Resensi Film-Bhayu MH

Lucy

Year : 2014 Director : Luc Besson Running Time : 89 minutes Genre : , , , , , , ,
Movie review score
2/5

Jalan Cerita

Film ini menceritakan tentang Lucy, seorang wanita Amerika berusia 25 tahun yang hidup dan belajar di Taipei-Taiwan. Dia dijebak bekerja pada sindikat obat terlarang oleh pacar barunya. Ternyata bosnya adalah Mr. Jang, seorang pimpinan mafia Korea dan raja obat terlarang. Tanpa diketahuinya, pacarnya menyuruhnya mengantarkan tas yang ternyata berisi obat terlarang buatan bernilai tinggi yang disebut CPH4. Pacarnya yang menunggu di luar gedung ditembak, sementara Lucy ditangkap oleh komplotan itu. Ia dipaksa menyelundupkan boat terlarang dengan menjahitkan kantong di sekeliling perutnya. Dengan maksud untuk menyiksa, seorang penangkapnya menendang perutnya dan memecahkan kantong berisi CPH4 yang langsung mengkontaminasi tubuhnya. Sebagai hasilnya, Lucy secara bertahap meningkat kemampuan fisik dan mentalnya, akibat dari penggunaan kapasitas otaknya. Diketahui secara ilmiah, secara normal manusia hanya menggunakan 2 hingga 3 % dari kapasitas otaknya . Dengan kemampuannya yang meningkat, Lucy membunuh para penjaganya dan kabur.

Lucy lantas menuju ke Tri-Service General Hospital guna melepaskan kantong yang dijahitkan di sekeliling pinggangnya. Kantong tersebut berhasil dilepaskan, tetapi Lucy diberitahu oleh dokter yang mengoperasinya tentang sifat alami mematikan dari obat itu. Berdasarkan kandungan zatnya yang diberikan kepada janin dalam masa pra-perkembangan, dan efek samping merusaknya.

Dengan kemampuan fisik dan mentalnya yang terus meningkat, Lucy kembali ke hotel tempat Mr. Jang berada. Setelah membunuh para pengawalnya, ia menyerang Mr. Jang dan secara telepatis menggali informasi dari otaknya tentang lokasi dari ketiga penyelundup lainnya yang telah menyebar. Saat ia diculik, memang ada tiga orang pria lain yang juga diperintahkan menyelundupkan CPH4. Lucy tahu obat itu berbahaya, sehingga berupaya mencegah penyebarannya.

Di apartemennya, Lucy mulai melakukan riset atas kondisinya. Ia mengontak Profesor Samuel Norman yang ahli neurologi. Semula sang profesor ragu pada keterangannya, tetapi Lucy mendemonstrasikan kemampuannya memanipulasi gelombang elektromagnetik hingga ia bisa mengontrol komputer, televisi dan telepon seluler. Sehingga sang profesor bersedia membantunya.

Lucy menelepon seorang kapten polisi Prancis bernama Pierre Del Rio dan memberitahukan adanya upaya penyelundupan obat terlarang. Ia pun terbang ke Paris tetapi di dalam pesawat sel-sel tubuhnya mulai tidak stabil. Kekuatannya bertambah, membuat ia mampu mengontrol pikiran orang lain, tidak sekedar membacanya. Dengan bantuan Del Rio, Lucy berhasil mendapatkan CPH4 yang diselundupkan dan menemui Profesor Norman. Lucy menceritakan segala yang diketahuinya tentang obat itu kepada sang profesor. Sementara gerombolan mafia Jang yang juga menginginkan obat itu terlibat baku tembak dengan polisi Prancis.

Di laboratorium sang profesor, Lucy mendiskusikan tentang sifat alami waktu dan kehidupan serta bagaimana kemanusiaan mendistorsi persepsi mereka. Saat ia makin kesakitan, sisa CPH4 selundupan disuntikkan ke tubuhnya. Tubuhnya mulai berubah menjadi substansi nano-partikel hitam, menyebar lewat komputer dan obyek lain di laboratorium. Wanita itu berubah menjadi semacam kesadaran tanpa bentuk yang menyerap segala pengetahuan di semesta. Ia bahkan menjelajahi waktu dan terbang ke luar angkasa, menjadi bak dewa.

Sementara itu, di laboratorium, Mr. Jang dan anak buahnya mendobrak masuk dengan senjata anti-tank M136 AT4. Ia menodongkan senjata ke kepala Lucy dari belakang, berupaya membunuhnya. Ia menembak, tetapi sebelum peluru menghantamnya, Lucy mencapai 100 % pemakaian kapasitas otaknya dan menghilang ke dalam kontinuitas ruang-waktu tak berhingga. Hanya tersisa pakaiannya dan komputer-super aneh warna hitam yang tertinggal.

Kapten Del Rio masuk dan menembak Mr. Jang. Setelah itu, Profesor Norman mengambil flash drive hitam yang ditawarkan oleh komputer-super yang dibuat dari tubuh Lucy sebelum mesin itu pun melebur menjadi debu tak terlihat. Ketika Del Rio bertanya kepada Profesor Norman dimanakah Lucy, segera setelahnya telepon genggamnya berbunyi dan ia melihat pesan di sana: “Saya di mana-mana”. Di akhir film, terdengar suara Lucy mengatakan, “Hidup telah diberikan kepada kita milyaran tahun lalu. Kini kamu tahu apa yang harus dilakukan dengannya.”

Leave a Reply