Resensi Film-Bhayu MH

Maleficent

Year : 2014 Director : Robert Stromberg Running Time : 97 minutes Genre : , , , , , , ,
Movie review score
5/5

Jalan Cerita

Film diawali dengan penuturan pencerita (narrator) tentang kisah dongeng Maleficent. Ia adalah sosok legenda rakyat yang hidup di Moors, sebuah dunia (realm) magis di perbatasan kerajaan manusia. Saat Maleficent masih bocah, ia jatuh cinta kepada seorang anak petani bernama Stefan. Tetapi seiring bertambahnya usia, kepolosan dan ketulusan Stefan yang membuat Maleficent berubah. Ia berambisi menjadi raja dan kemudian berhenti menemui Maleficent. Tindakan Stefan itu membuat Maleficent patah hati, walau ia tetap menanti karena percaya pada cintanya.

Raja yang berkuasa berupaya meluaskan wilayah kekuasaannya dengan menyerbu Moors. Tetapi kekuatan Maleficent berhasil membantu pasukan makhluk negerinya mengalahkan pasukan manusia. Akibat kekalahan itu, sang raja mengumumkan bahwa siapa pun yang berhasil membunuh Maleficent akan dijadikan raja penggantinya. Melihat kesempatan, Stefan menyanggupi tugas yang tidak bisa diemban manusia lainnya.

Stefan pun menyeberangi perbatasan dan menemui Maleficent. Memanfaatkan romansa masa lalu mereka, Stefan memperdaya Maleficent yang masih percaya penuh padanya. Stefan berhasil membius Maleficent dan hendak membunuhnya. Tetapi ternyata ia tidak tega dan akhirnya ia memotong sayapnya dengan besi. Menurut legenda, besi akan membakar makhluk dari negeri dongeng.

Membawa sayap Maleficent yang telah dipotongnya, Stefan mengklaim telah membunuhnya di hadapan raja. Maleficent begitu kecewa, sedih dan marah begitu tahu dirinya dikhianati oleh Stefan, cinta masa kecilnya. Dalam kegalauannya, Maleficent masih sempat menyelamatkan sesosok burung gagak yang bisa berubah menjadi manusia. Sebagai balas jasa, Diaval berjanji melayaninya seumur hidup. Karena kemampuannya berubah wujud, dengan mudah ia menyusup ke istana raja dan melaporkan bahwa Stefan telah dinobatkan menjadi raja.

maleficentMenyadari bahwa Stefan mengkhianatinya dalam upaya menjadi raja, membuat Maleficent makin gusar dan berupaya membalas dendam. Ia pun mendeklarasikan dirinya sebagai Ratu Moors dan menyusun kekuatan dari makhluk-makhluk dongeng untuk mempersiapkan serangan.

Beberapa waktu kemudian, dari pengintaiannya Diaval melaporkan bahwa Raja Stefan mempersiapkan upacara baptis bagi putrinya yang baru lahir. Mendapatkan ide untuk balas dendam, Maleficent tiba di istana dan mengutuk putri Stefan yang baru lahir. Kutukannya adalah pada usia 16 tahun, sang putri akan tertusuk oleh jarum di benang pintal yang terdapat di alat jahit dan tertidur selamanya. Ia tidak mati tetapi tidur abadi. Stefan memohon pengampunan, dan Maleficent berbaik hati memberikan satu cara mematahkan kutukan ituyang hanya bisa dipatahkan oleh “ciuman cinta sejati”. Maleficent juga menyegel kutukan itu dengan kalimat “tak ada penyihir atau pun kekuatan apa pun di dunia yang mampu mematahkannya”.

Panik atas kutukan itu, Raja Stefan lantas memerintahkan penghancuran semua jenis alat jahit di kerajaannya. Sementara sisanya disembunyikan di ruang bawah tanah terdalam di kastilnya. Tiga orang peri kecil yang sebenarnya berasal dari kerajaan Moors menawarkan bantuan untuk melindungi Aurora. Mereka adalah Knotgrass, Flittle dan Thistlewit. Raja Stefan mempercayakan penjagaan Aurora kepada ketiganya, yang lantas membawanya ke hutan. Ketiga peri kecil itu pun berubah wujud menjadi manusia dan mengaku sebagai bibi Aurora. Karena sejak bayi tinggal bersama mereka, Aurora pun tidak tahu siapa orangtuanya sebenarnya. Raja Stefan memerintahkan agar Aurora dikembalikan kepadanya sehari setelah ulang tahunnya yang ke-16. Dalam upayanya untuk menyelamatkan diri, putri, dan kerajaannya, Raja Stefan pun memerintahkan pasukannya untuk menyerbu kerajaan Moors. Tetapi kekuatan gaib Maleficent terlalu hebat. Ia membentengi kerajaannya dengan jalinan rapat pepohonan dan akar-akarnya yang tinggi, mustahil ditembus oleh manusia.

