Resensi Film-Bhayu MH

Relationshit

Year : 2015 Director : Herdanius Larobu Running Time : 90 minutes Genre : , , , , ,
Movie review score
1/5

Dari judul dan posternya, calon penonton bisa menduga bahwa film ini merupakan drama komedi remaja. Segmentasi penonton yang diharapkan mencari hiburan semata dari pergi ke bioskop. Tentunya akan asyik bila disaksikan beramai-ramai bersama teman-teman gaul.

Ya. Film ini berkisah tentang nasib seorang lelaki bernama Alitt (Jovial da Lopez). Ia adalah seorang penulis buku remaja laris. Ia didampingi oleh dua orang paling dekat dalam hidupnya. Pertama adalah kekasihnya Wina (Anjani Dina), dan kedua adalah sahabatnya yang sekaligus bertindak sebagai asisten pribadinya yaitu Supri (Bayu Skak). Dalam hal ini, Alitt malah terlihat sangat tergantung pada kehadiran kedua orang itu. Terbukti, ketika Alitt ditinggalkan oleh Wina, ia kelimpungan. Wina sendiri sebenarnya cukup mencintai Alitt dan rela memperjuangkannya, tetapi ibunya (diperankan Donna Harun) lebih memilih calon  menantu yang kaya.

Supri berusaha mencarikan pacar pengganti Wina. Termasuk dengan teman SMP Alitt yaitu Gita (Salshabilla Elovii), tetapi ternyata tidak ada yang benar statusnya. Selagi berusaha menolong sahabatnya, Supri juga berusaha mendapatkan cinta anak pemilik kost-kostan yang ditempatinya. Meski semula tindakan konyolnya tidak direspon oleh Ningsih (Devina Aureel), tetapi justru karena wanita itu menemukan surat cinta Alitt yang dibuang, ia menganggap Supri romantis. Mereka pun jadian dan membuat Alitt tambah nelangsa.

Karena seringkali terpaksa sendirian, Alitt pun berjalan-jalan dengan galau di sebuah toko buku. Di sana, ia dengan iseng melaporkan seorang wanita muda yang merobek sampul plastik pelindung buku. Satpam yang menegurnya pun kemudian memaksanya membeli. Ternyata, buku itu adalah buku “Relationshit” karya Alitt sendiri. Dan kemudian, gadis bernama Vivi (Natasha Wilona) itu beberapa kali menghadiri acara seminar dimana Alitt menjadi pembicaranya.

Mereka pun kemudian dekat dan “jadian”. Tetapi di sisi lain, Wina mulai merasakan kehampaan dalam hubungannya dengan pacar barunya. Ia pun mulai kembali mendatangi Alitt dengan beragam alasan. Dan salah satunya ternyata dipergoki Vivi. Alitt pun dilanda kebimbangan memilih antara dua wanita cantik yang kini ada di sisinya. Walau kemudian ia memutuskan untuk “move on”, artinya ia lebih memilih Vivi yang jelas memperjuangkannya daripada Wina.

Sebagai film drama komedi remaja, film ini memang tidak untuk disaksikan dengan kening mengernyit. Tetapi terus-terang banyak sekali adegan yang membuat saya mengernyit. Apalagi di 1/4 bagian terakhir film. Paling konyol adalah saat Wina mantan kekasih Alitt justru mendatanginya bersama kekasihnya saat itu. Bahkan berempat dengan Supri dan Ningsih mereka berusaha membangkitkan semangat Alitt dengan adegan semacam drama buatan mereka sendiri. Semua penonton tahu, di dunia nyata, kejadian itu nggak mungkin banget!

Tapi sudahlah, logika berantakan tampaknya tak begitu penting. Bahkan kelucuan yang sebenarnya nanggung pun tak begitu terasa bagi remaja. Hiburannya adalah tampilnya tiga orang finalis Gadis Sampul sekaligus di film ini. Meski perannya tidak begitu menantang, ketiganya cukup mampu menjalani karakternya. Pendeknya, bila anda masih remaja alias alay, silahkan saksikan film ini. Apalagi film ini konon direkomendasikan Raditya Dika, idola para alay yang follower Twitter-nya saja 12 juta-an. Tapi bila usia Anda di atas 30-an tahun atau sudah menikah, rasanya film ini bukan untuk segmentasi Anda.

 

Leave a Reply