Resensi Film-Bhayu MH

PK

Year : 2014 Director : Rajkumar Hirani Running Time : 152 minutes Genre : , , , , , ,
Movie review score
5/5

Jalan Cerita

Alien dari planet antah-berantah tiba di Bumi dengan pesawat luar angkasa yang berselimutkan awan. Tak ada penduduk Bumi yang menyadari kehadiran mereka. Apalagi, kemudian pesawat itu mendarat di sebuah padang pasir tandus tak berpenghuni di Rajasthan-India.

Sesosok makhluk alien pria (Aamir Khan) keluar dari pesawat dalam keadaan telanjang bulat. Ia hanya dibekali alat komunikasi pemanggil pesawat –semacam remote control– yang bentuknya kalung dengan bandul liontin batu akik yang besar dan berpendar. Ketika ia sedang mengeksplorasi lingkungan, ia melihat seorang penduduk setempat lewat. Karena tidak bisa berbahasa manusia apa pun, alien pria itu hanya memandangi sosok manusia yang ditemuinya.

Pk-4th-posterMengira orang di depannya gila atau idiot, penduduk itu meraih kalung medallion si alien dan merampasnya. Ia lalu lari dan mengejar kereta barang yang lewat. Alien itu terkejut dan berusaha mengejar, tetapi terlambat karena penduduk itu berhasil naik ke atas kereta yang melaju cepat. Meski gagal merebut kembali kalung medallion miliknya, tetapi alien itu berhasil merebut radio-tape milik si penduduk yang mencuri barangnya. Radio-tape itu lantas dibawa ke mana-mana, terutama saat si alien masih telanjang, untuk menutupi alat vitalnya.

Meski terlihat jengkel dan putus asa–walau parasnya tetap tanpa ekspresi- tetapi alien itu tetap melanjutkan tugasnya untuk riset dan eksplorasi planet asing yang baru saja diinjaknya itu. Tetapi ia punya tujuan lain, mencari dan mendapatkan kembali alat komunikasi tadi, karena tanpanya, ia tidak bisa memanggil pesawat ruang angkasanya dan tidak bisa pulang ke planetnya.

Di saat bersamaan, namun di belahan dunia lain, ada seorang wanita India yang tengah berkelana di Bruges-Belgia. Tanpa diduga, Jaggu (Anushka Sharma) –nama wanita muda nan cantik itu- bertemu dengan seorang pemuda tampan yang dari wajahnya seperti sebangsa dengannya. Setelah gagal mendapatkan tiket untuk menonton konser incaran mereka, keduanya pun lantas “jalan bareng”. Dugaan bahwa pemuda itu sebangsa dengannya dalam arti ras tak meleset, karena si pemuda yang bernama Sarfaraz (Sushant Singh Rajput) memang orang Asia Tengah. Tetapi, ia bukan orang India, melainkan orang Pakistan yang tentunya beragama Islam, sementara Jaggu sendiri seorang Hindu.

PK-Movie-Stills-09Ketika Jaggu berkomunikasi lewat VoIP (Voice Over Internet Protocol) dengan keluarganya dan menceritakan soal Sarfaraz, ayahnya (Parikshit Sahni) yang fanatik kaget. Sang ayah keberatan bukan hanya karena Sarfaraz orang Pakistan –Pakistan semula adalah provinsi India yang memberontak- tetapi juga karena pemuda itu beragama Islam. Ayahnya lantas berkomunikasi dengan guru spiritualnya, seorang resi populer bernama Tapasvi Maharaj (Saurabh Shukla) yang mendukung pendapatnya. Ia meramalkan bahwa Sarfaraz pada akhirnya akan mengkhianati Jaggu. Bertekad membuktikan ayah, guru spiritual dan keluarganya keliru, Jaggu mengajak Sarfaraz menikah esok harinya. Meski terkejut, Sarfaraz mengiyakan. Tetapi ia patah hati saat di kapel ia menerima sehelai kertas yang menuliskan pembatalan pernikahan mereka karena perbedaan yang ada.