Meski disembunyikan oleh ketiga peri kecil, Diaval berhasil mengetahui tempat persembunyian mereka. Tanpa diketahui oleh ketiga peri dan Aurora, Maleficent terus mengamati sang putri. Kelucuan, keluguan dan imutnya Aurora lama-kelamaan membuat Maleficent malah jatuh hati. Hingga satu ketika Aurora yang sudah berusia 15 tahun terlepas dari pengawasan ketiga peri masuk ke hutan dan bertemu dengan Maleficent. Di luar dugaan, Aurora malah gembira bertemu Maleficent dan menganggapnya sebagai “ibu peri pelindung”-nya. Ia justru mengagumi dan memuja Maleficent begitu rupa. Mereka berdua menjalin hubungan harmonis sehingga saling mencintai sebagai ibu dan anak. Maleficent menyadari bahwa hari kutukannya akan tiba sehingga berupaya mencabut kutukannya sendiri. Tetapi upayanya gagal justru karena segel yang pernah diterakannya dengan kalimat “tak ada penyihir atau pun kekuatan apa pun di dunia yang mampu mematahkannya”. Artinya, kini tinggal satu cara mematahkan kutukan: dengan ciuman cinta sejati.

maleficent-movie-posters-princess-aurora-diavalDalam satu kesempatan berjalan-jalan di hutan, tanpa sengaja Aurora bertemu Pangeran Philip. Keduanya saling tertarik, tanpa sang pangeran tahu bahwa gadis desa yang ditemuinya di hutan itu seorang putri. Tetapi hubungan cinta keduanya tak sempat berkembang.

Pada hari ulang tahun ke-16 Aurora, dalam upaya menghindarkan kutukannya sendiri, Maleficent membolehkan Aurora masuk ke dalam kerajaannya, menjauh dari jarum. Para peri, dengan ceroboh memberitahukan identitas asli Aurora dan Maleficent. Penuturan ini membuat Aurora yang ketakutan berlari menuju istana ayahnya.

Stefan menyambut putrinya dan menguncinya di kamar untuk keselamatannya. Tetapi kekuatan kutukan itu menariknya keluar kamar dan menuju ke ruang bawah tanah, dimana di sana ada berbagai macam alat jahit. Aurora tertusuk jarinya dan jatuh tertidur abadi.

Panik karena kutukannya menjadi kenyataan, Maleficent pun menculik Phillip dan membawanya ke istana Stefan dalam upaya menyelamatkan Aurora. Ia meminta Phillip mencium bibir Aurora secara mesra. Tetapi ternyata ciuman itu tidak memiliki efek apa pun. Hal itu karena hubungan cinta di antara keduanya belum sempat berkembang. Jauh di dalam hatinya, Phillip belum memiliki cinta sejati terhadap Aurora.

Sedih karena upayanya gagal, Maleficent dengan penuh kasih-sayang mencium kening Aurora. Ia pun mengucapkan janji akan selalu melindungi Aurora dari ancaman apa pun di masa depan dan meminta maaf atas kutukannya di masa lalu. Ternyata ciuman dengan rasa cinta sejati seorang ibu terhadap anaknya itu mematahkan kutukan.

Aurora yang tersadar pun berupaya membawa Maleficent melarikan diri dari istana ayahnya. Tetapi jebakan telah disiapkan, Stefan dan prajuritnya berhasil memperangkap Maleficent menggunakan jaring besi. Dalam kemarahannya, Maleficent mengubah Diaval menjadi naga dan berhasil mengangkat jaring besi dari tubuh Maleficent. Tetapi naga Diaval kurang cerdik sehingga dipukul mundur oleh para prajurit.

