Resensi Film-Bhayu MH

Monster University

Year : 2013 Director : Dan Scanlon Running Time : 103 minutes Genre : , , , , ,
Movie review score
4/5

Bagi penyuka kartun berkualitas, film prekuel dari Monster Inc.  (2001) ini memang layak ditonton. Meski masa edarnya berdekatan dengan Man of Steel, namun segmen penontonnya berbeda. Tak heran film ini tetap dapat menohok jajaran box office di seluruh dunia. Meski biaya pembuatannya lumayan tinggi, mencapai US$ 270 juta, namun mampu meraup pendapatan lebih dari US$ 325 juta. Dan di Indonesia, peluncurannya bertepatan dengan liburan anak sekolah. Sehingga tak heran saat saya menontonnya, banyak anak-anak yang diajak orangtuanya menyaksikan film ini.

Penonton diasumsikan sudah mengenal tokoh-tokoh dari sekuel sebelumnya, Monster Inc. Di sini, penonton bisa menyaksikan proses sebelum Mike dan Sulley menjadi monster  ‘paling menakutkan’. Dan itu keren buat saya. Karena ada rasa kontinuitas yang unik.

Bagi yang belum menyaksikan Monster Inc. atau lupa –maklum sudah 12 tahun lalu- dijamin tetap akan tune in. Karena cerita di film ini memang tentang dunia imajinatif yang mudah dicerna anak-anak, apalagi bagi orang dewasa. Sebagai parameternya, sepanjang film ditayangkan saya tidak mendengar ada penonton anak-anak yang bertanya-tanya bagaimana ceritanya kepada orangtua yang mendampingi. Itu berarti ceritanya memang renyah.

Alkisah, Michael “Mike” Wazowski mengikuti karyawisata sekolah ke perusahaan Monster Inc. Di dunia para monster, perusahaan ini penting karena menyediakan energi yang berasal dari jeritan ketakutan anak-anak di dunia manusia.Di sana, kelas bertemu dengan Frank McCay, pegawai Monster Inc. yang bekerja sebagai “scarer”: juru menakuti. Ini seperti pilot pesawat tempur tercanggih di angkatan udara, mereka elite.

Kenapa begitu? Karena tugas mereka adalah masuk ke dunia manusia dan bertugas menakuti anak-anak. “Pesawat”-nya adalah pintu-pintu yang mereka buat, sebagai “jembatan” ke dunia manusia. Saat pintu dari dunia monster dibuka, di dunia manusia itu bisa berarti pintu kamar, kamar mandi atau bahkan lemari.

Nah, saat Frank sedang bersiap masuk melalui pintu itu, Mike kecil menyelinap masuk. Ia melihat dengan kagum saat Frank sedang melaksanakan tugasnya. Frank akhirnya menyadari ada anak monster menyelinap dan membawanya kembali. Ia tidak marah, malah kagum pada kemampuan anak itu masuk ke pintu tanpa diketahui siapa pun. Sebagai kenang-kenangan, ia memberikan Mike topi Monsters University (MU). Meski Mike mendapat teguran dari gurunya atas kenakalan itu, kejadian tersebut memotivasinya untuk kelak bisa menjadi “scarer” dan masuk ke MU. (Saya juga senang singkatannya sama dengan klub kesayangan saya, Manchester United).

Kira-kira 13 tahun kemudian, Mike berhasil masuk MU. Ia mendapatan teman sekamar di asrama monster dengan kemampuan kamuflase seperti bunglon, Randall “Randy” Boggs. Di kelas pertama mereka, saat Mike sedang berusaha menjawab pertanyaan dari dosen, ia diinterupsi oleh siswa yang sombong, bernama James P. “Sulley” Sullivan. Seluruh kelas juga diberitahu oleh Dekan Hardscrabble bahwa untuk meneruskan kuliah di program studi “scare” atau “menakuti”, harus lulus ujian final di akhir semester. Bila tidak lulus, harus pindah program studi lainnya.

Persaingan antara Mike dan Sulley inilah yang kemudian mewarnai seluruh film. Mike yang secara fisik tidak menakutkan tetapi pintar, dan Sulley yang sebaliknya menyeramkan secara fisik tapi malas dan bodoh. Tanpa diduga, di suatu malam saat Mike sedang belajar di kamar, Sulley menerobos masuk dengan membawa seekor babi maskot kampus lawan. Tapi sang babi memberontak dan menyambar topi MU milik Mike pemberian Frank. Berdua, mereka lantas berusaha menangkap kembali babi itu. Saat Mike akhirnya berhasil menangkapnya, yang mendapatkan kredit malah Sulley. Ia malah diundang masuk  Roar Omega Roar, kelompok persaudaraan elite di kampus mereka. Sementara aplikasi Mike ditolak oleh kelompok pongah itu.