Sementara itu, sang alien yang mencoba beradaptasi mencuri pakaian dari “mobil goyang” dimana pasangan pria dan wanita sedang bercinta. Dengan pakaian curian, ia pun masuk ke kota, mencoba mempelajari manusia.

Jaggu lantas kembali ke India dan berkarir sebagai reporter sekaligus pembawa acara berita televisi. Saat sedang mencari ide bahan cerita untuk berita feature-nya, sesosok pria yang ternyata adalah alien tadi masuk ke kereta yang dinaiki Jaggu. Ia membagi-bagikan selebaran bertuliskan: “Dicari: Tuhan yang hilang”. Heran dengan selebaran yang tidak lazim itu, Jaggu lantas tertarik menjadikannya berita. Tetapi saat ia mencoba bicara dengan pria aneh itu, ternyata ia tak mau bicara.

Penasaran, Jaggu terus mengikutinya. Lelaki itu lalu menuju ke kuil besar Hindu. Di sana, ia mencoba merogoh ke dalam kotak uang persembahan. Dianggap hendak mencuri, seorang pendeta meneriakinya. Massa pun merubungnya hendak menghakimi. Melihat hal itu, Jaggu pun bersiasat. Ia memasukkan dompetnya ke dalam kotak dan menyelamatkan alien itu. Tetapi, akibatnya, ia harus kehilangan seluruh uangnya yang diambil paksa oleh si pendeta untuk dimasukkan ke kotak persembahan.

Karena tahu ia ditolong oleh Jaggu, si pria aneh itu akhirnya mau berkomunikasi. Tetapi mendengar ceritanya, Jaggu sulit percaya. Karena di awal, pria itu mengaku tidak punya tempat tinggal dan setiap malam “check-in” di kantor polisi. Ia pun menunjukkan caranya, yaitu dengan melanggar larangan kencing sembarangan di tempat umum tepat di hadapan mobil patroli polisi. Dan demi mengorek cerita pria aneh itu, Jaggu pun menyogok polisi agar ikut dimasukkan penjara.

Di dalam penjara itulah pria aneh itu menceritakan kisahnya. Ia mengakui kalau dirinya adalah alien atau makhluk luar angkasa yang bukan penghuni planet Bumi. Karena tidak punya nama, ia mengambil nama yang dijuluki orang-orang kepadanya, yaitu “pee-kay”, yang pelafalannya sama dengan singkatan “PK”. Padahal, dalam bahasa Hindi yang dipakai di India, itu berarti “mabuk berat”.

Kisah perjalanan PK setelah “remote control”-nya dicuri diceritakan kepada Jaggu. Film pun lantas menayangkan adegan kilas-balik (flash-back).

pk_movie_poster2PK yang memang misinya adalah untuk mempelajari kehidupan di Bumi dengan cepat belajar, bahwa manusia penduduk Bumi memakai pakaian dan tidak telanjang seperti di planetnya. Ia menemukan “mobil goyang” tempat dua insan memadu kasih di jalanan sepi. Dari sana, ia mencuri dompet berisi uang dan yang terpenting adalah pakaian. Sayangnya, karena tidak tahu, pakaian yang dikenakannya pun kerapkali tidak cocok. Seperti memakai pakaian wanita atau malah seragam polisi. PK juga belajar tentang uang yang bisa ditukarkan dengan makanan. Walau ia salah mengira semua kertas bergambar Mahatma Ghandi yang potretnya memang ada di lembaran 50 Rupee bisa berlaku sebagai uang.

Karena sosoknya memang persis manusia, maka PK tidak dipandang sebagai alien. Alih-alih, ia malah dianggap “orang aneh”, terutama karena ia belajar bahwa manusia berkomunikasi dengan mulut menggunakan bahasa. Cara ia mempelajarinya adalah dengan menyerapnya melalui persentuhan fisik kulit dengan kulit. Tetapi, tentu saja orang-orang menganggapnya aneh dan malah mengejarnya.