Stefan yang berhasil menawan Maleficent menyakitinya dengan menusuk-nusukkan pedang besinya. Tetapi sebelum ia berhasil membunuh cinta masa kecilnya sendiri itu, sayap Maleficent yang memiliki kehidupan dan kesadaran sendiri dibebaskan oleh Aurora dari kurungannya di sebuah lemari. Sayap itu terbang menuju pemiliknya dan kembali menyatu dengan tubuh Maleficent. Kembalinya sayap itu membuat Maleficent mendapatkan kembali seluruh kekuatannya dan berhasil mengalahkan Stefan serta para prajuritnya. Ia balik menangkap Stefan dan membawanya ke menara, tetapi ia tak tega membunuhnya walau Stefan sudah menyiksanya. Ia malah menyatakan hubungan di antara mereka sudah usai. Stefan yang kalap masih berupaya membunuh Maleficent yang menghindar, membuat sang raja terjun bebas dari menara dan tewas.

Tak lama setelahnya, Aurora dinobatkan sebagai Ratu dari kerajaan manusia. Ia membuat perdamaian dengan kerajaan Moors dari negeri dongeng. Kerjasama di antara dua kerajaan berlangsung harmonis sehingga Maleficent pun menurunkan pertahanan di perbatasan. Aurora menikahi Phillip dan memerintah kerajaan dengan adil-bijaksana. Di akhir film, pencerita mengungkapkan identitasnya sebagai Putri Aurora yang sudah tua.

Kritik Film

maleficent_ver6_xlg

Wow! Film ini begitu membangkitkan imajinasi. Sejak Hansel & Gretel: Witch Hunter (2013), saya baru mendapati film yang diangkat dari dongeng klasik dengan interpretasi ulang sebagus ini. Pengertian baik-buruk dan cinta sejati diredefinisi. Mirip dengan Frozen (2013), cinta sejati ternyata bukan cinta romansa antara pria dan wanita, tetapi antar keluarga. Bila di Frozen antara kakak dan adik, di film ini antara seorang ibu dan putrinya. Walau sebenarnya Maleficent bukanlah ibu kandung Aurora, cinta sejatinya setara dengan ibunya.

Nah, itulah yang saya herankan, kemana ibu Aurora? Film tidak menjelaskan. Kemungkinan sudah meninggal saat melahirkan bayinya. Dan asumsi itulah yang harus dijaga di benak penonton.

Tetapi kekurangan penjelasan itu tidak mengurangi kenikmatan keseluruhan cerita. Film ini keren karena diberikan pengertian bahwa pihak yang “membalas dendam” belum tentu jahat. Di kebanyakan stereotype cerita, biasanya dikonotasikan seperti itu. Bahkan di film favorit saya dari serial Batman, The Dark Knight Rises (2012), karakter Miranda Tate yang ternyata adalah Talia putri dari Ra’s Al-Ghul yang mencoba membalas dendam jelas dianggap antagonis. Padahal, justru ia menerima ketidakadilan dari masyarakat yang menghukum dirinya sejak masih bayi dengan tinggal di penjara bawah tanah.

Dalam film ini, walau “gelap”, tetapi Maleficent jelas protagonis. Dan nyata sekali karakter Aurora yang dengan mudah disebut pihak yang “baik” membelanya. Ini jelas-jelas pola yang amat mirip dengan Frozen, dimana Ratu Elsa sama sekali tidak dianggap “jahat” walau memiliki kekuatan ‘mengerikan’ akibat ‘kutukan’. Adiknya Anna jelas-jelas tetap mencintai kakaknya bagaimanapun dia secara apa adanya. Demikian pula sebaliknya. Di sini, Aurora pun tidak takut pada penampakan lahiriah Maleficent, dan malah mencintainya begitu rupa. Ia pun tidak marah begitu tahu justru Maleficent yang mengutuknya sewaktu bayi.

Meski di Indonesia tidak heboh pembahasannya, ternyata pasar pemirsa film dunia menyambutnya dengan ‘gegap-gempita’. Terbukti dari biaya produksi US$ 180 juta, ia berhasil meraup penghasilan US$ 757 juta lebih. Ini menempatkannya menjadi film kedua terlaris sepanjang 2014!

Leave a Reply