valerie Phillips. Ia sengaja menabrak mobil patroli polisi agar ditahan. Di penjara yang sama malam itu dititipkan tahanan kakap seorang mafia bernama Genarro Rizzo. Cataleya menyelinap dan berhasil membunuhnya.

Polisi kebingungan karena terjadi 22 pembunuhan dalam 4 tahun. Semuanya korban selalu diberi tanda sama, bunga anggrek cataleya yang digambar dengan lipstick. FBI pun mengambil alih penyelidikan dipimpin oleh Agen Khusus James Ross. Dan diputuskan membuka kasus yang belum terpecahkan itu kepada media.

Sementara itu ,seorang agen CIA bernama Steven Richard mendatangi rumah perlindungan Don Luis di New Orleans. Rupanya, tak lama setelah membunuh orangtua Cataleya, boss mafia itu diekstradisi dari Colombia sebagai bagian dari pertukaran informasi kepada agency.

Sehari-hari, Cataleya memakai nama Jennifer dan berpacaran dengan seorang pria bernama Danny Delaney. Tapi Jennifer menolak berpacaran di tempat terbuka dan hanya datang ke tempat pacarnya untuk bercinta. Sebelum pacarnya bangun, Cataleya sudah pergi.

Saat Emilio menemui Cataleya di tempat pencucian pakaian umum, paman yang sudah dipanggilnya Papa itu memperingatkan bahayanya tindakan Cataleya. Apalagi ia sudah jadi pembunuh berantai berciri khas (tag killer). Dimana pesan gambar bunga anggrek cataleya sudah pasti diketahui musuh-musuh mereka. Sang paman juga memberikan satu nama target baru, yaitu William “Willy” Woogard. Ia adalah seorang mafia Karibia yang bersembunyi di Berlin membawa kabur uang US $ 15 juta berkat penipuan skema Ponzi.

Cata pun memburunya. Ia membunuh para pengawal sang milyarder dan menjebaknya agar berada tepat di atas kolam hiunya. Ia mati dimangsa hiu peliharaannya sendiri.

Marco pun dipanggil untuk menuntaskan masalah. Dan ia mulai membunuhi teman-teman dekat Emilio. Di lain pihak, meski sudah cukup berhati-hati, satu saat pacarnya Danny mengambil foto Cata saat sedang tertidur. Ia lantas memamerkannya pada sahabatnya Ryan. Terdorong oleh niat baik untuk mengetahui identitas pacar sahabatnya, ia mengirimkan file di smartphone Danny kepada iparnya Shari Breesings yang bekerja di kantor polisi. Karena Shari menggunakan database di komputer polisi, ia terkoneksi dengan komputer Ross yang tengah menyelidiki data gadis yang ditahan di kantor polisi saat pembunuhan Rizzo.

FBI pun segera mengepung lokasi persembunyian Cata bersama tim SWAT. Cata berhasil meloloskan diri berkat persiapan yang telah dibuat. Akan tetapi saat ia kembali ke rumah Emilio, seluruh keluarganya telah tewas terbunuh. Karena itulah ia lantas mendatangi Ross dan meminta kerjasamanya. Ia mengancam akan membunuh kelaurga Ross bila ia tak membantunya mencari Don Luis. Ross pun mendatangi Richard yang semula menolak membantu. Tapi setelah diancam ditembak oleh Cataleya dari jarak jauh dengan senapan sniper, ia akhirnya memberikan alamat tempat Don Luis.

Seperti sudah diduga, Cata pun menyerang tempat Don Luis sendirian. Bak “Rambo” wanita, ia membantai seluruh anak buah Don Luis termasuk Marco sebelum akhirnya membunuh sang boss. Cara membunuhnya pun eksotis, dengan menempatkan anjing yang selalu diberi makan Cata di dalam van yang ditumpangi Don Luis. Anjing itu kemudian memangsanya.

Di epilog, Danny diinterogasi Ross. Cata pun meneleponnyauntuk mengucapkan perpisahan. Sebelum Ross sempat melacak, Cata sudah memutus telepon. Cata pun naik ke bus dan menghilang.

Kritik Film

Secara umum, film ini menarik. Dan pasar lumayan menyambutnya. Film ini untung walau tidak spektakuler. Dengan biaya produksi US $ 40 juta, film ini meraup pendapatan US $ 60 juta.

Saya menyukai akting Amandla Stenberg sebagai Cataleya kecil yang kuat. Ia tampak tenang, tegar, dan dingin. Belum lagi saat ia berlari menghindari kejaran. Cukup sulit bagi seorang anak yang dikisahkan berusia 9 tahun.

Ada beberapa kejanggalan logika. Seperti saat 3 pengawal Fabio dengan mudah ditembaki 1 orang anak buah Don Luis di awal film. Mengapa mereka tidak mengusir mobil asing itu pergi dan tidak waspada? Demikian pula saat Emilio dengan entengnya menembaki mobil yang lewat untuk meminta Cata memilih antara jadi pembunuh biasa atau pintar melalui sekolah. Ketika polisi datang, ia sama sekali tidak ditangkap padahal banyak saksi mata. Sosok Cataleya dewasa juga tidak terlihat memakai sarung tangan saat meninggalkan bunga anggrek di lokasi pembunuhan. Mustinya itu bisa mudah dilacak. Tapi sebaliknya, saat foto Cata yang diambil Danny dilacak oleh FBI, terasa terlalu mudah. Padahal CCTV Cata di kantor polisi tidak jelas dan wajah Cata di foto Danny pun cuma setengah karena tertutupi tangan. Demikian pula saat Cata tiba-tiba mendatangi rumah Ross, agak aneh darimana ia bisa tahu lokasinya. Pokoknya, soal pelacakan lokasi, film ini lemah sekali.

Joe Zaldana yang bermain sebagai Cataleya dewasa sebenarnya lumayan. Tapi entah mengapa saya teringat pada sosok Hale Berry saat melihatnya. Permainannya biasa saja, akting dinginnya sebagai pembunuh kurang cool, masih terkesan gadis baik-baik. Adegan laga dan baku-tembaknya juga kurang meyakinkan. Toh, jalan ceritanya lumayan untuk menggiring penonton berpihak kepadanya.

Secara pribadi, saya sendiri menarik pelajaran besar: bahwa balas dendam itu harus diwujudkan. Dan ia akan sangat bagus apabila dipersiapkan dengan matang dan hati-hati.

Leave a Reply