Saat PK lari dari kejaran massa, sebuah mobil berisi rombongan sirkus tradisional menabraknya. Pemimpin kelompok itu kuatir pada keselamatan PK, lantas membawanya ke dokter. Tetapi, PK yang minim berkomunikasi dianggap menderita amnesia. Bhairon Singh (Sanjay Dutt), si pemimpin rombongan semula akan meninggalkan PK, terutama karena ia dikira tak ingat kejadian tabrakan sebelumnya. Tetapi, nuraninya bicara dan malah mengajak PK ikut dan merawatnya.

PK yang berusaha belajar bahasa manusia terus-menerus berusaha memegang tangan, yang celakanya sebagian besar adalah tangan manusia. Bhairon mengira itu karena PK ingin bercinta. Maka, setelah menimbulkan kemarahan di pesta pernikahan orang tak dikenal, Bhairon mengajak PK ke lokalisasi. Ia menyewa seorang pelacur (Reema Debnath) untuk menemani PK di semacam tenda untuk bulan madu. Tetapi alih-alih bercinta, PK malah Cuma memegangi tangan si pelacur selama enam jam. Dan selama itu pula ia mengunduh bahasa Bhojpuri berikut semua kosakata yang dimiliki si pelacur. Di pagi hari, Bhairon terkejut dan heran karena PK tiba-tiba bisa kembali berbicara.

Ia pun mulai bisa mengatakan tujuannya mencari “remote control”. Atas saran Bhairon, ia pun lalu pergi ke Delhi. Ternyata, asal-muasal PK membuat selebaran aneh itu adalah karena saat ia menanyakan kepada orang-orang yang ditemuinya di manakah ia bisa menemukan “remote control”-nya, jawabannya adalah, “tanyakan kepada Tuhan” atau “hanya Tuhan yang tahu”. Maka, PK pun lantas mencoba mencari Tuhan. Caranya adalah dengan mendatangi “rumah Tuhan” dari berbagai agama. Karena di India ada tiga agama besar, maka ia pun mendatangi kuil Hindu (bukan pura karena pura hanya ada di Bali), gereja Katolik dan masjid Islam, juga kuil Sikh. Kekonyolan muncul karena ia mencampur-adukkan tata-cara peribadatan agama itu hingga keliru membawa persembahan ke rumah ibadah yang salah.

PK-movie-Opening-day-Box-Office-CollectionMendengar cerita ajaib itu, Jaggu semula tak percaya. Tetapi, ia memberi kesempatan pada PK dengan mengeluarkannya dari penjara. Dalam satu momentum, PK membuktikan bahwa dirinya alien dengan membaca pikiran seorang pria tua yang meminta uang padanya. Jaggu mengira lelaki itu penipu karena mengatakan uangnya kurang untuk ke RS, padahal tak ada RS di sekitar situ. PK mengatakan ia tahu lelaki itu berbohong, tetapi juga menerangkan fakta bahwa uang lelaki itu kurang karena harga es krim di restoran mahal dekat situ naik. Padahal, ia sedang mentraktir istrinya dalam perayaan hari jadi pernikahan mereka ke-75. PK pun melenggang pergi, sementara Jaggu memilih mengikuti sosok pria tua yang diberi uang oleh PK. Dan ia kaget saat tahu ternyata PK benar. Maka, Jaggu pun mencari PK dan berhasil menemukannya dengan membaca alamat yang ada di brosur. Alamat itu ternyata cuma sebuah anak tangga di semacam kompleks museum. Dan PK tengah santai menikmati makanan di sana.

