Resensi Film-Bhayu MH

Star Wars VII: The Force Awakens

Year : 2015 Director : J. J. Abrams Running Time : 135 minutes Genre : , , , , ,
Movie review score
5/5

Semula, saya mengira film ini ditujukan bagi para penggemar fanatik Star Wars saja. Tetapi, melihat antrean di bioskop yang panjang plus banyaknya layar yang disediakan oleh gedung bioskop, saya sadar bahwa film ini sudah lintas generasi. Bahkan, film ini ternyata bisa dinikmati oleh mereka yang belum lahir saat sekuel film pertamanya yaitu Episode IV: A New Hope (1977) dirilis. Ya, serial franchise film ini unik, karena tidak diawali dari episode I, melainkan episode IV.

Di sekuel terbaru ini, para pecinta fanatik terutama dari generasi yang sudah melihat sekuel terdahulunya, akan dipuaskan oleh suasana nostalgik. Tetapi penonton film yang justru penggemar baru pun tidak akan “ketinggalan cerita”, karena sesungguhnya film ini sama sekali baru.

Kisahnya mengambil latar 30 tahun setelah kehancuran Death Star kedua. Dimana sang Jedi terakhir yaitu Luke Skywalker, menghilang. Ia digambarkan berduka karena muridnya yang paling handal dan diharapkan sebagai penerusnya malah berkhianat. Kita kemudian tahu kalau dia adalah Kylo Ren, sang pemimpin the First Order. Ini adalah rezim yang bangkit sebagai penerus dari Galactic Empire, bertujuan menghancurkan the Republic dan membunuh Luke. Tentu saja masih ada kelompok perlawanan yaitu The Resistance, yang dipimpin oleh Putri Leia Organa, saudari Luke yang kini menjadi jenderal. The Resistance dalam operasionalnya didukung oleh the Republic.

Cerita sendiri dimulai di sebuah planet gersang bernama Jakku. Di sanalah Rey, seorang wanita muda cantik namun tangguh hidup sebagai pengepul atau penjual besi tua loakan. Ia sendiri bertahan di sana karena menunggu keluarganya kembali. Padahal, semua keluarganya yang masih hidup diculik oleh First Order untuk dijadikan pekerja atau Stormtroppers.

Petualangan datang kepada Rey setelah pilot terbaik Resistance bernama Poe Dameron datang ke Jakku. Ia ke sana atas petunjuk dari tetua Lor San Tekka guna mencari potongan peta yang hilang. Peta itu penting karena menunjukkan lokasi persembunyian Luke. Resistance mencoba mencari Luke untuk dijadikan simbol perlawanan. Sebaliknya rezim the First Order hendak membunuhnya. Sayangnya, saat ia hendak lepas-landas, pesawat X-wing-nya dihancurkan tentara Stormtroppers yang datang ke Jakku. Ia terpaksa menyembunyikan data peta itu dengan menitipkannya pada droid lucu berbentuk bola BB-8 dan menyuruhnya kabur.

Setelah menangkap Poe, Kylo Ren memerintahkan untuk menghancurkan desa. Seorang serdadu Stormtroppers berkode FN-2187 trenyuh karena itu adalah desa asalnya. Meski Kylo Ren menangkap Poe dan menyiksanya untuk mendapatkan lokasi peta itu disimpan, Poe berhasil bertahan. FN-2187 lalu memutuskan menolong Poe dan membebaskannya. Berdua mereka kabur dengan pesawat milik the First Order, TIE fighter. Celakanya, mereka kemudian tertembak dan jatuh ke Jakku.

Sementara itu BB-8 terus melarikan diri. Dan ia kemudian bertemu Rey. Gadis ini sempat terbujuk untuk menjualnya, tapi kemudian malah memutuskan menyelamatkannya apalagi saat ia hendak direbut. Pesawat TIE fighter yang jatuh di Jakku membuat FN-2187 yang diberi julukan “Finn” oleh Poe bertemu Rey dan membantunya berkelahi. Tetapi droid BB-8 menuduh Finn mencuri jaket Poe yang memang dikenakannya. Setelah dijelaskan, mereka berdua lantas kabur dengan pesawat rongsok yang ternyata adalah Millenium Falcon.