Saat ujian final, persaingan keduanya memuncak sehingga membuat Dean Hardscrabble mengeluarkan mereka berdua dari jurusan “scarer”. Sulley pun dikeluarkan dari Roar Omega Roar karenanya. Bosan berada di jurusan yang bukan favorit, Mike melihat peluang mengikuti  “Scare Games”. Ini adalah lomba simulasi menakut-nakuti yang bisa diikuti siapa pun mahasiswa MU. Konon, rekor tertinggi angka menakut-nakuti yang “tabung ketakutan” dan patungnya dipajang di aula kampus dipegang oleh sang Dekan Hardscrabble sendiri.

Karena salah satu syarat mengikuti “Scare Games” adalah tergabung di klub persaudaraan kampus, maka Mike bergabung ke Oozma Kappa. Ini adalah kelompok pecundang, karena terdiri dari monster ‘cupu’ yang tidak menakutkan.Tentu saja, kelompok paling elite adalah Roar Omega Roar. Ada pula kelompok monster wanita HISS dan Python Nu Kappa. Sebelum lomba, Mike bernegosiasi dengan Dekan Hardscrabble agar pemenang seluruh anggota kelompok pemenang lomba bisa diizinkan kembali masuk ke program studi “scarer”. Sementara bila kalah, Mike bersedia dikeluarkan dari MU.

Sementara itu, Randy teman sekamar Mike malah diterima kelompok Roar Omega Roar dan memutuskan persahabatannya dengan Mike.Saat lomba akan dimulai, Oozma Kappa masih kekurangan anggota. Tanpa diduga Sully melamar. Meski Mike keberatan, tapi ia tahu tak ada pilihan lain. Kedua seteru ini pun harus saling bekerjasama agar tim mereka bisa menang dan masuk kembali ke program studi “scarer”.

Perlombaan “Scare Games” pun dimulai. Secara ajaib, Oozma Kappa berhasil melaju ke final untuk menantang Roar Omega Roar. Padahal, mereka “underdog” yang diremehkan. Sebuah pesta digelar oleh Roar Omega Roar menjelang final, tapi ternyata Oozma Kappa cuma dipermalukan di sana. Untuk mengangkat moral tim, Mike membawa mereka ke Monster Inc. Meski begitu, Sulley tidak yakin mereka bisa menang, apalagi yang bermain adalah Mike. Ia pun memodifikasi alat yang digunakan sehingga dalam pertandingan final Mike mencatat rekor nilai sempurna.

Seusai final, Mike yang curiga mendapati alat itu telah dimanipulasi. Ia pun kecewa. Untuk membuktikan bahwa ia memang menakutkan, Mike kembali menyusup masuk ke Monster Inc. dan masuk ke salah satu pintu. Ternyata, pintu itu menuju ke suatu kamp musim panas. Sehingga anak-anak di sana sama sekali tidak takut kepada Mike. Sulley pun mengakui perbuatannya kepada Dekan Hardscrabble. Akibatnya,keduanya dipecat dari MU.

Namun, Sulley baru sadar Mike menghilang. Ia pun menyusul masuk ke dalam pintu untuk mencari mantan seteru yang kini jadi sobatnya itu. Tapi saat mereka hendak kembali, pintu itu dinon-aktifkan oleh Dekan Hardscrabble. Sebuah tindakan protokol standar saat ada penerobosan pintu ke dunia manusia. Ini terutama mencegah ada infiltrasi anak manusia ke dunia monster. Dekan Hardscrabble melaporkan insiden ini ke Child Detection Agency yang melakukan tindakan karantina pintu.

Mike dan Sulley sadar, untuk memaksakan terbukanya pintu dari sisi dunia manusia, mereka perlu memproduksi tingkat ketakutan tinggi agar pintu terdobrak. Berdua, mereka merancang skenario untuk menakuti manusia. Walhasil, bukan hanya anak kecil yang ketakutan, tapi justru manusia dewasa juga takut. Mereka berdua pun berhasil menerobos masuk kembali ke dunia monster.

Toh, kehebatan mereka itu tak membuat mereka diampuni. Keduanya drop-out dari Monster University. Untuk melanjutkan hidup, mereka berdua melamar ke Monster Inc. Karir mereka dimulai dari petugas sortir di ruang surat. Seiring waktu, karena mereka bekerja dengan antusiasi, karir mereka menanjak. Hingga pada saatnya, mereka berhasil masuk ke tim elite “scarer” yang mereka damba-dambakan.

Oh ya, jangan takut juga monster di sini berarti horror menyeramkan. Karena justru mereka lucu-lucu, warna-warni dan tingkahnya menggemaskan. Jadi, jangan takut mengajak anak-anak menyaksikan film berkualitas ini.

Leave a Reply