Jaggu pun memutuskan membantu PK. Apalagi setelah ia tahu bahwa “remote control” milik PK dipegang oleh Tapasvi. PK menemukannya secara tidak sengaja setelah ia menguntit pemeran Shiva dalam lakon panggung yang dikiranya “Tuhan betulan”. Sang aktor yang kabur ke area aula luas tempat Tapasvi tengah mengadakan acara keagamaan membuat PK melihat bahwa di panggung ada “remote control” miliknya. Namun, Tapasvi berdalih dengan membuat cerita bahwa benda itu ditemukannya saat sedang bertapa di pegunungan Himalaya. Karena itu, ia menolak memberikannya kepada PK.

Berniat membantu PK untuk bisa mendapatkan kembali “remote control”-nya, Jaggu mengajak PK tinggal di rumahnya. Ia lalu menawarkan kisah PK tersebut kepada produser di stasiun televisi tempatnya bekerja. Walau semula menolak, tetapi setelah bertemu langsung akhirnya disetujui. Apalagi sang produser juga tak menyukai Tapasvi. Maka, kisah PK pun mulai diudarakan. Tapi, tentu bukan soal dia adalah alien, tetapi tentang pencariannya atas Tuhan yang dianggapnya hilang.

362520-pk-aamir-anushkaSaat bercengkerama dengan Jaggu, PK menyadari bahwa dia tertarik kepada wanita cantik dan seksi itu. Untuk menyatakan perasaannya, ia menuliskan kalimat “I love you” di balik sehelai kartu nama, lalu memasukkannya di tumpukan kartu nama lain. Ia lantas meminta agar Jaggu memilih nama baru untuknya dari nama-nama orang lain yang ada di tumpukan kartu nama. Tetapi sebelum sampai ke kartu nama bertuliskan “I love you” itu, Jaggu menemukan kartu nama Sarfaraz dan tercenung. Perubahan sikap Jaggu yang semula ceria karena setengah mabuk itu membuat PK heran. Setelah memegan tangan Jaggu, tahulah PK bahwa Jaggu punya seseorang yang dirindukannya bernama Sarfaraz. Ia pun mengurungkan niatnya mengutarakan perasaannya.

PK pun kemudian mendapatkan semacam ilham, bahwa para pemuka agama termasuk Tapasvi sebenarnya “salah sambung” saat menekan “nomor Tuhan”. Itu karena komunikasi mereka tak pernah tersambung. Dan menurut PK, para “manager Tuhan” itu keliru menafsirkan keinginan Tuhan dengan menerapkan ritual yang tak masuk akal dan sia-sia.

Tanpa diduga, Bhairon yang tengah berada di warung melihat siaran tentang PK di televisi. Tetapi, pria di belakangnya malah membual, mengatakan kalau dialah yang menjual “remote control” yang dirampasnya dari PK kepada Tapasvi. Bhairon geram dan menangkap pria itu, lalu menelepon PK. Ia mengatakan akan ke Delhi membawa si pencuri agar kebohongan Tapasvi bisa terungkap.

Sementara pihak stasiun televisi mempromosikan “duel argumentasi” antara Tapasvi dan PK, demam PK melanda negeri. Terutama karena ia mampu memberikan pengertian bahwa seringkali agama hanya “dijual” dan “dijadikan komoditi” saja oleh pengikut dan pemukanya. PK pun menjadi popluer di seantero negeri. Tetapi sebaliknya “bisnis menjual agama” Tapasvi terpukul. Penjualan berbagai merchandise keagamaan dan pemasukan dari kotak amal menurun drastis. Akhirnya, Tapasvi sampai membuat konferensi pers untuk menjawab PK.

PK kemudian berangkat ke stasiun kereta api untuk bertemu dengan Bhairon. Sambil menunggu, ia sempat melihat kembali kartu nama bertulisan “I love you” yang tak jadi diberikannya kepada Jaggu. Kartu itu lalu diremasnya dengan gemas. Ketika kereta api yang ditumpangi Bhairon tiba, tanpa diduga, terjadi ledakan bom yang dilakukan oleh ekstremis muslim. Bhairon dan si pencuri tewas, tetapi PK selamat. Meski shock, tetapi karena sudah dijadwalkan, PK langsung menuju ke studio televisi.