Di angkasa, Millenium Falcon ditarik oleh pesawat yang lebih besar. Ternyata, pesawat besar itu dipiloti oleh Han Solo dan Chewbacca. Mereka pun kemudian bertemu Rey, Finn dan BB-8. Segera disadari mereka berada di pihak yang sama. Apalagi Finn pernah mendengar tentang Solo yang merupakan jenderal Resistance saat melawan Galactic Empire. Sayangnya, saat itu Solo sudah mengasingkan diri dan menjadi bandar barang bekas atau pelapak. Dan ia ternyata berhutang kepada dua kelompok yang menyerangnya.

Solo, Chewbacca, Rey, Finn dan BB-8 berhasil kabur dengan Millenium Falcon. Mereka lalu mendarat di planet Takodana untuk menemui Maz Kanata. Di sana, mereka mendapatkan informasi berharga. Tetapi, pihak the First Order pun tahu mereka di sana karena dikabari seorang informan. Maka, pasukan pun dikirimkan untuk mencegat. Beruntung, pasukan the Resistance pun diberitahu sehingga terjadi pertempuran. Rey sempat tertarik oleh “force” menuju ke gudang, yang ternyata menyimpan “lightsaber” milik Luke Skywalker yang diwarisi dari ayahnya Anakin Skywalker. Sayangnya, Rey kemudian berhasil ditangkap oleh Kylo Ren.

Di markas the First Order’s Starkiller Base, dikembangkan sebuah senjata yang dapat menghancurkan planet dengan menyerap sebuah matahari sampai habis. Pemimpin Tertinggi (Supreme Leader) bernama Snoke memerintahkan General Hux untuk menggunakannya. Kelima planet induk the Republic jadi sasaran untuk dihancurkan. Hal itu menimbulkan ketakutan di galaksi, sementara Solo dan rekan-rekannya melihat tanpa daya dari planet Takodana.

Saat diinterogasi Kylo Ren, di luar dugaan Rey mampu melawan. Itu terutama karena Kylo Ren sendiri merasakan panggilan “the Light Side of the Force”, sisi terang dari “kekuatan”. Apalagi, ia ternyata adalah anak kandung Han Solo. Tetapi, dengan menguatkan diri meminta kekuatan kakeknya Darth Vader dan petunjuk Snoke, ia disuruh membunuh ayahnya sendiri. Rey sendiri kemudian bisa meloloskan diri dengan kekuatan pikiran Jedi-nya.

Di saat hampir bersamaan, Han, Chewbacca, Finn dan BB-8 tiba di markas the Resistance di D’Qar. Di sana mereka bertemu Leia, yang meminta Solo menyelamatkan anak mereka Ren. BB-8 juga bertemu rekan sesama droid-nya, yaitu C-3PO dan R2-D2.

Bersama kelompok perlawanan, mereka menyusun rencana perang. Melihat perisai yang begitu kuat dari markas the First Order, diputuskan untuk menyusup ke dalam dibantu oleh Finn yang pernah bekerja di sana. Begitu perisai bisa dilumpuhkan, armada pesawat X-Wing the Resistance akan menyerbu.

Han sendiri sempat bertemu Ren dan memanggilnya dengan nama aslinya, Ben. Seolah akan sadar, Ren berpura-pura menyerahkan lightsaber miliknya dan meminta bantuan ayahnya sambil menangis. Tapi ternyata, ia malah membunuh Solo yang terjatuh dari atas jembatan yang tinggi. Chewbacca kemudian menembak Ren dan menekan tombol untuk meledakkan bom yang sudah dipasang.

Ren berusaha mengejar Finn dan Rey ke permukaan. Finn berusaha melawan tetapi dapat dikalahkan. Tanpa dinyana, Rey yang telah terpanggil menjadi “calon Jedi” menggunakan lightsaber berhasil mengalahkan Ren. Planet Starkiller Base markas the First Order pun berhasil dihancurkan. Chewbacca menjemput Finn dan Rey dengan Millenium Falcon. Sementara Ren pun dievakuasi General Hux atas perintah Snoke.

The Resistance pun kemudian merayakan kemenangan mereka di Q’Dar. R2-D2 yang selama ini tidak aktif pun bangun. Dengan menggabungkan peta yang ternyata selama ini disimpannya dan yang dibawa oleh BB-8, mereka pun tahu dimana lokasi Luke bersembunyi. Di akhir kisah, sendirian Rey pergi ke planet itu guna menyerahkan kembali lightsaber milik Luke Skywalker, sang Jedi terakhir.

 

Leave a Reply