Atas desakan publik, Tapasvi pun akhirnya terpaksa datang ke studio TV untuk berhadapan dengan PK dalam sebuah live talkshow yang dipandu Jaggu. Selain mencoba menjatuhkan PK, secara tak diduga Tapasvi malah menyerang Jaggu yang jadi pembawa acara. Ia mengatakan bahwa ramalannya tentang Sarfaraz yang akan mengkhianati Jaggu terbukti benar adanya.

Tetapi PK yang telah menyerap memori Jaggu lantas membantahnya. Ia mengatakan kalau semua itu adalah justru rencana Tapasvi yang didukung data dari ayah Jaggu sendiri. Surat yang ditulis itu dititipkan kepada anak kecil dengan pesan agar memberikan pada seorang wanita yang memegang keranjang berisi kucing. Tepat di depan bangku tempat Jaggu duduk, saat itu memang ada wanita yang memegang keranjang berisi kucing. Tetapi karena beralasan hendak menemui pastor, ia menyerahkan keranjang itu kepada Jaggu. Anak kecil pembawa pesan pun menyerahkan secarik kertas kepada Jaggu. Membaca isinya yang berisi pembatalan pernikahan, Jaggu mengira surat itu dari Sarfaraz. Padahal, pemuda itu justru datang kemudian dan menemukan secarik kertas tersebut di bangku.

Jaggu lantas ditanya apakah ia ingat identitas Sarfaraz. Dengan bantuan stasiun televisi, mereka menghubungi kampus Sarfaraz tetapi pihak kampus menolak memberikan alamat. Akhirnya Jaggu ingat kalau waktu di Belgia Sarfaraz bekerja di Kedutaan Besar Pakistan. Maka, dikontaklah kantor Kedubes. Ternyata, operator telepon sudah mendapatkan pesan dari Sarfaraz dan rupanya hal itu jadi semacam bahan taruhan bagi staf di sana. Maka, ketika Jaggu akhirnya menelepon, terjadilah kehebohan.

Karena ketahuan berbohong, Tapasvi dipaksa mengembalikan “remote control” berbentuk kalung medallion itu kepada PK oleh ayah Jaggu. Ia pun kemudian merestui hubungan putrinya dengan si pemuda yang berlainan agama itu.

Di akhir film, Jaggu mengantarkan PK kembali dengan bus ke padang pasir tandus di kawasan Rajasthan, tempat awal PK mendarat. Ia mendapati, PK membawa dua koper besar. Saat baru menurunkan satu koper, PK menjatuhkannya hingga terbuka. Di dalamnya ia mendapati ada banyak sekali batu baterai dan beberapa kaset rekaman. PK mengatakan, ia merekam berbagai suara Bumi termasuk kebisingan lalu-lintas. Tanpa diduga, bus melanjutkan perjalanan kembali. Padahal, masih ada satu koper milik PK di atas atapnya yang dijadikan bagasi. PK pun berlari mengejar, meninggalkan koper pertama dan radio-tape.

Penasaran, Jaggu menyetel satu-per-satu kaset-kaset itu. Ia terkejut mendapati bahwa semua kaset itu berisikan rekaman suara dirinya saja saat bicara dengan PK. Tak ada suara rekaman lain. Sambil mencari-cari isi lain tas koper di hadapannya, Jaggu menemukan kartu nama bertulisan “I love you” yang pernah dituliskan oleh PK. Wanita itu trenyuh. PK begitu mencintainya hingga sanggup melepasnya pergi meraih kebahagiaan meski tidak bersama dirinya.

Tak lama, PK kembali membawa satu koper yang terbawa bus. Ia pun lalu memanggil pesawat ruang angkasanya yang segera datang tak lama kemudian. PK pun meninggalkan Bumi dan Jaggu, kembali ke planetnya.

Setelah PK pergi, Jaggu menulis buku novel tentangnya dan menjadi best seller. Ia diperlihatkan tengah membacakan bukunya itu di hadapan penggemar, termasuk dihadiri keluarganya yang kini mendukung penuh dirinya.

Satu tahun kemudian, di padang pasir Rajasthan, kembali pesawat ruang angkasa mendaratkan sejumlah alien. Ternyata, itu adalah pesawat dari planet asal PK. Dan PK pun kembali ikut datang sebagai pemandu riset bagi teman-temannya yang masih asing dan baru pertama kali menjejakkan kaki di Bumi. Ia adalah satu-satunya alien yang mengenakan pakaian, sementara teman-temannya telanjang seperti di planet asalnya.

Kritik Film

PK 1280x720-mgDMenyegarkan!

Itulah kesan pertama yang saya rasakan seusai menyaksikan film ini.

Bagi yang kurang mengikuti perkembangan film Bollywood seperti saya, terus-terang agak terkejut begitu mengetahui ada film India sebagus ini. Tidak sekedar menari-nari sambil menyanyi secara massal saja, tetapi punya jalinan cerita kuat dan imajinatif. Dan terbukti, PK ini memecahkan rekor sebagai film India terlaris sepanjang masa. Dengan biaya pembuatan ‘hanya’ 85 crore atau setara dengan US$ 13 juta, film ini secara fantastis meraup penghasilan 700 crore atau setara US$ 110 juta! Luar biasa!

Meski tidak orisinal benar, tetapi tema semacam ini memang menggelitik. Karena di negara multi-agama seperti India memang kerapkali terjadi benturan. Secara pribadi, saya malah bersyukur hidup di Indonesia yang jauh lebih damai walau sebenarnya juga jauh lebih beragam. Ceritanya unik dan tidak tertebak, walau sebenarnya akhir cerita bisa dipastikan “happy ending”.

Ada beberapa kejanggalan logika yang saya dapati di film ini. Pertama, adalah soal kartu nama bertulisan “I love you” yang sudah diremas Jaggu di stasiun kereta api, tampak kembali cukup lurus dan rapi saat ditemukan Jaggu di koper pada akhir film. Padahal, PK malah menghadapi ledakan bom segala di stasiun. Kedua, di akhir film, ditunjukkan kalau kaset yang dibawa PK semuanya ternyata berisi suara Jaggu saat bercakap-cakap dengannya. Padahal, tampak nyata tidak setiap saat PK membawa radio-tape yang besar itu. lagipula, radio-tape besar model 4 band portable sepeti yang dibawa PK sebenarnya tidak memiliki microphone seperti tape recorder yang bisa digunakan jurnalis untuk merekam wawancara. Kaset radio-tape macam itu hanya bisa merekam siaran dari radio saja, bukan suara dari luar. Ketiga, kala waktu perjalanan PK dan Jaggu agak kurang jelas di film, sudah berapa hari berlangsung. Karena sepertinya selalu siang kecuali dua kali malam saat Jaggu menemui PK di tangga dan saat keduanya menari di teras rumah Jaggu. Plus, sepertinya pakaian keduanya nyaris tak berubah. Walau begitu, toh secara keseluruhan kejanggalan itu tidak mengganggu alur cerita film.

PK NEWWWPemilihan pemeran terasa pas. Kedua pemeran utama pria dan wanita adalah aktor dan aktris kawakan di India. Aamir Khan sebagai PK yang alien berwajah tampan dan bertubuh atletis berotot. Sementara Anushka Sharma sebagai Jaggu selain cantik dan bertubuh seksi, juga terlihat cerdas sebagai presenter televisi. Saya sangat suka saat ada adegan PK dan Jaggu menari, mmmhh…. Menggairahkan!

Catatan: Klik pada gambar poster utama di kiri atas untuk melihat official trailer-nya.

One Response so far.

Leave a Reply